Kenapa Harus Aku ?

Kenapa Harus Aku ?
Keluarga Harmonis


__ADS_3

"Bagaimana Dir, masih tidak aktif ?"


Ibu yang tiba-tiba masuk ke kamar, mengagetkan Nadira dengan pertanyaannya .


Gadis itu menggeleng lemah, lalu kembali fokus dengan layar ponsel di genggaman tangannya .


"Emang mamamu ngga bilang ayah kemana ? atau ...coba kamu tanya tante mu . "


Entah, kenapa dari tadi Nadira tidak memikirkan itu . di kota sana, ada tante Nurin yang pasti mau membantu ayahnya , jika memang dia butuh .


"Halo tante ?"


.....


Nurin bukanlah orang terdekat dalam hidup Nadira . Adik dari ayahnya ini terkadang ikut membencinya entah karena apa . Parasnya yang judes kadang dilengkapi dengan sikap ketus nya jika Nadira yang menyapa . 'ya mungkin karena dia tidak suka sama mama' kalimat baik yang selalu Nadira sematkan di kepalanya agar dia tidak ikut kesal menanggapi Nurin .


Awalnya terasa dingin perbincangan keduanya, Dira pun makin tak enak hati untuk langsung menanyakan kepentingannya .

__ADS_1


Banyak alasan yang dia katakan sebelum tercetus kalimat 'tan, boleh tahu tentang ayah ?'


Hingga membuat Nurin buka suara tentang segala hal yang dia ketahui, di sana , di tempat yang berbeda, melalui kabar angin dan hanya terdengar suara mereka saling bercurah . Mengeluarkan segala gejolak rasa yang menyiksa masing-masing .


Uniknya, ada sisi lain yang Nadira tidak ketahui dari Nurin, dibalik keketusan wajah dan sikapnya, tersimpan hati yang sangat lembut didalamnya . Nurin menangis ikut memikul kepiluan yang Rama rasakan selama ini .


Begitu pun Nadira, tangisnya semakin pecah saat mendengar isakan tangis Nurin yang sudah dia tahan sedari tadi .


***


Cinta yang tumbuh secara berlebih akan menimbulkan luka dan kecewa yang dalam, sejatinya kita selalu diajarkan untuk bersikap sewajarnya .


Batin saling tertekan dan semakin membenci, menahan luka yang tak bisa dihapuskan . Cinta sejati memang tak selamanya bisa saling memiliki . Biarkan doa yang meneruskan perjuangan Rama, sudah waktunya dia menyerah dan melepas segala mimpi buruk dalam tidurnya .


Tak pantas jika dia terus memohonkan wanita yang justru melantunkan nama pria lain di setiap mimpi dan bait-bait doanya .


***

__ADS_1


--


"Makanlah yang banyak nak, tenangkan hatimu . percayalah, Allah akan menjaga ayahmu dimana pun beliau berada . beliau orang baik, orang sabar "


Wajah teduhnya selalu menjadi obat dari segala kegundahan hati Nadira . seorang wanita tegar yang dia temukan setelah dia dewasa . Entah apa yang membuat keduanya saling menyayangi, walaupun tidak ada hubungan darah sebelumnya .'Mungkin, inilah cara Tuhan memberi tahu Nadira, jika dluar sana masih banyak sekali manusiq yang sangat peduli terhadapnya'


"Terimakasih bu ..


Ibu tidak pernah membedakan Nadira disini . padahal Dira cuma numpang dan ngrepotin ibu"


Gadis itu memeluk erat pinggang wanita yang masih sibuk menyiapkan makan malam itu . Di hentikannya gerakan tangannya lalu berbalik mengusap tangan Nadira .


"Kamu tetap anak ibu nak . jangan bicara seperti itu "


Seolah mengerti keadaan, Semua yang ada di meja makan ikut terdiam dan menunduk . Mereka sangat memahami Nadira, bahkan baru kali ini melihat gadis ini sebegini lemahnya .


"Ah, sudah . kita makan bu "

__ADS_1


Mencoba tegar, dan tak ingin membuat semua bersedih . Nadira kembali menghapus air matanya dan menyuap nasi yang telah ibu siapkan .


Sungguh, suatu kebahagiaan tersendiri berada di tengah-tengah keluarga seharmonis ini . Terkadang hati kecilnya selalu merasa iri melihatnya, bahkan ia selalu berandai-andai jika yang di depan matanya ini adalah ayah dan ibunya .


__ADS_2