
Seolah terbius, Rama lama terdiam . Mungkin, pria itu memikirkan perkataan wanita yang usianya memang sangat jauh di bawahnya itu .
Wanita yang terkesan cuek dan angkuh , ternyata memiliki pemikiran yang sangat matang . Dia juga wanita yang peduli dengan lingkungan , dengan orang-orang sekitar . Hanya saja, dia memiliki cara tersendiri untuk bertindak .
"Aku yakin kok, lama-lama Kinan akan cinta sama aku "
Dasar bodoh . bicara seperti itu hanya akan membuat orang tertawa , bahkan Ranti, wanita yang membuat Rama sempat terdiam tadi ikut nyengir kecut .
"Coba hitung mas, berapa lama waktu yang mas buang sia-sia untuk mencintai tanpa balasan ? ..
aku tahu, perceraian memanglah hal yang Allah benci, tapi kembalikan semua dengan keadaan mas Sekarang ..
Mas, sadar ! perihal cinta , tidak selamanya bahagia, dan cinta yang sejati tidak akan memaksakan nafsu nya untuk memiliki "
__ADS_1
Ranti kembali memasang headset yang sempat ia lepas tadi . Ia merasa apa yang dia katakan sudahlah sangat jelas untuk seorang yang mau berfikir .
Rama kembali terbius dengan kata-kata yang terlontar dari lidah Ranti .Wanita ini, memang menyimpan cara unik untuk menasehati .
Ranti memilih keluar dan menikmati sore di teras rumah, membawa secangkir kopi dan mendengarkan lagu-lagu yang menurutnya enak didengar .
Sedangkan Rama masih terpaku di ruang tamu, duduk tak berpindah . Tak lama, datang bu lek dan Arya,suami Ranti . Mereka berbincang seolah tak mengerti apa yang Rama bicara kan bersama Ranti .
Tapi, seketika keheningan berubah ketika Rama kembali merajuk . Ia menangis dan mengatakan akan kembali ke istrinya detik itu juga . heh, Rama bagaimana cara yang baik untuk menasihati mu .
"Apa sedikit pun kamu sudah tidak peduli dan sayang terhadap ibumu mas ? beliau sudah susah payah membesarkan mu, setelah dewasa hal baik apa yang sudah kamu beri untuknya ?"
Kali ini, Arya pun ikut angkat bicara . Dia tak suka dengan cara Rama yang seenaknya . Untuk dia, setidaknya jika belum benar-benar berpisah jangan dulu membawa kabar untuk ibu Rama . Karena hanya akan melukainya jika Rama seperti ini .
__ADS_1
"Lukamu menjadi sakit untuk nya . sedih menjadi duka baginya . dan bahagia mu adalah obat untuk hatinya . pahamilah !"
Arya beranjak . Dia sama dengan Ranti, tidak begitu senang ikut campur masalah pribadi orang lain .Tapi, jika sudah bicara soal ibu, hatinya selalu tertarik untuk ikut berkomentar.
Ia adalah laki-laki penyayang . Dia sangat mencintai istrinya . Tapi, dia menolak keras jika rasa hormat anak laki-laki terhadap ibunya hilang setelah mendapat istri . itu salah !
--
Di rasa Rama sudah mulai tenang dan tidak lagi merajuk , Ranti, Arya dan ibu nya pun pamit . ketiganya kembali dengan harapan Rama bisa lebih dewasa memikirkan masalahnya setelah ini .
Mereka juga berpesan, jika diluar sana masih banyak yang merasakan masalah lebih pahit dari apa yang Rama alami . 'jadi bersabarlah dulu' pesan mereka .
"Terimakasih bu lek , sudah menyempatkan kesini untuk Rama ."
__ADS_1
"Di pikir dengan kepala dingin ! kalao bu lek ndak sayang kamu, bu lek males dateng kesini !"