
"Mama mau apa ? Dira kan sudah bilang, Dira mau istirahat "
Nadira menyadari jika Kinanti telah masuk kr dalam kamarnya . Tanpa permisi atau sekedar ketukan ringan pada pintu . Ya , mungkin saja Kinanti sudah tahu jika itu akan ditolak .Makanya,dia memilih menerobos tanpa suara .
"Kakak ngga mau tinggal di desa ?"
Dira mengerutkan dahi, Ia beralih posisi dan duduk menghadap Kinanti .
"Mama jujur sama Dira ,apa mama sanggup ?
Bukan karena gengsi ma,Dira hanya ngga yakin aja sama ayah ."
" sebenarnya, Mama juga ragu Dir . tapi, bagaimana lagi . ayah kan resign akan dapet pesangon 60jt dan itu banyak Dir "
"Mama ini, sama saja ! duit,duit ,duit aja yang ada di pikiran nya . cobalah Ma,sekali aja ! Mama itu mikirin Ayah,mikir nasib kita ke depan! bagaimana kalau ayah ngga kerja ?"
"Kamu ini, memang sulit ya Dir kalau diajak sepemikiran sama mama !"
"Sudahlah Kin ! Dira itu sudah besar . Dia bukan lagi anak kecil yang bisa kamu kendalikan cara berfikir nya !"
Kedua nya tidak menyadari jika Santi telah lama berdiri di sana .didepan pintu yang Kinan lupa menutupnya kembali . Santi mendengar segalanya .Percakapan serius yang berakhir pada meluapnya amarah Kinanti .
Bahkan, Kinan tetap pada pendirannya ,Ia meninggalkan Dira dengan masih bersungut . Ia juga sengaja menabrakkan tubuhnya pada lengan Santi yang masih mematung di gawang pintu .
" Dir ...."
__ADS_1
Pelan, Santi menghampiri Nadira,lalu menyapa tubuhnya dengan dekapan hangat .Tidak ada yang bisa membuatnya senyaman Santi di waktu itu . Seakan, dia menemui tempat meluapkan segala emosinya ,segala sedihnya, dukanya dan kepahitan yang selalu ia tahan seorang diri . Detik itu, Dira seolah menemui jalan untuk menangis dan menyalurkan suara hatinya.
Mungkin, lidahnya tak bisa membicarakan segalanya . Tapi, tingkahnya terbaca jelas oleh Santi . Ia bisa membaca apa yang Dira pikirkan bahkan luka hati yang logika nya sendiri tak bisa melihatnya .
--
"Jadi, kamu benar-benar mau resign Ram ?"
" Iya pak .Saya sudah pikir kan mateng-mateng "
" serius ? sebelum saya tanda tangan . Saya mau ingatkan kamu, jika kamu sendiri yang akan merasakan rugi dari pemutusan hubungan kerja ini . karena, dengan ijasahmu saat ini sangat sulit untuk masuk pabrik .Dan maaf,kami tidak bisa menerima kembali pegawai yang sudah resign "
"Iya pak .Saya paham itu "
Mungkin,ini detik terakhir Rama berstatus pegawai di pabrik ini . Tempat, yang menjadi tumpu dan jalan untuk dia memberi nafkah keluarganya .
Ia menerima amplop sebagai pesangon . benar! Karena isi dari kertas ini lah yang menjadi perusak segalanya . Uang ! uang yang membuat nya harus merelakan pekerjaan .Mengikuti ego dan kemauan Kinanti .'Harusnya,aku tidak menceritakan semua terhadap Kinan ' Rama berulang mengeluh . Ia berandai jika waktu bisa kembali diputar .
Ia berbalik, dan kembali mengayuh sepedanya .sepeda butut yang sebentar lagi akan ia tanggalkan . 'heh, mana mungkin aku membawanya ke kampung '
--
"Mas ,Rama udah pulang ?"
Suara itu,suara wanita yang tidak pernah ia dengar di teras rumah kala ia pulang kerja .Wanita yang memaksa nya resign demi sebuah pesangon . Senyumnya sangat sumringah menyambutnya, kala itu .iyaa,kala itu dan mungkin hanya saat itu. Bagaimana tidak, uang segepok telah melayang semalaman membuatnya kesulitan untuk tidur .
__ADS_1
" Assalamualaikum ...."
Rama tersenyum . Ia tetap saja merasa girang walau hatinya memahami jika yang Kinan nanti bukan lah dirinya ,melainkan barang yang berada didalam tas ranselnya .
"Wa'alaikum salam ..."
Kinanti nyengir , harusnya ia sedang merasa malu . duh, senyum nya benar-benar membuat Rama terbius .'Andai, kau melakukan ini setiap aku pulang kerja Kin' .
Rama duduk di bangku teras, lalu membuka tasnya . Ia juga menyerahkan uang yang masih rapi terbungkus di amplop coklat .
" Ini Kin .Ini yang kamu minta "
Kinanti membulatkan mata , senyumnya kian mengembang mengisyaratkan tanda puas . Dengan bringas, ia menggapai nya dan segera menghitung .
"loh,mas ...kok cuma segini ?"
"Cuma segini gimana to Kin ?"
" iyaa ..kata mas kan temen mas dapet 60 jt ? kok ini cuma 20 jt "
"itu kan baru gosip nya sayang .ngga tau aslinya. kan cuma Diro yang tahu "
"Tapi ...ngga apa deh .ini juga lumayan ...
makasih yaa mas .Kinan sayang deh sama mas Rama "
__ADS_1
Kinan berulang mencium pipi kempot Rama .memeluknya dengan senang . Begitu pun Rama, ia tampak bergembira dengan perlakuan istrinya tercinta .