
Ini adalah hari kedua Rama pisah ranjang dan tinggal jauh dengan sang istri . Wanita yang sangat dia cintai, namun sayang tidak kunjung bisa membalas perasaannya .
Kembali ke masa lampau , semua yang terjadi hanya lah sebuah kebetulan . Kecelakaan yang ada, kekhilafan yang Kinan lakukan, dan kebodohan yang Abbas perbuat adalah awal dimana penderitaan keduanya di mulai .
Tidak adanya pilihan membuat Rama girang karena mampu memiliki pujaan hatinya, tapi di balik itu semua akan hati yang harus berpura-pura untuk menutup aib nya sendiri .
Rama selalu berfikir jika semua akan sesuai perkiraan nya . Lambat laun, Wanita itu akan mencintainya dan keduanya akan hidup bahagia .
Tapi angan tetaplah angan, bayangan tetap menjadi bayangan . dan mimpi selamanya menjadi bunga tidur .
Rasa yang Rama miliki hanya menyiksa batinnya sendiri . Sedangkan Kinanti, juga harus terjerumus ke dalam kepura-puraan yang sudah terlanjur dia mulai . karena nyatanya, hingga detik berubah menjadi puluhan tahun, Rasa cinta itu tak kunjung hadir di hatinya .
Jika di nilai dari luar, mungkin Rama lebih menderita . Cintanya bertepuk sebelah tangan, Istrinya sangat mengekangnya, begitu pun mertua dan orang tuanya sendiri .
Tapi, kalau mata kita mau terbuka lebih jeli lagi, Kinan pun tersiksa, ia harus tetap rela tinggal , bahkan berpura-pura cinta pada orang yang sama sekali tidak dia harapkan .
Sekarang, mungkin perpisahan menjadi jalan terbaik, membuka kebahagiaan untuk keduanya, menjadi akhir dari segala penderitaan yang sempat singgah .
--
__ADS_1
"Ram, cepetan . udah di tunggu Arya itu lo ."
Wanita paruh baya itu terdengar teriak-teriak didepan pintu kamar Rama .
"Iya bu, bentar lagi beres "
Rama memang sempat menelfon Arya pagi tadi . Ia meminta diantar ke rumah ibu angkat Dira untuk menemui gadis sulungnya .
Sebelumnya, dia memang tidak memberi tahu Nadira jika dia dan mamanya akan berpisah . Ia takut jika gadis itu ikut memikul problem yang harusnya tak dia alami .
"Bu, Rama pergi dulu yaa . Assalamualaikum ..."
"Wa'alaikum salam...
Arya mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang . Sepanjang perjalanan, Rama hanya mendendangkan irama keceriaan . Seolah lupa dengan hari kemarin, bak sedang hilang ingatan dan mulai bisa tumbuh di tempat yang baru .
"Sudah sampe Ar . ini rumahnya, , ,"
Sungguh, Arya sempat geleng-geleng dengan kelakuan Rama kali ini .Seperti remaja yang hendak menemui kekasihnya . Rama benar-benar seperti bocah .
__ADS_1
tok tok tok
"Assalamualaikum"
Belum ada 5 detik, Rama sudah mengulang ketukan dan salamnya . Mungkin, dia memang benar-benar tak sabar berjumpa dengan putrinya . obat hati untuk kehidupan selanjutnya .
"Wa'alaikum salam...."
Suara gadis yang kembali membuat senyum Rama merekah .
Perlahan pintu mulai terbuka, di balik sana , munculah gadis dengan balutan jilbab berwarna hitam . Wajahnya, seolah kaget tak percaya dengan apa yang sedang dia lihat .
"Ayah ?"
Pelukan itu pun ia eratkan . Tangisnya pecah seketika, begitu juga Rama . Kerinduan yang sudah mereka tahan berbulan-bulan, akhirnya tersalurkan juga .
Nadira, sangat senang dengan kejutan yang Rama berikan . Hingga tak ia sadari ada Arya di sana .
Setelah merasa cukup, ia mempersilakan kedua pria itu masuk, lalu memperkenalkan kepada orang tua angkatnya . Tak luput pada Anisa dan adik-adiknya di sana .
__ADS_1
Tangis dan tawa mewarnai sepanjang cerita keduanya . Ada air mata yang beberapa hari ini sempat Nadira sembunyikan, akhirnya mengalir deras juga di pipinya .
Tangisnya pun kembali pecah saat Rama meminta maaf padanya karena tak mampu menjadi ayah yang baik untuknya dan adik-adiknya, dan juga tak bisa menjaga keutuhan keluarga mereka .