Kenapa Harus Aku ?

Kenapa Harus Aku ?
Sampai Di Desa


__ADS_3

"Nek, maafin Dira ya ..kalau Dira sering nyusahin nenek ."


Nadira memeluk Wati yang mulai meneteskan air mata . haru pilu bercampur menandakan tak senang perpisahan. Mungkin,Wati sering ketus terhadap Dira ,tapi melihat saat itu Wanita tua itu juga menyimpan cinta untuk cucu sulung nya .


"Nenek ,kita kan akan kesini lagi .jangan nangis"


Allena, putri bungsu yang masih sangat polos . Ia benar-benar belum memahami kondisi yang ada . Yang ia tahu , hanya ia akan berlibur dan kembali kerumah itu .


Semua saling bertatap mendengar nadanya berbicara .Seolah, menjadi obat penenang untuk mereka .


"Dasar kamu .Anak cengeng "


Santi yang juga meneteskan air mata ,ia menarik hidung Nadira untuk menghiburnya . Keduanya saling merangkul , melerai segala rasa yang semakin tak karuan .


*Nadira POV*


selamat tinggal kota lahir ku, selamat tinggal teman-teman. Waktu yang makin tak bisa kurasakan ketentramannya . Semua seakan menghakimiku ,memaksa dan ini lebih pahit dari di usir .


Aku bukan tak lagi di terima, aku juga bukan secarik sampah yang berlalu terbang terbawa angin . Aku ini sebuah tempat, sebuah wadah yang sayangnya tersimpan untuk ribuan sampah ,dan itu adalah masalahku ,masalahnya bahkan masalah semua yang ada .


Akan ku nikmati ,hari yang berlalu menjadi penampung ,bahkan pembuangan terakhir . Bagiku ,ini proses .Akan ada banyak kejutan yang aku sendiri tidak mengetahui letaknya .


Perjalanan ini singkat ,tapi terkesan lama dalam benakku . Aku bosan, bosan dengan segala drama yang semakin menjadi . hah, kenapa harus aku ? ya karena aku kuat ! Mungkin,seperti itu .


"Kak, kamu ngga makan dari pagi . ini roti "

__ADS_1


Ayah ini , tetap saja menjadi penghibur walau hatinya sendiri terluka . Dia , pantas menjadi peramal .karena sangat pandai menebak isi hatiku .


"makasih yah .Tapi Dira tidak sedang lapar " ~Nadira


"segigit aja kak . Nanti sakit loh " ~Rama


"Udah lah Dir .makan ! jangan makin ngrepotin " ~Kinanti


Bagi mama ,apapun yang Dira katakan atau lakukan adalah salah . Bahkan, jika dia bisa mendengar nafasku akan menjadi salah yang selalu dia ributkan .


Dengan meraih roti, dan melahapnya dengan paksa tentu bisa membungkamnya untuk tidak semakin keras mengomeliku .


--


"Yah ,ini sudah masuk kampung nenek kan ?"


"iyah .tuh,rumah nenek udah deket "


Rama menunjuk ke depan .sesekali, ia mencium pipi Kevin yang menghitam karena terlalu senang bermain dibawah terik .


Laju mobil semakin pelan , bahkan posisinya semakin ke tepi . Tepat didepan rumah yang berhadapan dengan sebuah sekolah dasar negeri mobil itu berhenti .


Banyak anak-anak yang memperhatikan, bahkan orang tua yang menunggui anaknya ikut saling berbisik .entah ,apa yang mereka senandung kan tidak jelas terbaca .


Nadira menghela nafas panjang . matanya juga semakin gencar memperhatikan sekeliling . tidak satupun sudut yang terlepas dari gerilya matanya .

__ADS_1


Mungkin,hatinya sedang memohon ,atau justru memikirkan sekolahnya ke depan . dia tidak menemui angkutan umum yang lewat sedari tadi Bahkan,ia juga tidak menjumpai adanya kendaraan pribadi di rumah neneknya .


"Sudah semua ya pak .Saya pamit dulu "


sayup-sayup terdengar walau tak jelas , bapak-bapak yang membantunya pindahan berpamit . Ia memang memboyong semua barang yang memang dia miliki. Tak tertinggal kasur dan perlengkapan tidur lainnya .


"Besok, tinggal nyari sekolah buat kakak ." ~Kinanti


" Kevin sekolahnya disini kan ma ?" ~Kevin.


" Lena mau disurabaya aja "


Belum genap satu jam ,Allena sudah membuat drama baru . Ia dengan ketus mengatakan akan bersekolah di surabaya . sungguh, pemahamannya masih sangat minim tentang ini .


"Dek, kita kan sekarang tinggal di rumah nenek .jadi sekolahnya cari yang deket sini ya " ~ Nadira .


"kita itu disini cuma main kak Dira ...


besok kan balik lagi ke rumah nenek Surabaya.iya kan ma ?" ~Allena


"Sudah .sudah ...kita masuk, mandi terus makan yaa .nenek udah masak enak buat kalian semua "


Ibu Rama mencoba memecah ketegangan . Dia memang batinnya tidak menyukai Kinan,tapi anak-anak tetaplah cucu baginya .


ia juga tidak ingin terlihat membeda-bedakan walau ia paham jika Nadira bukan lah anak Rama .

__ADS_1


Rama menggendong Lena ,dan membuat nya lupa dengan rengekan yang mungkin akan menjadi alarm untuk beberapa hari ke depan .


__ADS_2