Kenapa Harus Aku ?

Kenapa Harus Aku ?
kembali ke Kampung


__ADS_3

"Aku tahu gimana perasaan mas saat ini . Tapi bayangkan kalau mas masih terus bersama mbak Kinan . Mas, ngga akan punya keluarga lagi, semua mas tanggung seorang diri . tanpa dukungan darinya . ..


dari awal, Nurin sudah menolak dia . tapi Mas tetap saja kekeh, bahkan ibuk sampe mas lawan demi wanita seperti itu ...


Mas tahu dia ngga bener, mas tahu dia gila, mas tahu dia selingkuh . tapi , mata hati mas sudah tertutup dengan nafsu untuk memiliki...


mungkin ini waktu yang tepat, untuk belajar mengenai cinta yang sesungguhnya . percayalah mas, cinta memang terkadang tidak harus memiliki ... "


Kali ini, Nurin berbicara dengan dewasa, tanpa nada marah seperti sebelum-sebelumnya . Entah, di dengar atau tidak Nurin hanya ingin menasehati, sejatinya seperti ini adalah hal yang lebih baik .


"Tapi mas cinta dek "


"Mas bahagia ?"


"mas ngga bisa hidup tanpa Kinanti dan anak-anak"


"aku tanya, Mas bahagia ?"

__ADS_1


Rama kembali menangis, dia tidak bisa memastikan akan perasaannya sendiri . Yang dia pahami saat itu hanyalah kesedihan yang luar biasa , kehancuran yang sangat besar, dan matinya akan kehidupan .


"Mas aja tidak bisa menjawab, mas tidak tahu gimana hati mas sendiri "


Nurin melanjutkan bicaranya, dia menyerbu Rama dengan kalimat-kalimat yang memang sudah dia siapkan .


Bagaimana pun, dia adalah saudara . Dia tak akan sanggup melihat Rama se menyedihkan ini, dia tak mungkin membiarkan Rama lontang-lantung di jalanan .


Di beri nya makan , lalu dia memesankan tiket agar Rama kembali ke kampung untuk menenangkan diri . Memikirkan semua dengan pikiran bersih, dengan hati yang suci .


di bekali dengan beberapa lembar uang 100 ribuan . sungguh, sebegitu pedulinya Nurin terhadap Rama . Namun, sebelumnya selalu tertutup dengan kebenciannya terhadap Kinan .


"Mas, itu ojek langganan Nurin . Mas, hati-hati dijalan yaa . tata kembali pikirannya, jangan neko-neko"


Seolah lebih dewasa, Nurin terus saja memberikan arahan . Ia sedikit khawatir kali ini, takut jika Rama melakukan hal konyol saat di jalan . Tapi, apa mau dikata, Ia sendiripun tidak bisa jika harus mengantarkan Rama sampai dikampung halaman .


"aku balik dulu ya dek . Kabarin mas kalau anak-anak mas kenapa-napa "

__ADS_1


"Mas tenang aja . Nurin bakal pantau "


Hatinya sungguh tak rela meninggalkan kota itu . Kota berjuta kenangan, suka maupun duka telah ia lalui puluhan tahun, bersama orang yang sangat ia cintai, namun sayang nya cintanya berhenti di hati dia sendiri . Rasa itu, tidak lah mendapat balasan yang sama dari sang pujaan hati .


Wanita yang dia sanjung dimana pun berada, kini memilih memuji pria lain . Ya tentunya, pria yang pernah mewarnai harinya di masa muda .


Mungkin, Kinan lupa . pria itu juga yang telah menghancurkan masa depannya, merusak masa mudanya, bahkan membunuh segala mimpi yang telah dia bangun.


' Sudahlah ! ' Rama menggeleng keras kepalanya, mengusir bayangan-bayangan yang muncul tanpa di minta . Kenangan indah dan buruk yang sempat mewarnai .


Dengan apapun alasan yang ada, Rama haruslah bangkit . Dia lelaki, mana mungkin lama merana hanya karena cinta . heh, tidak bisa di bayangkan jika memang seperti itu.


"Mas, sudah sampai . Bisnya udah mau jalan ...


mas ...."


"eh iya pak, maaf maaf..."

__ADS_1


Rama sadar, semua bukan lah mimpi buruk . itu sebuah proses dari secuil kisah hidupnya . Ia segera turun dari sepeda motor lalu bergegas naik Bis yang sudah siap berangkat.


__ADS_2