
"Aku tahu gimana perasaan mas saat ini . Tapi bayangkan kalau mas masih terus bersama mbak Kinan . Mas, ngga akan punya keluarga lagi, semua mas tanggung seorang diri . tanpa dukungan darinya . ..
dari awal, Nurin sudah menolak dia . tapi Mas tetap saja kekeh, bahkan ibuk sampe mas lawan demi wanita seperti itu ...
Mas tahu dia ngga bener, mas tahu dia gila, mas tahu dia selingkuh . tapi , mata hati mas sudah tertutup dengan nafsu untuk memiliki...
mungkin ini waktu yang tepat, untuk belajar mengenai cinta yang sesungguhnya . percayalah mas, cinta memang terkadang tidak harus memiliki ... "
Kali ini, Nurin berbicara dengan dewasa, tanpa nada marah seperti sebelum-sebelumnya . Entah, di dengar atau tidak Nurin hanya ingin menasehati, sejatinya seperti ini adalah hal yang lebih baik .
"Tapi mas cinta dek "
"Mas bahagia ?"
"mas ngga bisa hidup tanpa Kinanti dan anak-anak"
"aku tanya, Mas bahagia ?"
__ADS_1
Rama kembali menangis, dia tidak bisa memastikan akan perasaannya sendiri . Yang dia pahami saat itu hanyalah kesedihan yang luar biasa , kehancuran yang sangat besar, dan matinya akan kehidupan .
"Mas aja tidak bisa menjawab, mas tidak tahu gimana hati mas sendiri "
Nurin melanjutkan bicaranya, dia menyerbu Rama dengan kalimat-kalimat yang memang sudah dia siapkan .
Bagaimana pun, dia adalah saudara . Dia tak akan sanggup melihat Rama se menyedihkan ini, dia tak mungkin membiarkan Rama lontang-lantung di jalanan .
Di beri nya makan , lalu dia memesankan tiket agar Rama kembali ke kampung untuk menenangkan diri . Memikirkan semua dengan pikiran bersih, dengan hati yang suci .
di bekali dengan beberapa lembar uang 100 ribuan . sungguh, sebegitu pedulinya Nurin terhadap Rama . Namun, sebelumnya selalu tertutup dengan kebenciannya terhadap Kinan .
"Mas, itu ojek langganan Nurin . Mas, hati-hati dijalan yaa . tata kembali pikirannya, jangan neko-neko"
Seolah lebih dewasa, Nurin terus saja memberikan arahan . Ia sedikit khawatir kali ini, takut jika Rama melakukan hal konyol saat di jalan . Tapi, apa mau dikata, Ia sendiripun tidak bisa jika harus mengantarkan Rama sampai dikampung halaman .
"aku balik dulu ya dek . Kabarin mas kalau anak-anak mas kenapa-napa "
__ADS_1
"Mas tenang aja . Nurin bakal pantau "
Hatinya sungguh tak rela meninggalkan kota itu . Kota berjuta kenangan, suka maupun duka telah ia lalui puluhan tahun, bersama orang yang sangat ia cintai, namun sayang nya cintanya berhenti di hati dia sendiri . Rasa itu, tidak lah mendapat balasan yang sama dari sang pujaan hati .
Wanita yang dia sanjung dimana pun berada, kini memilih memuji pria lain . Ya tentunya, pria yang pernah mewarnai harinya di masa muda .
Mungkin, Kinan lupa . pria itu juga yang telah menghancurkan masa depannya, merusak masa mudanya, bahkan membunuh segala mimpi yang telah dia bangun.
' Sudahlah ! ' Rama menggeleng keras kepalanya, mengusir bayangan-bayangan yang muncul tanpa di minta . Kenangan indah dan buruk yang sempat mewarnai .
Dengan apapun alasan yang ada, Rama haruslah bangkit . Dia lelaki, mana mungkin lama merana hanya karena cinta . heh, tidak bisa di bayangkan jika memang seperti itu.
"Mas, sudah sampai . Bisnya udah mau jalan ...
mas ...."
"eh iya pak, maaf maaf..."
__ADS_1
Rama sadar, semua bukan lah mimpi buruk . itu sebuah proses dari secuil kisah hidupnya . Ia segera turun dari sepeda motor lalu bergegas naik Bis yang sudah siap berangkat.