
"Ini dia kak sekolahnya, sudah sampai.." Ucap Tania menghentikan motornya.
Nathalia turun dan memandang ke arah sekolah yang ditunjuk Tania. Sedangkan Tania memarkirkan motornya.
Di parkiran hanya ada beberapa motor, kebanyakan siswa/siswi menggunakan sepeda atau memilih berjalan kaki karena jarak ke sekolah lumayan dekat.
"Beda bangat yah sama sekolah yang pernah aku lihat di kota. Yang biasa aku lihat gedung sekolah yang bertingkat, eh ini malah gedung yang biasa-biasa aja" Batin Nathalia.
"Kenapa kak? Ops, maaf, maksud aku ibu." Ucap Tania merasa tidak enak.
"Kalau di luar gak papa kok kamu panggil aku kakak, tapi kalau di kelas baru deh panggil ibu. Bukan nya apa-apa biar sama aja sama siswa lain." Jelas Nathalia.
"Baik kak. Kakak baru pertama kali lihat sekolah kecil kayak gini yah..?" Tanya Nathalia.
"Ini sekolah atau kebun?" Tanya Nathalia.
"Sekolah lah kak" Ucap Tania mengerti maksud Nathalia.
Wajar jika Nathalia mengatakan sekolah itu seperti kebun. Gedung sekolah dikelilingi berbagai macam bunga dan pepohonan.
Di bawah pohon yang rindang terdapat batu berukuran sedang tersusun rapi yang menjadi tempat duduk para siswa bila jam istirahat.
Suasana sejuk dan aroma dari beberapa bunga mampu menenangkan pikiran. Udara yang sejuk menambah lengkapnya kenyamanan di sekolah tersebut.
"Tapi , meski sekolahnya lebih kecil dari yang pernah aku lihat, suasana disini jauh lebih menenangkan. Udaranya sejuk tanpa polusi, mata kita juga dihidangkan pemandangan yang begitu indah. Kalian pasti suka belajar disini." Ucap Nathalia panjang lebar.
"Yah, suka gak suka, sekolah di desa ini kan cuman ini kak" Ucap Tania jujur.
"Iya juga sih" Kata Nathalia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Semoga betah ya kak. Oh iya kak, mari aku antarkan ke ruang guru" Ajak Tania.
__ADS_1
"Baiklah, trimakasih ya, sudah menemani kakak" Tutur Nathalia.
"Mari kak" Kata Tania mempersilakan.
Mereka melangkah menyusuri halaman sekolah yang dihiasi bunga. Di setiap halaman terdapat taman mini yang di urus setiap anggota kelas masing-masing.
Terlihat tujuan langkah mereka semakin dekat, siswa/siswi menatap ke arah mereka. Terutama para pria, mereka kagum dengan penampilan Nathalia yang berpenampilan feminim, sebab itulah gaya hidupnya.
Nathalia yang masih di dampingi oleh Tania memasuki ruang guru. Kebanyakan guru disana jauh lebih tua dari Nathalia.
"Selamat pagi pak, bu"Sapa Nathalia.
"Selamat pagi.." Ucap para guru serentak.
" Perkenalkan saya guru baru disini, nama saya Nathalia, bisa dipanggil Lia." Ucap Nathalia memperkenalkan diri.
"Senang bertemu denganmu" Ucap salah seorang guru perempuan seumuran kakaknya, tapi sudah berkeluarga bernama Elisa.
"Baiklah saya permisi bu.." Ucap Tania yang sedari tadi melihat perkenalan antar guru.
"Oh iya . Makasih ya Tania" Ucap Nathalia yang hampir lupa dengan keberadaan Tania.
"Sama-sama bu, saya permisi ya Pak, bu" Izin Tania lalu pergi meninggalkan ruang guru dan pergi menuju ruangan kelasnya.
"Ibu kenal dengan Tania?" Tanya Joel salah satu guru sekaligus wakil kepala sekolah di SMA Kemuning.
Joel sudah berusia lima puluh dua tahun, dia adalah guru tertua di sekolah tersebut.
"Semalam aku menginap di rumahnya pak" Ucap Nathalia.
"Oh ya? Kenapa?"
__ADS_1
"Kebetulan aku datang terlalu sore, dan tidak sempat untuk beres-beres pak."
"Oh, begitu? Aku baru ingat kalau rumah yang disediakan untuk kamu berada di samping rumah Tania" Ucap Joel mengingat-ngingat.
"Iya pak. Keluarga mereka sangat baik, bahkan aku disuruh tante Ratih untuk tinggal bersama mereka. Tapi si cowok resek yang satu itu buat mood aku hilang." Ucap Nathalia kebablasan tanpa berpikir siapa lawan bicaranya.
"Maksud bu Tania?"
"Maaf saya bicara tidak baik pak." Pinta Nathalia.
"Tidak apa-apa bu. Apakah ibu sudah bertemu pak kepala sekolah?" Tanya Joel.
"Belum pak.."
"Benarkah? " Tanya Joel penasaran.
"Belum pak. Bahkan aku belum pernah melihat wajahnya."
"Sulit dipercaya" Ucap Joel spontan.
"Maksud bapak?" Tanya Nathalia penasaran dengan perkataan Joel.
"Tidak ada apa-apa bu. Kalau begitu sebelum masuk, mari saya antar ke ruangan bapak kepala sekolah" Ajak Joel.
"Oh boleh, mari pak." Kata Nathalia menyetujui.
Mereka melangkah keluar dari ruang guru, pergi menuju ruang kepala sekolah yang berada terpisah dari ruangan kelas dan ruang guru, yang tidak kalah indahnya dari beberapa ruangan lainnya.
Kakak yang baik, jika suka like, komen dan juga vote yah.
Trimakasih.. 😊😊
__ADS_1