
"Lisa...." Sapa Andre dari luar kamar Tania.
"Idihhhh... Mentang-mentang udah direstuin ..." Kata Tania judes.
"Iri.. Bilang boss..." Ucap Andre.
"Ngapain iri, aku juga bentar lagi bakalan punya pacar.." Kata Tania tidak mau kalah.
Sentilan keras meluncur ke kening Tania, " Awas kalau macam-macam ya.." Kata Andre.
"Macam-macam gimana sih kak..?" Ucap Tania kesal.
"Masih kecil, sudah mikirin pacaran. Sekolah tuh di pikirin.." Ucap Andre.
"Bawel deh kak.." Ucap Tania tidak suka.
"Lagian mau pacaran sama siapa sih?" Tanya Andre.
"Kakak kepo deh..."
"Bilang gak?" Kata Andre.
"Sama kak Doni.." Ucap Tania jujur.
"Astaga dek... Doni kan jauh lebih tua dari kamu.. Emang dia mau nunggu kamu sampai lulus kuliah?" Tanya Andre.
"Mikirnya jangan kejauhan dong kak.. Jadian aja belum.." Ucap Tania kesal.
"Kakak doain gak akan jadian.."
"Kakak nyebelin bangat sih... Awas Tania mau lewat.." Ucap Tania kesal.
"Mau kemana?" Tanya Andre.
"Mau lihat kak Doni udah makan apa belum.." Kata Tania langsung menerobos keluar dari kamar.
"Awas kalau macam-macam ya.." Ucap Andre.
Tania tidak menghiraukannya, ia segera pergi dan menemui Doni ke samping rumahnya.
"Ehhh Kaansa.." Kata Nathalia yang baru datang menghampiri Andre.
__ADS_1
"Habis ngapain sih? Kakak udah lama loh disini.." Ucap Andre.
"Masa sih Kaansa..??" Tanya Nathalia.
"Tanya aja tuh Tania, kami aja udah sempat berantam satu ronde." Ucap Andre.
"Tania gak ada .." Kata Nathalia yang tidak melihat keberadaan Tania.
"Sudah pergi nengok Si Doni itu.." Ucap Andre.
"Kok Kaansa kelihatan lagi kesal sih?" Tanya Nathalia.
"Gimana gak kesal, masa Tania baru kenal bentar udah langsung suka sama Doni, malahan dia pengen jadian. " Jelas Andre.
"Biarin sajalah Kaansa, yang penting dia belajarnya tidak terganggu dan masa depannya juga tidak bermasalah." Ucap Nathalia menenangkan.
"Justru aku takutnya malah sebaliknya.." Kata Andre cemas.
"Sudahlah Kaansa, jangan mikir yang negatif dong.. Mending cium dulu, belum dapat jatah nih seharian.." Ucap Nathalia seperti biasa memonyongkan bibirnya.
"Lisa... Kita lagi di depan kamar loh, gak takut apa kakak tergoda..?" Tanya Andre.
"Ngapain takut, kan Kaansa pasti gak akan bakalan melakukan hal yang lebih.." Ucap Nathalia yakin.
"Kakak tuh yang jago ngeles, ayo dong Kaansa cium dulu.." Pinta Nathalia.
Kecupan terlontar pada bibir Nathalia, Andre yang maksudnya hanya sekedar memberi kecupan akhirnya mulai memasukkan lidahnya. Nathalia menerima dengan senang hati , sebab ia telah kecanduan dengan hal ini.
Terkadang bahkan makanan yang sudah berada di mulut Andre ia tidak segan mengambilnya pakai lidah nya dan memindahkannya ke mulutnya. Ia merasa itu suatu hal yang menyenangkan.
" Tadi Kaansa cari aku kenapa?" Tanya Nathalia.
"Kangen sama Lisa.." Ucap Andre.
"Masa sih Kaansa, kok aku kurang yakin ya.." Kata Nathalia.
"Gini lohh, besok kakak mau ke kota tempat kamu tinggal." Kata Andre.
( Berhubung Author belum memberi nama kota tempat tinggal Nathalia, kita kasih nama Jakarta aja ya, daripada ribet.)
" Kaansa ngapain ke Jakarta..?" Tanya Nathalia.
__ADS_1
"Kamu ingat gak waktu kakak cerita tentang mantan kakak?" Tanya Andre.
"Trus kenapa? Kaansa mau ketemu sama dia?" Tanya Nathalia sedih , matanya sudah berkaca-kaca.
"Pikiran kamu tuh ya..." Ucap Andre.
"Kan Kaansa yang bilang .." Ucap Nathalia.
"Maksud kakak, saat cerita kan kakak bilang kalau ada sahabat yang sudah kakak anggap sebagai saudara kakak sendiri." Ucap Andre.
"Ohhh.. Nathalia kirain mau ketemu mantan.." Ucap Nathalia.
"Enggak lah, kan sudah ada Lisa. Kakak itu mau ketemuan sama dia, soalnya kita dulu berjanji akan ketemu , dan kami menentukan tanggal, waktu dan tempatnya. Kami ingin membuktikan seberapa kuat persahabatan kita dengan cara tidak saling berkomunikasi setelah Wisuda, dan akan bertemu besok malam." Jelas Andre.
"Kalau dia gak datang dan gak ingat gimana Kaansa?" Tanya Nathalia.
"Ya mau gimana, berarti dia lupa sama kakak. Gimana? kamu besok mau ikut gak?" Tanya Andre.
"Mau dong Kaansa, lagian kebetulan besok aku gak ada kelas .." Ucap Nathalia.
"Baiklah, sekalian Kaansa pengen kenalan sama keluarga Lisa.."Ucap Andre.
"Oke deh kak. Aku juga udah kangen sama Mama papa."Ucap Nathalia.
"Dasar Manja.." Ucap Andre.
"Tapi gemesin kan.." Ucap Nathalia membuat wajahnya seimut mungkin.
"Banget..." Ucap Andre langsung memagut bibir Nathalia, ciuman semakin dalam, dan mereka mulai terbawa sensasi kenikmatan. Tangan Andre mulai tidak terkontrol, ia mulai mengusap punggung Nathalia lalu mulai menjalar ke arah perut , mencari gundukan besar disana. Tapi belum sempat ia mendapatkannya, ia tersadar dan melepaskan diri.
" Kakak tidak ingin berbuat lebih Lisa, aku sayang sama kamu dan akan menjaga kamu.." Ucap Andre.
Nathalia meneteskan air matanya, ia terharu dengan perkataan Andre. " Trimakasih Kaansa.. Aku sayang Kaansa juga.." Ucap Nathalia lalu memeluk Andre.
"Kakak pergi ya.." Pamit Andre melangkah pergi.
"Kalau cuman megang aja aku gak marah kok Kaansa.." Goda Nathalia.
" Jangan menggodaku Lisa.. Kamu beruntung tadi aku masih sadar.." Ucap Andre.
"Lain kali akan kubuat Kaansa tidak sadar.." Teriak Nathalia.
__ADS_1
"Coba aja kalau bisa.." Balas Andre, hingga akhirnya ia tidak terlihat lagi.
" Padahal tadi aku sudah terhanyut lohhh.." Batin Nathalia tersenyum membayangkan hal tadi.