Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Kepala Sekolah????


__ADS_3

"Kepala sekolah kita perempuan ya pak?" Tanya Nathalia.


"Tidak bu.. Kepala sekolah kita laki-laki. Memang nya kenapa bu?" Tanya Joel.


"Tidak papa pak, heran aja dengan pekarangan sekolah yang dipenuhi bunga."


"Namanya juga pecinta alam , dia juga sangat suka kebersihan." Jelas Joel.


"Oh gitu ya pak." Ucap Nathalia termangut-mangut .


"Silakan masuk bu..! Ini ruangan kepala sekolah." Ucap Joel mempersilakan.


"Baik pak, trimakasih ya pak."


"Baik bu, kalau begitu saya permisi" pamit Joel dan pergi meninggalkan Nathalia yang sedang berdiri di depan pintu ruang kepala sekolah.


Dengan sedikit grogi Nathalia mengetuk pintu.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan terdengar.


"Silakan masuk..!" Suruh seseorang dari dalam ruangan.


Perlahan Nathalia membuka pintu, dan mendapati seseorang tengah membaca koran. Koran yang dia baca menutupi wajahnya.


"Pemisi pak. Saya guru baru yang ditempatkan disini." Kata Nathalia menyapa.


Orang itu perlahan menurunkan koran tersebut, dan terlihatlah wajah tampan milik pria tersebut.


"Kamu???" Seketika wajah Nathalia berubah saat melihat pria di hadapannya.


"Selamat datang di SMA Kemuning " Ucap pria tersebut.


"Eh, Andre kamu ngapain duduk disitu?"


"Menurut kamu?"


"Awas yah, aku aduin ke kepala sekolah" Ucap Nathalia.


"Mau ngadu sama siapa? Orang kepala sekolah disini saya kok" Ucap Andre penuh kemenangan.


"Aku gak percaya"


"Gak jera apa ngadu-ngadu soal aku? Lagian pasti ujung-ujung nya nanti kamu malu sendiri" Kata Andre.

__ADS_1


"Masalah rumah mewah, bisa aja itu warisan ayah kamu. Tapi kalau tentang kamu jadi kepala sekolah disini, aku yakin kali ini aku pasti benar menganggap kamu hanya mengaku- ngaku."


"Trus, menurut kamu aku ngapain disini?" Tanya Andre.


"Siapa tahu kamu cuman tata usaha disini, dan ingin mengambil berkas, dan malah duduk manis di kursi kepala sekolah." Ucap Nathalia masih tetap dengan pendiriannya.


"Baiklah, silakan kamu buktikan sendiri" Tantang Andre.


"Ok, tunggu disini. Aku akan memanggil pak Joel. Siap-siap dikeluarkan dari sekolah ini." Ucap Nathalia dan melangkah keluar.


"Kita lihat siapa yang akan dikeluarkan.." Ucap Andre setengah teriak.


Setelah menemukan keberadaan Joel, Nathalia mengajaknya pergi menemui Andre.


"Pak, lihat guru honor satu ini, dia bersikap seolah-olah dialah kepala sekolah disini" Nathalia mengadukan Andre.


Joel yang melihat Andre sedang duduk menatap kedatangan mereka seolah segan dan menyapa dengan sopan.


"Selamat pagi pak" Ucap Joel sopan, meski ia sudah jauh lebih tua.


"Selamat pagi pak Joel, apa ada masalah pak?" Tanya Andre.


"Maaf pak, sepertinya bu Nathalia salah paham."


Mendengar dan melihat apa yang terjadi, Nathalia mulai merasa gelisah. Nathalia berpikir keras tentang apa yang harus ia katakan selanjutnya.


"Kareana bu Nathalia adalah guru baru, dia tidak mengetahui bahwa anda adalah Kepala Sekolah disini. Dan mungkin baginya anda terlalu muda sebagai kepala sekolah. " Joel menjelaskan secara rinci.


"Baiklah pak, anda boleh keluar, kami akan meluruskan kesalahpahaman ini." Andre memberi perintah, dan dari tatapannya seolah-olah ia senang karena akan tiba bagi dirinya kembali membuat si gadis manja itu malu sendiri.


"Baik pak saya permisi." Joel pamit dan pergi keluar dari ruangan tersebut.


"Mati aku" Batin Nathalia meremas tangannya .


"Sa.. sa..ya... Permisi pak , saya ada kelas." Ucap Nathalia gugup dan ingin melarikan diri.


"Silakan duduk dulu bu Nathalia, kita belum berkenalan secara resmi." Andre tersenyum penuh kemenangan.


Nathalia duduk berhadapan dengan Andre, Perasaan gugup semakin menguasai hatinya.


"Perkenalkan saya Kepala Sekolah disini." Andre kembali menegaskan walau ia tahu bahwa Nathalia telah mengetahui ini.


"Iya.. iya aku tahu, sombong bangat nih cowok" Batin Nathalia.


"Saya guru baru disini pak, maaf telah lancang sebelumnya" Nathalia berbicara selembut mungkin sehingga berbanding terbalikdengan apa yang ada dalam hatinya.

__ADS_1


"Oh iya, berarti anda tahu kan siapa yang akan keluar? Dan jika anda dikeluarkan dari sini, kemanapun kamu melamar, kamu tidak akan diterima. Karena kamu dikeluarkan secara tidak hormat." Andre memberi ancaman dan memamerkan kemenangannya.


Deg....


Perasaan Nathalia jadi tidak karuan, tidak mungkin ia harus kehilangan pekerjaannya, padahal itulah impiannya.


Nathalia hanya bisa menunduk, tanpa suara berharap Andre mengubah keputusannya. Tapi dilihat dari sikapnya pada Andre dari awal bertemu mungkin akan susah dapat toleransi.


"Sejak kapan ibu Nathalia jadi pendiam?" Andre memancing Nathalia untuk bicara. Dalam hatinya ia merasa puas mampu membuat gadis yang selalu mengejeknya tertunduk di hadapannya.


"Saya minta maaf pak, saya tidak akan berbuat demikian lagi. Izinkan saya tetap mengajar disini, sebab ini adalah impian saya." Nathalia berkata jujur, dan mencoba memberanikan diri.


Andre lalu berdiri dan melangkah mendekati Nathalia.


"Ya Tuhan apa yang akan ia lakukan, aku tahu aku salah, tapi aku kan sudah minta maaf. Apa lagi kesalahanku?" Nathalia berkata-kata dalam hati melihat Andre yang datang menghampiri.


Nathalia spontan langsung berdiri dengan gugup menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulut Andre.


"Baiklah, kamu bisa terus mengajar disini sampai kapanpun kamu mau, tapi ingat jadilah contoh yang baik bagi semua murid di sekolah ini." Andre mengucapkan kata-kata yang membuat Nathalia tersenyum bahagia.


"Trimakasih pak..." Nathalia yang terlalu girang mengahambur memeluk Andre .


"Ehmmmm" Andre berdehem setelah mendapat pelukan dari Nathalia.


"Eh, maaf pak . Kesenangan soalnya" Nathalia merasa sangat malu dan mengumpat dirinya sendiri.


"Bodoh bangat sih kamu Lia..." Batin Nathalia.


"Baiklah. Oh iya satu lagi. Pakaian mu tolong di persopan lagi. Tidak baik jika siswi disini mengikuti fashionmu" Andre memperingatkan Nathalia yang berpakaian ketat dan memakai rok mini.


"Baik pak, besok saya akan memakai rok yang lebih panjang"


"Akan lebih baik jika kamu memakai celana panjang" Andre memberi usul.


"Baik pak, akan saya lakukan . Saya permisi pak!" Nathalia pamit.


"Baik silakan." Andre mempersilakan Nathalia untuk pergi.


Andre menatap Nathalia yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya. Andre tersenyum mampu membuat Nathalia menjadi bersikap baik padanya.


****


Jangan lupa untuk like, komen dan vote.


Tinggalkan jejak kalian, agar aku bisa lihat siapa saja yang mampir ke ceritaku.

__ADS_1


Trimakasih readers kesayangku. ...


__ADS_2