Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Memanggang ikan.


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan tubuh dan membersihkan ikan, mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah gubuk di tengah-tengah sawah.


Gubuk biasanya digunakan oleh para petani sebagai tempat beristirahat saat merasa lelah setelah selesai bekerja. Dengan pakaian yang masih basah mereka duduk di gubuk milik Andre. Gubuk yang berukuran lumayan besar dibanding dengan gubuk lainnya.


Andre pergi ke pinggiran sawah mengambil jeruk nipis , yang tumbuh subur . Para petani lainnya biasanya boleh mengambil secukupnya, dengan syarat tidak merusak.


Kini Andre mulai membelah potongan bambu yang akan mereka gunakan untuk memanggang ikan. Terlihat Nathalia mulai kedinginan, membuat Andre menjadi khawatir.


"Lia.. Kalau kedinginan kita pulang saja. Kita panggang di rumah saja gimana?" Bujuk Andre.


"Aku kuat kok, kan sekarang ada api juga, jadi tambah hangat." Nathalia menolak sebab tidak ingin mengecewakan hati mereka.


"Iya kak. Nanti kakak sakit lagi..!" Ucap Tania.


"Tidak apa-apa dek. Kakak baik-baik saja kok." Nathalia terus meyakinkan meski sesungguhnya ia merasa sangat kedinginan.


"Cepat panggang ikannya biar kita juga bisa cepat pulang." Suruh Ratih.


"Baik Ma. Kalau gitu aku ngulek bumbunya dulu ya. Kakak yang panggang ikannya." Usul Tania lalu memulai tugasnya.


Andre mulai memanggang sesekali ia mengipas arang yang dibuat untuk memanggang ikan. Aroma ikan membuat perut meminta jatah sebelum waktunya.


"Hmmmm. Aromanya bikin aku lapar nih kak." Ucap Tania.


"Masih lama kak..?" Tanya Nathalia yang juga tidak sabar lagi. Hawa dingin masih ia rasakan. Ia hanya mencoba menghangatkan tubuhnya dengan meringkukkan badannya.

__ADS_1


"Ini bentar lagi kok." Ucap Andre sambil memeriksa ikan yang ia panggang.


Beberapa saat setelah mereka menunggu, Andre mengambil daun pisang dan menaruhnya sebentar ke nyala api. Setelah terlihat layu dan berminyak, Andre segera mengambilnya, takut daun pisangnya malah gosong.


Lalu Andre meletakkan ikan yang ia panggang di atas daun pisang tersebut. Ia juga melumuri ikan dengan bumbu yang Tania ulek dan memeras jeruk sebagai penambah nikmatnya rasa ikan panggang. Aroma ikan semakin wangi karena ditambah aroma dari daun pisang yang dijadikan sebagai wadahnya.


"Ayo kak, kita makan.." Ajak Tania semangat.


"Masih panas dek... Tunggu sebentar lagi" Ucap Andre.


"Sudah pengen kak. Ini aku menelan ludah mulu dari tadi." Rengek Tania.


Nathalia tersenyum melihat tingkah Tania. Tidak bisa dipungkiri ia juga sebenarnya sangat menginginkan ikan tersebut. Aroma nya benar-benar telah mengguga selera Nathalia.


"Ini.. Cuci tangan dulu." Ratih memberikan sebuah mangkok berisi air bersih.


"Aaa..." Andre menyuapi Nathalia.


Karena sudah sangat menginginkannya , Nathalia segera membuka mulut nya.


"Enak kak " Nathalia memuji.


"Kayaknya punya kak Lia lebih enak deh." Ucap Tania.


"Lebih enak gimana? Resepnya kan sama, yang masak juga sama." Sahut Ratih.

__ADS_1


"Kalau dia kan di suapin penuh cinta." Ujar Tania.


Uhuk.. Uhuk..


Nathalia dan Andre yang sedari tadi menikmati makanan dan tidak menghiraukan perkataan Tania, tiba-tiba terbatuk bersamaan.


"Cieee. Kompak bangat batuknya.Aku benar ya kak?" Tania mulai menggoda.


"Deeekk..." Andre memanggil Tania dengan nada yang panjang.


"Iya... Iya.." Tania melanjutkan makan nya.


Nathalia hanya tersipu malu dan Andre yang menyadari hal itu tersenyum manis.


"Aku yang selama ini tidak terlalu berambisi untuk menjalin hubungan, kini mampu berubah karena gadis kota ini." Gumam Andre.


"Gak usah ditatapin terus juga kali kak.." Tania membuyarkan pandangan Andre.


"Siapa yang natapin sih?" Sahut Andre.


"Mmm. Iya deh." Jawab Tania.


"Sudah lah... Makan saja dulu, biar kita pulang. Kasihan nak Lia sedari tadi sudah menggigil kedinginan. " Ucap Ratih.


Mereka menghabiskan makanan yang tersedia di hadapan mereka dan berkemas untuk pulang. Mereka juga membawa beberapa ikan segar untuk mereka bawa ke rumah.

__ADS_1


Sebelum pulang Andre menutup rapat pipa dari kolam tersebut. Sebab disana masih ada ikan yang berukuran kecil untuk dikembangkan lagi. Tidak lupa ia intuk mengalirkan air lagi, agar kolam kembali terisi penuh.


__ADS_2