
Apa yang terjadi pada Doni..?
Ini dia ceritanya... 😊😊
Flashback On
Orangtua dari Doni yang mendapat kabar tentang anaknya dari Adrian, segera datang ke hotel tersebut. Baru saja Mama Doni atau biasa dipanggil Sinta, segera berlutut di hadapan Adrian.
Adrian menjadi merasa heran dengan perlakuan Sinta yang tiba-tiba saja datang dan melakukan hal itu.
" Pak Adrian.. Tolong maafkan anak saya pak.. Saya tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Hanya dia harapan saya pak." Sinta menangis sambil memohon pada Adrian.
"Ada apa ini bu Sinta? Apa yang anda lakukan?" Adrian menjadi merasa segan dengan apa yang dilakukan Sinta.
" Saya mohon pak.. Jangan masukkan Doni ke dalam penjara.. Saya janji hal ini tidak akan terulang lagi Pak. Saya mohon..." Sinta terus menangis dan memohon pada Adrian.
"Ibu Sinta, tolong berdiri lah, mari kita bicara baik-baik. " Ajak Adrian.
Sinta berdiri dan masih terus saja menangis. Doni sudah lemah akibat pukulan yang diberikan oleh Martin. Bahkan bukan hanya Martin, Adrian juga memberi pukulan pada Doni setelah Martin dan Anita pergi membawa Yuna. Tidak ada seorang ayah yang tidak geram dan marah bila melihat putrinya dilecehkan bukan?
"Pak... Tolong ya pak. Doni tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.. Iya kan Nak...? " Sinta mendekati anaknya.
__ADS_1
Doni hanya mengangguk lemah membuat Sinta sangat sedih melihat keadaan putranya.
" Seandainya ibu Sinta di posisi saya, saya yakin, ibu juga akan melakukan hal yang sama kan Bu?" Adrian tidak bisa menerima permohonan Sinta.
Sinta menangis semakin menjadi-jadi, ia mulai memarahi Doni yang bertindak bodoh. " Apa kamu belum puas membuat papamu meninggal? Apa kamu juga ingin melihat Mama ikut menyusul papa? Apa sebenarnya yang kamu inginkan Don? Apa kamu tidak kasihan melihat Mama?" Sinta berteriak histeris.
Adrian yang mendengar hal itu tercengang, kabar ini baru saja ia dengarkan. Ia tidak mengetahui kalau Papa Doni telah meninggal. Sebab , sejak kejadian pertunangan yang gagal tersebut, mereka menjadi saling menjauh dan memutuskan hubungan kerja.
"Aa..apa.. Yang baru saya tadi dengar tidak salah Bu?" Tanya Adrian terkejut.
Sinta kembali menangis, " Benar pak, suami saya telah meninggal. Setelah Doni meninggalkan kami, suami saya terkena stroke . Ia menjadi sakit-sakitan dan akhirnya meninggal." Sinta bercerita dengan sangat sedih.
Adrian juga sedih, bagaimanapun juga papa Doni adalah temannya. Ia merasa bersalah tidak mengetahui hal itu dengan cepat." Bu Sinta.. Saya minta maaf karena terlambat mengetahui hal ini." Adrian merasa bersalah.
"Doni... Mama mohon sama kamu, jangan menyusahkan Mama lagi.." Pinta Sinta sedih.
Doni kini menyesali perbuatannya, ia merangkak perlahan menahan sakit. Ia menuju Adrian dan dengan susah payah berlutut di hadapan Adrian.
"Om, tolong maafkan saya.. Saya tidak akan melakukan kesalahan lagi." Doni meminta maaf.
"Baiklah.. Ini semua karena Om kasihan melihat Mama kamu. Dan saya harap kamu tidak lagi membuat kesalahan seperti itu. Berusahalah untuk membuat Mama mu bangga, bukan malah membuatnya menderita." Adrian memperingatkan.
__ADS_1
"Baik Om. Trimakasih banyak Om." Ucap Doni lega.
"Oh iya bu Sinta.. Kalau bisa , usahakan Doni jauh dari keluarga kami, agar tidak terjadi lagi hal seperti ini." Pinta Adrian.
"Baik Pak. Saya akan mengirimnya ke daerah terpencil, semoga dia bisa berubah setelah disana." Kata Sinta.
"Baik bu. Jika demikan saya permisi dulu." Ucap Adrian.
"Baik pak. Trimakasih banyak atas kemurahan hati bapak" Ucap Sinta.
"Sama-sama bu. Dan untuk kamu Doni, jangan hancurkan kepercayaan kami." Ucap Adrian.
"Baik Om." Ucap Doni.
*****
Rencana author mau buat visualnya, aku minta sarannya dong...!
Kasih saran untuk visual Andre, Nathalia, Yuna, Martin, Doni, dan Tania.
Kasih namanya saja, biar author yang cari gambarnya.
__ADS_1
Aku tunggu saran kalian semua yah... 😊😊😊