Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Berpamitan


__ADS_3

Setelah pemberian sepatah dua patah kata kepada pengantin dari keluarga maupun teman selesai, kini tiba saatnya untuk pemberian kado spesial dari tamu undangan. Begitu banyak kado yang menumpuk di hadapan mereka saat ini.


Tidak terasa acara telah selesai, hanya acara foto yang belum kelar. Sambil diiringi lagu, Nathalia dan Andre sedang berdiri menanti orang-orang yang akan berfoto bersama mereka. Keluarga, teman silih berganti berfoto bersama pengantin.


Hari yang begitu melelahkan, namun melegakan bagi pengantin. Kini Nathalia sedang duduk sambil memijit kakinya yang mungkin terasa pegal karena terlalu lama berdiri seharian ini.


" Sini kakak bantu!" Kata Andre sambil berjongkok memijat kaki Nathalia pelan, membuat sang pemilik kaki merasa nyaman.


" Ekhm... Acara pijat-pijat nya nanti malam aja ..! Di tungguin disana tuh.." Martin datang menghampiri Nathalia dan Andre.


" Kakak apaan sih, kan aku cuman merasa pegal.." Ucap Nathalia malu.


" Loh, kakak kan gak bilang apa-apa, cuman nyuruh lanjutin nanti kan.." Martin merasa tak ada yang salah dengan kata-katanya.


" Ya sudah, kita kesana." Ajak Andre mengulurkan tangan, dan disambut bahagia oleh sang istri.


" Aku serasa jadi pengawal deh kayaknya, silahkan raja dan ratu.. !" Martin membungkukkan badannya meniru gaya pengawal yang tengah mempersilahkan sang raja dan ratu.


" Trimakasih... " Nathalia malah ikut mengambil peran.


Kini mereka tiba di tempat dimana kedua keluarga tengah berkumpul. Tentu ini akan menjadi momen sedih bagi keluarga besar Alexander. Sebab pada saat ini mereka akan melepas sang putri untuk pergi menata kehidupan barunya.


Setelah menikah, Nathalia memang tetap putri mereka, tapi percayalah akan ada sesuatu yang berbeda. Setelah menikah begitu banyak hal yang harus dijaga, dimana kita harus mampu membuat diri kita benar-benar adil dalam dua keluarga.


Sangat sulit menjalaninya, namun kita dituntut untuk mampu. Jika kita menyenangkan orangtua kita dengan hal apapun, maka kita juga harus mampu melakukan hal yang sama pada mertua kita. Jangan sampai ada ketidaksetaraan antara kedua keluarga, sebab itu akan menjadi sebuah ancaman bagi hubungan suami istri.


Jika disuruh memilih, sudah pasti sang suami akan membela orangtuanya begitupun sebaliknya, sang istri akan membela orangtuanya. Jadi tergantung bagaimana suami istri bersikap adil dalam keluarga.


Jika sang suami begitu mencintai orangtuanya, cintanya harus sama juga pada mertuanya dan begitupun sebaliknya dengan istri. Satu hal yang sangat penting harus diingat setelah menikah,


* Jangan membuat pasangan kita semakin menjauh dari orangtuanya. Justru kita harus buktikan dengan kehadiran kita dalam keluarga pasangan kita, malah akan semakin membuat hubungan mereka bertambah baik. Percayalah, jika kita mampu melakukannya, pernikahan kita akan baik-baik saja. Sebab kebanyakan masalah yang dilalui suami istri adalah permasalahan tentang kedua orangtuanya masing-masing yang terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka.*


*****


" Tidak terasa ya, Pah putri kesayangan kita sudah menikah.." Ucap Tiara pada Roy sambil menitikkan air mata.


" Iya Ma, padahal papa merasa baru kemarin dia terus merengek jika meminta sesuatu hal dari kita." Roy ikut menambahi , dia berusaha tegar meski hatinya saat ini sangat rapuh akan ditinggalkan oleh putri mereka.

__ADS_1


" Ma, Pa, jangan gitu dong. Nanti Lia malah merasa sangat sedih jika melihat kalian seperti ini." Martin mencoba menghibur, meski dalam hati ia pun sangat sedih karena Nathalia akan pergi.


" Cieee sudah nikah ni ye..... " Goda Tania.


"Apaan sih dek.." Ucap Nathalia malu.


" Bagaimana sebelum kalian berangkat kita makan bersama dulu.." Ajak Yuna


" Betul tuh kata istriku, kalian gak buru-buru amat kan?" Martin mulai menggoda.


" Mulai deh..." Ucap Nathalia manyun.


" Baiklah mari kita makan bersama.." Ratih menyetujui.


Kini dua keluarga yang baru saja menjadi besan sedang makan bersama. Mereka menikmati makanan yang disediakan dengan penuh kebahagiaan.


Selesai makan, mereka mengobrol sambil menunggu persiapan untuk pergi selesai. Terlihat beberapa orang sedang sibuk mengangkat dan menyusun barang dan kado Nathalia ke sebuah mobil pick up. Setelah barang tersusun dengan baik, tibalah waktunya bagi Nathalia untuk pergi ke ruamah suaminya.


" Aku pamit ya Ma..." Nathalia mulai menangis memeluk Tiara.


Hal yang wajar bagi seorang wanita akan sangat sedih saat akan meninggalkan orangtuanya sesudah menikah. Sebab saat menikah, kita tidak akan sebebas dulu. Kita tidak lagi bisa sesuka hati kita untuk datang menemui orangtua, tidak bisa bermanja-manja lagi. Dan hidup kita yang dahulu masih dicukupi orangtua, akan berubah. Setelah menikah, kita yang akan memikirkan apa yang akan kita lakukan untuk mencukupi kebutuhan kita. Jangan berpikir menikah adalah akhir yang indah, justru itu adalah awal dari perjuangan kita melawan kerasnya hidup.


" Papa...." Hanya itu yang mampu Nathalia ucapkan saat berada di hadapan Roy. Roy memeluk putri kesayangannya , ia mencium pucuk kepala Nathalia. Roy berusaha menghibur Nathalia dengan cara mengelus punggung putrinya.


Roy pun tidak mampu berkata apa-apa, ia hanya terus memeluk putrinya. Ia seperti kehilangan kata-kata untuk Nathalia. Yang ada hanya perasaan berat untuk melepaskan.


Roy mulai melepaskan pelukannya, dia berusaha terlihat tegar. Dengan memegang pundak putrinya, ia akhirnya berkata, " Nak, jadilah putri yang hebat disana. Kamu harus mampu membuat kami bangga. Kami tidak mau mendengar kabar yang tidak enak tentang kamu dari sana." Ucap Roy dan kembali memeluk Nathalia.


" Selalu doakan Nathalia Pah.." Ucap Nathalia.


" Pasti , Nak .." Ucap Roy.


Nathalia kini berjalan menuju Martin, terlihat sedari tadi Martin sudah menahan air matanya untuk keluar.


"Kakak... Aku pamit ya.." Nathalia kembali meneteskan air matanya.


Sambil memeluk Nathalia, Martin pun berkata " Dek, jangan suka nangis disana yah.. Ingat umur dan ingat status.." Martin mencoba untuk bercanda.

__ADS_1


" Ishh, kakak..." Nathalia memukul dada Martin, membuat semua orang tertawa.


" Baru aja kakak bilangin, kok malah kayak anak kecil sih.." Goda Martin lagi.


" Nyebelin bangat sih kak.." Ucap Nathalia.


"Sini, biar kakak yang peluk..!" Kata Yuna.


Nathalia menyambut pelukan sang kakak ipar yang telah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri.


" Jadilah istri yang baik disana dek. Jika ada masalah, selesaikan dengan baik-baik. Jika butuh teman untuk curhat, kakak selalu ada buat kamu.. " Ucap Yuna.


" Trimakasih kak, kakak memang yang terbaik. Jaga Papa, Mama dan kak Martin ya kak.." Ucap Nathalia.


" Akan kakak usahakan semampu kakak." Ucap Yuna.


Kini Andre yang akan berpamitan pada keluarga Nathalia.


" Jaga putri kami ya, Nak. Ajari dia menjadi istri yang baik. Kami percaya sama Nak Andre." Ucap Roy.


" Baik Pah.." Ucap Andre pada Roy.


" Sekarang aku malah jadi canggung mau manggil kamu apa" Ucap Martin.


" Panggil nama kan bisa.." ucap Andre.


" Aku titip Lia ya, jaga dia seperti aku yang nenjaganya selama ini." Ucap Martin.


" Pasti, Lia akan saya jaga " Ucap Andre.


Kini tiba bagi mereka untuk pergi, sebelum pergi Tiara menghampiri Ratih, " Kami titip Lia ya Bu." Ucap Tiara.


" Saya akan menjadikan Lia sebagai putri kedua di keluarga kami" Ucap Ratih membuat perasaan Tiara sangat lega.


Andre, Nathalia, Ratih, dan Tania kini berada dalam mobil. Dengan hati yang masih sedih Nathalia menoleh melalui jendela mobil, " Lia pamit ya .." Ucap Nathalia sambil melambaikan tangannya.


" Hati-hati sayang.." Ucap Tiara membalas lambaian tangan Nathalia.

__ADS_1


Mobil pun perlahan mulai maju, meninggalkan kediaman keluarga Alexander menuju desa Kemuning . Desa yang akan menjadi tempat tinggal Nathalia bersama suaminya.


__ADS_2