Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Perjalanan Romantis


__ADS_3

Yuna sedang duduk bersama Martin di ruangan pribadi Martin. Ia tampak bersedih karena sesuatu hal.


" Kenapa kakak harus pindah sih..?" Tanya Yuna sedih.


Martin ditugaskan untuk memegang kendali sebagai Direktur pusat Alexander Group. Terpaksa Martin harus melaksanakan perintah yang diberikan oleh Adrian.


Itulah yang membuat Yuna menjadi sedih, ia tidak ingin berpisah dengan Martin.


" Yun.. Kita kan masih bisa ketemu..." Martin mencoba membujuk.


"Aku maunya sama kakak.." Yuna bergelayut manja.


"Oke. Nanti kakak coba usulkan , tapi untuk saat ini lebih baik kamu bantu direktur baru perusahaan ini." Suruh Martin.


"Baiklah kak.. Tapi aku mau seharian ini kita harus bersama..." Ucap Yuna.


"Sesuai keinginanmu..." Martin menyetujui.


Yuna tersenyum bahagia, meski di hati kecilnya, ia sangat sedih karena Martin akan pergi dari dekatnya.


****


Di desa kemuning , Nathalia sedang duduk di teras rumah sambil makan mie ayam. Kebetulan tadi ada tukang mie ayam keliling yang lewat du depan rumahnya.


Andre datang menghampirinya, dan duduk di samping Nathalia.


"Wahhh, kayaknya enak tuh. Bagi dong...!" Kata Andre.


"Emang enak rasanya. Tapi gak boleh sama Kaansa." Ucap Nathalia.

__ADS_1


"Pelit bangat sih sama pacar sendiri.." Gerutu Andre.


"Kalau mau, kenapa tadi Kaansa gak beli sendiri aja..." Ucap Nathalia.


"Aku mana tahu ada tukang mie ayam yang lewat." Ucap Andre.


"Ya, itu resiko Kaansa." Nyinyir Nathalia.


"Lagian, hari panas gini makan mie ayam. Enaknya kan yang dingin-dingin." Ucap Andre.


"Walaupun Kaansa ngomong gitu, Kaansa tadi tetap minta sama ku kok." Kata Nathalia.


"Mau ke suatu tempat gak?" Tanya Andre.


"Kemana Kaansa ..?" Tanya Nathalia.


"Rahasia... Pokoknya disana segar bangat..." Ucap Andre.


"Bukan... Pokok nya Lisa belum pernah aku ajak kesana." Ucap Andre.


"Hmmm. Oke deh Kaansa. Aku habisin dulu ya.." Ucap Nathalia.


"Sini kakak bantu habisin, biar cepat." Andre menawarkan.


"Itu mah maunya Kaansa." Ucap Nathalia.


Nathalia mulai menyeruput mie panjang dari mangkok. Belum sempat semua mie masuk ke dalam mulutnya, Andre sudah menempelkan bibirnya pada bibir Nathalia. Ia memakan Mie yang belum sempat Nathalia makan.


Mata Nathalia melotot dengan kelakuan Andre yang menurutnya konyol. Uhuk.. Uhukk...

__ADS_1


Nathalia terbatuk , segera Andre memberi minum pada Nathalia.


" Kaansa apa-apaan sih ?" Ucap Nathalia kesal.


"Kenapa? Tambah enak kan?" Andre menggoda.


"Yang ada aku keselek Kaansa..." Gerutu Nathalia.


"Iya deh. Kakak minta maaf , makanya bagi dong..!" Pinta Andre.


"Sini Lia suapin.." Nathalia menawarkan.


Akhirnya mereka berbagi makanan, dan segera menghabiskannya, agar segera pergi ke tempat yang Andre sebutkan.


Kini mereka sesang menaiki motor yang berjalan di jalan sempit. Perjalanan mereka melewati hutan dan persawahan, dikelilingi pegunungan yang menjulang.


Nathalia memeluk Andre dari belakang, suasana bertambah romantis saat ini. " Ternyata naik motor lebih enak ya Kaansa, daripada naik mobil. " Ucap Nathalia.


"Baru tahu ya??" Tanya Andre.


Nathalia hanya mengangguk dan mengeratkan pelukannya. Angin yang berhembus sepoi-sepoi membuat suasana tambah sejuk. Belum diketahui tempat apa yang Andre tuju. Tapi Nathalia tidak memikirkan hal itu, yang ia tahu ia senang saat berada di dekat Andre.


Perjalanan masih berlangsung , tiba-tiba saja niat jahil Nathalia muncul. Ia menggelitik Andre yang sedang fokus membawa motor . Tiba-tiba motor hampir saja jatuh, beruntung Andre bisa mengatasinya.


" Jangan gelitikin dong Lisa.. Nanti kita jatuh gimana? Kan Lisa lihat sendiri, jalannya jelek bangat. Salah dikit aja kita akan jatuh." Ucap Andre memperingatkan.


Jalan yang mereka lalui memang sempit dan sudah rusak, seperti jarang dilalui oleh orang.


"Maaf Kaansa." Hanya itu yang keluar dari mulut Nathalia.

__ADS_1


Mereka melanjutkan perjalanan, karena tidak berani lagi menjahili Andre, Nathalia memutuskan untuk diam. Ia memeluk Andre erat sambil sesekali mencium tengkuk Andre yang tepat di depan wajahnya.


Suasana romantis mengiringi perjalanan mereka. Bahkan pepohonan dan burung yang berkicauan seolah-olah ikut mengiringi indahnya perjalanan ini.


__ADS_2