Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Tidak Pantas Untukmu


__ADS_3

Di pagi hari, sinar mentari yang masuk melalui celah-celah jendela membangunkan Yuna. Kepalanya terasa masih berat, perlahan ia membuka matanya. Didapatinya Anita sedang menatapnya lekat.


" Mama, apa yang terjadi sama Yuna Ma.?" tanya Yuna. Anita menatap putrinya sedih, membuat Yuna menjadi penasaran dan mencoba untuk mengingat-ingat lagi.


" Bukankah tadi malam aku bersama Doni, Ma?" Yuna mulai mengingat. Anita semakin sedih dan air mata mengalir di pipinya.


"Ma... Tolong jangan buat Yuna semakin penasaran. " Pinta Yuna.


Anita menarik nafasnya , ia mulai menceritakan apa yang Yuna alami dan kondisi Yuna saat ia datang.


Yuna yang mendengar hal itu mulai mengingat kejadian itu. " Jadi semalam aku salah lihat? Kenapa aku bisa melakukan hal sebodoh itu?" Gumam Yuna merasa sangat menyesal.


Tapi seketika ia terlihat sangat gelisah memikirkan suatu hal. " a..aaapa kak Martin tahu tentang hal ini Ma?" Tanya Yuna sangat gelisah.


"Iya , Nak . Nak Martin yang menolong dan membawa mu kesini." jelas Anita.


Yuna menangis sejadi-jadinya , entah bagaimana ia menjelaskan semuanya pada Martin nantinya. " Ma.. Tolong biarkan Yuna sendiri dulu." Ucap Yuna sambil menangis.


"Sayang.. Jangan begini dong..! Mama bawa makanan ya, biar kamu makan dulu." Ucap Anita.

__ADS_1


"Tidak Ma, Yuna tidak mau makan . Yuna ingin sendiri dulu Ma. Tolong keluar Ma.." Ucap Yuna sedih.


Akhirnya Anita memilih untuk membiarkan putrinya sendiri. Ia meninggalkan Yuna sendiri. Saat Anita telah pergi Yuna mengacak-acak rambutnya sendiri serta memukul-mukul tubuhnya.


"Kamu bodoh Yuna..." teriak Yuna sambil terisak.


"Aku benci tubuh ini.." Yuna menangis semakin keras.


Yuna meringkuk memeluk lututnya, ia terus menangis dan menyalahkan diri sendiri." Kenapa ini terjadi padaku? Saat aku akan mendapatkan cintaku kembali, masalah besar menimpaku sekarang. " Yuna menyalahkan nasibnya yang tidak beruntung.


Saat masih menangisi keadaannya, seseorang masuk ke dalam kamar. Yuna yang menundukkan kepalanya tidak melihatnya, tapi kemudian ia mengusirnya.


Karena tidak dapat jawaban, Yuna kembali bersuara, " Siapapun itu, jangan masuk ke kamarku, aku sedang tidak ingin melihat siapapun. " Ucap Yuna.


Pintu tertutup, seseorang melangkah perlahan menuju tempat Yuna berada. Ia adalah Martin, semalaman ia menginap di rumah Yuna, ia ingin memastikan Yuna baik-baik saja. Tapi saat mendengar cerita Anita yang mengatakan bahwa Yuna terlihat terpukul, Martin segera pergi ke kamar Yuna untuk melihat kondisi Yuna.


Martin mengelus rambut Yuna, Yuna yang mendapat perlakuan itu menatap Martin. Melihat Martin di hadapannya, Yuna kembali menunduk dan kembali menangis.


Martin mencoba menenangkan, tapi ia mendapatkan dorongan dari Yuna. " Pergi kak... Aku ingin sendiri sekarang.." Yuna mengusir Martin.

__ADS_1


"Tidak Yun, kakak tidak akan meninggalkanmu." Martin kembali mencoba untuk menenangkan Yuna.


Yuna berdiri dan menarik tangan Andre, " Aku mohon keluar kak.. Aku bukan lagi orang yang pantas untukmu. Tubuhku sudah kotor kak.." Yuna meminta dengan terisak.


Melihat Yuna menangis, Martin tidak kuasa menahan air matanya. Ia juga ikut menangis melihat keadaan Yuna. Tapi ia tidak menyerah, ia terus berusaha untuk menenangkan Yuna.


" Kamu tidak kotor Yun, dia tidak melakukan apapun padamu." Ucap Martin.


"Aku tahu kak, tapi sebagian dari tubuhku telah ternoda kak.. Aku mohon pergilah.." Yuna terus menerus menangis.


"Yun, dengarkan kakak.! Kamu berharga buat kakak. Walau seandainya hal itu pun terjadi, aku akan menerima kamu apa adanya." Martin mendekati Yuna dan memeluknya.


"Tidak kak... Aku tidak pantas..." Ucap Yuna sambil mendorong Martin keluar. Segera Yuna mengunci pintunya, dan tidak membiarkan Martin masuk. Ia kembali menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.


"Yuna... Buka pintunya Yun.." Martin menangis sambil mengetuk pintunya.


"Pergi kak..." Usir Yuna .


Anita yang melihat kejadian itu mencoba menenangkan Martin. " Sudahlah Nak, sebaiknya untuk saat ini biarkan dia sendiri. Kamu pulang ya Nak." Pinta Anita yang kasihan melihat Martin.

__ADS_1


Martin tidak punya pilihan, ia melangkahkan kakinya dengan lemas. Ia begitu sangat sedih dengan kondisi Yuna. " Aku akan tetap mencintaimu Yuna.." Gumam Martin, dan air matanya kembali menetes.


__ADS_2