
"Kaansa...." Teriak Nathalia mengalungkan tangannya di leher Andre dari arah belakang sambil mengecup pipi Andre.
"Apa Lisa...? Jangan teriak-teriak dong.. Kalau Mama dengar dan lihat gimana?" Andre mengingatkan.
"Tante gak disini kok. Kaansa nya aja yang gak suka aku cium kan?" Nathalia ngambek.
Andre tersenyum melihat Nathalia melipat tangannya di dada dan mengerucutkan bibirnya.
"Ihhh, jangan cemberut gitu dong..! Jelek tahu.." Ucap Andre.
"Biarin..." Ucap Nathalia singkat.
"Uuuhhhhh... Cup.. cup...cup... Sini aku peluk..." Andre melebarkan tangannya.
"Malas..." kata Nathalia memalingkan wajahnya.
"Hahahaha...." Andre tertawa melihat tingkah Nathalia.
"Kok ketawa sih.. Gak lucu tahu.. Kalau Kaansa gak kangen ya udah.." Nathalia ingin meninggalkan Andre.
"Eiitss... Mau kemana sih Lisa? " Andre menghalangi langkah Andre.
Nathalia tidak menghiraukan, ia mengambil jalan lain. Segera Andre memeluk Nathalia dari arah belakang, membuat Nathalia menghentikan langkahnya.
" Lisa mau ninggalin kakak ya?" Tanya Andre.
"Gimana aku mau ninggalin Kaansa kalau dipeluk gini?" Ucap Nathalia.
"Ohhh.. Jadi gak suka nih... ? Baiklah, silakan pergi.." Andre melepaskan pelukannya.
Merasa dipermainkan oleh Andre Nathalia menjadi kesal. " Kaansa ngeselin banget sih.." Ucap Nathalia kesal dan melangkah pergi.
Andre diam tidak melakukan apapun, padahal Nathalia sengaja berjalan pelan agar dikejar lagi oleh Andre. Merasa tidak dikejar, Nathalia membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Andre yang masih berdiri di tempatnya.
"Iiihhhh... Kaansa gak ngejar aku nih...?" Kata Nathalia.
Andre yang mendengar hal itu tersenyum dan menghampiri Nathalia. " Buat apa aku mengejarmu jika Lisa sendiri datang menghampiriku.." Ucap Andre sambil membuka tangannya kembali agar Nathalia datang kepelukannya.
"Aku gak akan datang, wekk..." Ucap Nathalia.
"Oh ya? Baiklah, aku akan mencari wanita yang mau memelukku.." Ucap Andre hendak menurunkan tangannya.
__ADS_1
"Kaansa...." Ucap Nathalia manja dan menghambur ke pelukan Andre.
Andre tersenyum melihat Nathalia yang bertingkah menggemaskan menurutnya. " Kamu manja, tapi menggemaskan juga ya..? Makin sayang deh sama Lisa.." Ucap Andre mengelus kepala Nathalia.
"Iya dong Kaansa... " Ucap Nathalia sambil memberi kecupan pada bibir Andre.
"Kamu paling bisa buat kakak selalu rindu.." Andre mengecup setiap inci dari wajah Nathalia.
"I love you Kaansa..." Nathalia mempererat pelukannya.
"I love you too Lisa..." Balas Andre.
"Ekhm...." Tania yang tiba-tiba datang langsung berdehem, membuat Nathalia segera melepaskan pelukannya.
"Tania..." Sapa Nathalia.
"Aduh... Apa aku datang di waktu yang salah ya? " Ucap Tania.
"Udah tahu, bukannya gak ganggu, ini malah sengaja kayaknya.." Ucap Andre.
"Mentang-mentang udah ada kak Lia, aku dilupakan.. Aku kan butuh teman.." Kata Tania berpura-pura sedih.
"Sebelum Lia ada disini kamu kayaknya sibuk sama BTS dan Drakor deh.. Gak pernah tuh mau dekat sama kakak.." Andre mengingatkan.
"Ya sudah.. Sekarang kita bicara di ruang tengah ya.." Ajak Nathalia.
"Hayuk..." Tania segera menggandeng tangan Nathalia.
" Ganggu aja.." Gerutu Andre, membuat Nathalia dan Tania tertawa.
"Kak, sawah yang di samping sawah kita kenapa tidak digarap kak? Bukannya itu sudah dijual ya sama kakak?" Tania membuka pembicaraan setelah mereka duduk di ruang tengah.
"Ohhh, yang itu. Gak jadi dijual.." Jawab Andre.
"Lohh.. Kenapa kak?" Tanya Tania.
"Katanya sih , yang punya yang akan menggarapnya sendiri. Jadi, dibatalkan deh. Orangnya juga bakalan datang hari ini ke rumah kita kayaknya" Jelas Andre.
"Mau ngapain dia kesini kak? Udah batalin, mau datang kesini." Ucap Tania.
"Dia yang akan menyewa rumah yang di samping rumah kita. Kan Nathalia gak mau tinggal disana.." Ucap Andre.
__ADS_1
"Lihat aja kak, aku akan bikin dia gak betah disini. Enak aja mau batalin aja. " Celoteh Tania.
"Sawah kita kan luas Tania.. Ngapain sewot gitu sih..." Ucap Andre.
"Gak apa-apa kak, gak suka aja. " Jawab Tania.
Tok..tok..tok...
Terdengar suara ketukan pintu, " Kayaknya dia sudah datang deh" Tebak Andre.
"Biar aku yang bukain.. Biar langsung aku buat minggat" Tania menawarkan.
Andre hanya menggelengkan kepalanya sedangkan Nathalia tersenyum.
Tania berjalan sambil mengumpulkan kata-kata yang cocok untuk dilontarkan. Ia membuka pintu, tapi kata-kata yang ia rancang tiba-tiba hilang begitu saja saat melihat sosok pria di hadapannya.
Pria berpostur tubuh tinggi, atletis, dan tampan. Rambutnya yang keriting rapi, membuatnya terlihat manis. Hal itu membuat Tania terdiam mengagumi pria di hadapannya dalam hati. " Sepertinya aku terpesona.." Gumam Tania.
"Permisi..Apa ini rumah pak Andre?" Pria itu menyapa.
Tapi Tania hanya diam dan menatap pria itu, membuat pria itu mengibaskan tangannya di depan wajah Tania , hingga akhirnya Tania sadar.
"Ehhh, maaf. Bilang apa tadi?" Tanya Tania.
"Ini benar rumah pak Andre?" Tanya pria itu lagi.
"Iya betul, kamu yang mau batalin penjualan sawah ya?" Tanya Tania.
"Betul sekali. Saya datang ingin menemui pak Andre." Ucap Pria itu.
"Baik Silakan masuk.." Tania mempersilakan dengan lembut.
Tania lupa pada perkataannya yang mengatakan bahwa akan mengusir orang itu. Bahkan mungkin rencananya akan berbanding terbalik. Ia justru akan membuat orang itu sangat betah disana, sebab Tania telah terpesona.
****
Aku masih menunggu saran visualnya ya. Tulis di komentar 🤗🤗
Oh iya, pria yang datang tersebut akan ikut berpartisipasi dalam mengisi cerita ini ya..
Penasaran gak dia akan jadi apa di cerita ini? Apa dia akan jadi pemisah Nathalia dan Andre?
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya ya...😊😊
Jangan lupa dukungannya... 😉😉