Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Bergandengan


__ADS_3

Nathalia yang asik mencuci mobilnya yang tidak sempat ia cuci setelah ia sampai disana dikagetkan oleh kedatangan Andre.


"Cepat selesaikan tugasmu ! Sepertinya aku sudah tahu apa yang harus kamu lakukan.." Andre yang baru datang memberi perintah.


"Apa yang harus aku lakukan?" Nathalia bertanya dengan penuh penasaran.


"Selesaikan dulu, baru aku kasih tahu.." Ucap Andre.


"Baiklah..." Nathalia mengiyakan dan mencuci mobilnya. Walau hanya mencuci sebuah mobil, bukanlah sebuah perkara yang mudah bagi Nathalia. Tugas ini biasanya dilakukan oleh supirnya, tapi kini dengan terpaksa ia harus melakukannya sendiri, karena tidak ada yang mau untuk disuruh.


"Mencuci mobil saja kenapa lama sekali?" Andre bertanya.


"Tunggu sebentar lagi kak, kakak tunggu di dalam saja gimana?" Nathalia memberi usul.


"Tidak..! Jika aku masuk kamu pasti akan sengaja berlama-lama agar tidak jadi aku suruh." Andre menebak.


"Ya sudah, kakak jangan bawel dong. Konsentrasi aku jadi hilang nih..!" Gerutu Nathalia.


"Masa cuman nyuci mobil harus konsentrasi segala.." Andre berkomentar.


"Ya namanya juga baru pertama kali kak.." Keluh Nathalia.

__ADS_1


"Gak usah curhat segala..! Aku lupa kalau kamu ini anak manja. " Andre mengejek.


"Ihhh, kakak.." Nathalia sok imut, tapi mampu membuat Andre tersenyum.


"Kakak tampan kalau lagi senyum." Nathalia memuji dengan jujur.


"Heh, aku gak akan luluh walau kamu kasih aku gombalin. Kamu akan tetap menjalankan syaratnya." Andre berbicara tegas walau dalam hati ia benar-benar senang saat Nathalia mengatakan bahwa ia tampan.


"Siapa yang gombal sih kak? Orang lagi serius.." Nathalia jujur.


"Trimakasih kalau gitu. Ayo cepat selesaikan." Suruh Andre.


"Baik kak." Nathalia mengangguk.


"Gadis yang cantik, tapi manja. Aku akan membuat kamu jadi gadis yang baik dan mampu melakukan pekerjaan apapun." Gumam Andre.


"Oke. Sudah siap kak, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Nathalia bertanya penuh semangat.


"Semangat bangat, aku tidak yakin kamu akan tetap semangat jika tahu apa yang harus kamu lakukan."Ucap Andre.


" Makanya kasih tahu dong kak.." Pinta Nathalia.

__ADS_1


"Tidak. Sekarang ikut aku, agar kamu tahu..!" Perintah Andre.


"Baiklah kak, tapi aku pamit dulu sama Tania dan tante Ratih." Ucap Nathalia.


"Tidak usah, tadi aku sudah bilang."


"Baiklah..." Nathalia setuju.


"Ayo..!" Andre memberikan tangannya pertanda bahwa ia ingin menggandeng tangan Nathalia. Nathalia hanya diam tidak mengerti apa maksud Andre, sebab yang ia tahu hubungan mereka tidak sedekat itu. Bahkan hubungan mereka terbilang tidak akur sama sekali, bahkan yang ada hanya pertentangan.


"Ayoooo..!" Andre mengambil tangan Nathalia dan menggandeng tangannya, karena Nathalia hanya menatapnya heran tanpa menyambut tangan yang ia berikan.


Kini mereka seperti seorang kakak yang menuntun adiknya agar tidak pergi jauh dari dekatnya. Nathalia hanya diam tanpa berani berkomentar, ia hanya menikmati apa yang kini ia rasakan.


Nathalia merasa bahwa ia dicintai oleh Andre, ia mempererat genggamannya, pertanda bahwa ia tidak ingin Andre melepaskannya. Andre yang mendapat lampu hijau tersenyum, detak jantungnya tidak mampu di kontrol dengan baik.


Mereka melalui jalan kecil yang lumayan kotor, tapi udara yang bersih serta pemandangan yang menghijau membuat nyaman. Akan jauh lebih baik jika kaki dan tubuh yang kotor akibat lumpur daripada paru-paru kotor akibat polusi. Itulah satu hal yang harus dipertimbangkan bila hidup di desa.


Tapi bukan hal itu yang membuat Nathalia tidak menyadari betapa kotornya kakinya saat ini, dia hanya terlalu nyaman digandeng oleh Andre, dia hanya menatap ke depan dengan senyuman yang indah.


Kini tujuan mereka telah terlihat, hamparan sawah yang ditumbuhi padi yang sudah menguning kini ada di hadapan mereka. Beberapa petani sedang menuai padi, tidak peduli betapa kotornya tubuh mereka, satu hal yang mereka tahu, kini apa yang mereka tanam sudah menghasilkan buahnya.

__ADS_1


Tidak ada keluhan tentang teriknya matahari, atau kotornya lumpur yang kini melekat di tubuh. Yang ada hanya rasa syukur, karena dapat menuai hasil jerih payah selama ini.


__ADS_2