Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Kembalinya Masa Lalu


__ADS_3

"Yun, ini adalah hari terakhirku bersamamu disini.." Ucap Martin sedih.


"Mau gimana lagi kak? Yang penting kita masih bisa bertemu seperti yang kakak bilang kemarin kan?" Yuna menghibur diri sendiri.


"Oh iya, sebelum kakak pergi, kakak juga ingin memperkenalkan direktur baru yang akan jadi atasanmu." Ucap Martin.


"Oh ya? Sudah ada yang gantiin kakak?" Tanya Yuna.


"Sudah, dia akan masuk hari ini..?" Ucap Martin.


"Cewek atau cowok kak?" Tanya Yuna antusias.


"Memangnya kalau cowok kenapa? Mau godain dia?" Tanya Martin.


"Enggak mungkinlah kak.. Aku kan cuma penasaran doang.." Ucap Yuna.


"Hmmm. Baiklah kakak percaya kamu gak akan berpaling.." Ucap Martin yakin dan mengelus kepala Yuna.


"Pastinya dong kak..." Yuna setuju.


Tok.. tok.. tok..


Terdengar suara ketukan pintu, mungkin itu adalah orang yang Martin maksud akan menggantikan posisinya.


"Sepertinyayang ditunggu sudah datang.." Ucap Martin.


"Silakan masuk..." Perintah Martin lagi.


Seseorang memasuki ruangan Martin, ia berjalan menghampiri Martin dan Yuna. Melihat Martin tersenyum ke arah sang tamu, Yuna membalikkan badannya karena penasaran juga pada wajah direktur barunya.

__ADS_1


Yuna terperanjat kaget, ia tidak bisa menahan rasa terkejutnya. Ia memandangi orang di depannya, matanya terbuka lebar seolah ingin memastikan penglihatannya tidak salah. Tiba-tiba saja kaki yang ia gunakan untuk menopang tubuhnya melemah dan ia hampir terjatuh. Beruntung Martin dengan sigap menangkap tubuh Yuna.


" Ada apa Yun?" Tanya Martin khawatir.


"Dii..aaa " Yuna menunjuk orang tersebut.


"Ohhh.. Dia direktur baru yang aku bilang tadi.. Wajahku kelihatannya jauh lebih tampan, kenapa kamu begitu kaget melihatnya.. Iya kan..?" Ucap Martin.


Orang tersebut hanya tersenyum kecil, tanpa membuka suaranya. Sedangkan Yuna yang mengetahui bahwa dia yang akan jadi direktur , menjadi semakin khawatir.


"Silakan perkenalkan dirimu.." Ucap Martin.


"Baik pak. Perkenalkan nama saya Doni , saya yang akan menjadi direktur baru disini." Doni mengulurkan tangannya.


Yuna hanya diam , ia enggan untuk menyambut uluran tangan itu. Doni yang menjadi sosok yang selalu ingin ia lupakan dan sangat ia benci, kini malah berdiri di hadapannya. Bahkan, untuk hari-hari selanjutnya, ia akan menghabiskan waktu yang cukup lama bersama Doni.


"Kenapa Yun? Kenalan dong, kan dia atasan baru kamu." Ucap Martin.


"Aku permisi kak..." Yuna pergi meninggalkan Martin yang kebingungan.


"Silakan dilihat-lihat dahulu, ini yang akan jadi ruangan kamu nantinya." Martin mempersilakan.


"Baik pak." Ucap Doni hormat.


Martin yang tidak mengerti apa yang terjadi , segera mengejar Yuna yang kembali ke ruangannya. Disana Yuna sedang duduk lesu dan tatapannya kosong.


" Yun... Ada apa sebenarnya? Kamu sakit..?" Tanya Martin menempelkan tangannya di kening Yuna.


"Kak....." Yuna menangis ke pelukan Martin.

__ADS_1


"Ada apa Yun?? Hmmm...? Coba cerita sama kakak..!" Pinta Martin sambil menenangkan Yuna.


"Kak... Doni yang meninggalkan aku dan menikah dengan wanita lain saat hari pertunanganku adalah Doni yang sama dengan yang di ruangan kakak." Yuna kini membuka suara.


Penjelasan dari Yuna membuat Martin tidak tahu harus bagaimana.


" Apa? Dia... Dia.. !" Martin sangat terkejut.


"Aku harus bagaimana Yun? Aku tidak mungkin memecatnya begitu saja hanya karena masa lalu kamu.." Martin merasa bersalah.


"Kakak tidak perlu melakukan hal itu.." Ucap Yuna.


"Baiklah. Sekarang sebaiknya kita bicara baik-baik dengan dia. " Ajak Martin.


"Iya kak.." Yuna menurut.


"Tapi jangan sampai CLBK ya.." Goda Martin.


"Enggak akan kak.." Ucap Yuna yakin.


" Kakak pegang ucapanmu ya..." Ucap Martin.


"Siap kak. Bila perlu jangan cuma di pegang, diikat pun tidak masalah." Ucap Yuna.


"Yuk kita temui dia." Martin menggandeng tangan Yuna.


Yuna melangkah mengikuti Martin, dan berbicara baik-baik dengan Doni.


****

__ADS_1


**Masa lalu terkadang mampu membuat kita begitu sangat terpuruk. Tapi percayalah , suatu hari nanti kamu akan merasakan bahwa keterpurukanmu di masa lalu adalah kebahagiaanmu yang tidak pernah terpikirkan olehmu di masa mendatang .


Yohana Rasmina Hasibuan**


__ADS_2