
Nathalia memegang Andre begitu erat, sebab takut ia terjatuh. Tapi lama berjalan, pegangan Nathalia mulai lemah dan hampir terlepas. Beruntung dengan sigap Andre memegang tangan Nathalia. Ia berusaha mengendarai motor dengan mengandalkan satu tangan, dengan tangan lain memegang tangan Nathalia agar tidak terjatuh.
" Sakit Kaansa..." Ucap Nathalia lirih.
"Sabar ya Lisa, sebentar lagi kita sampai." Ucap Andre khawatir.
Akhirnya mereka tiba di rumah, segera Andre membopong Nathalia ke dalam. Ratih yang melihat hal itu menjadi ikut khawatir.
"Lia kenapa Andre?" Tanya Ratih khawatir.
"Nanti saja aku jelasin Ma, tolong suruh Tania buat manggil bidan dong Ma. Bilang pake motor biar cepat.." Pinta Andre.
"Baik.. Cepat bawa Lia ke kamar nya." Ucap Ratih.
Andre membawa Nathalia ke kamar, sedangkan Ratih pergi untuk menemui Tania yang ada di belakang rumah.
"Tania... Sini bentar, ada yang penting. " Panggil Ratih.
Segera Tania menghampiri Ratih yang terlihat sangat gelisah. " Ada apa Ma? Kenapa Mama sepertinya sedang khawatir?" Tanya Tania.
"Sekarang kamu panggilin bidan dulu ya... Naik motor biar cepat.!" Suruh Ratih .
"Ada apa Ma? Siapa yang sakit?" Tanya Tania.
"Mama gak tahu Nak Lia kenapa? Yang jelas kepalanya terluka, dan tadi dia dibopong sama kakak mu." Ratih menjelaskan.
"Baik Ma, kalau gitu Nathalia pamit ya.." Ucap Tania lalu mencium tangan Ratih.
"Hati-hati sayang..." Teriak Ratih.
"Iya Ma..." Balas Tania.
Beberapa saat kemudian seorang bidan datang membawa peralatan medisnya. Ia mulai memeriksa dan mengobati luka Nathalia. Memang tidak terlalu parah, tapi keningnya mengeluarkan darah, dan mulai membiru.
"Kak Lia kenapa sih kak?" Tanya Tania.
"Kakak, tadi membawa dia ke air terjun, dia terpeleset di batu yang licin dan kepalanya terbentur." Ucap Andre sedih.
Ratih menghela napasnya, " Kamu kan tahu , jarang orang yang mengunjungi tempat itu, pastilah bebatuan disana licin." Ucap Ratih.
"Andre minta maaf Ma. Andre tidak tahu ini akan terjadi. " Ucap Andre menyesal.
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu disesali lagi, toh sudah kejadian juga. Sekarang kita berdoa saja agar Nathalia baik-baik saja." Ucap Ratih.
"Aminnn.." Ucap Andre.
"Kakak sih gak ngajak-ngajak.." Keluh Tania.
"Sudah dong Tania, kakak kamu lagi khawatir tuh.." Ucap Ratih.
Bidan telah selesai memeriksa, dan datang menemui mereka.
"Gimana Keadaan nya Kak?" Tanya Andre.
"Dia baik-baik saja , dan lukanya juga tidak terlalu parah.." Ucap bidan tersebut.
Mereka bertiga bernapas lega. " Syukurlah... Trimakasih ya kak.." Ucap Andre senang.
"Baik. Kalau begitu saya permisi ya dek, tante.." Ucap bidan tersebut.
"Baik, trimakasih banyak ya Nak" Ucap Ratih.
"Sama-sama tante, saya permisi ya .." Pamit bidan tersebut.
Segera Andre menghampiri Nathalia yang terbaring lemah. Ia memegangi tangan Nathalia dengan penuh penyesalan.
Ia tidak memanggil Nathalia dengan panggilan sayang karena ada Ratih dan juga Tania di belakangnya.
"Seharusnya kakak tidak ajak kamu kesana.." Tambah Andre lagi.
Mata Nathalia mulai terbuka, tangannya juga bergerak menandakan bahwa ia telah sadar.
" Kamu siapa?" Tanya Nathalia lemah.
Andre tertegun, rasa sakit kini menjalar di hatinya. " Kenapa Lisa tidak mengenaliku? Apa dia amnesia?" Batin Andre.
"Kalian siapa?" Tanya Nathalia lagi.
Andre menjadi sangat khawatir dan rasa bersalah semakin menguasi pikirannya.
"Lia tidak kenal sama kakak?" Tanya Andre.
Nathalia menggeleng lemah, membuat Andre menitikkan air matanya. "Ini semua salah kakak, tidak seharusnya kakak mengajakmu kesana. Aku pikir momen kita disana akan jadi kenangan indah. Tapi nyatanya kamu malah lupa pada segalanya. " Andre menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
" Hahahaha...." Tiba-tiba saja Nathalia tertawa terbahak.
"Apa yang terjadi Lia? Apa saraf mu juga ikut rusak?" Andre khawatir.
"Hahahaha.... Kak Andre lucu deh..." Ucap Nathalia.
"Kamu ingat sama kakak?" Tanya Andre bingung.
" Ya ingat lah kak.. Kan bidan juga tadi ngomongnya aku baik-baik saja.." Ucap Nathalia.
"Jadi tadi kamu pura-pura amnesia?" Andre kesal merasa dipermainkan.
" Ya maaf kak, habisnya kakak lebay bangat." Ucap Nathalia.
"Mama dan Tania juga jadi ikut khawatir tahu.." Andre kesal.
"Enggak tuh kak. Kami juga gak percaya kali kalau kak Lia amnesia, Kak Andre aja yang lebay." Ucap Tania.
"Kamu tega bangat sih buat kakak khawatir?" Ucap Andre.
"Maaf kak... " Pinta Nathalia.
"Permintaan maaf mu, aku tolak." Ucap Andre hendak beranjak.
"Aw... Kepalaku sakit kak.." Jerit Nathalia.
"Bohong lagi kan, kakak gak percaya lagi." Ucap Andre.
"Aku serius kak.." Ucap Nathalia.
"Ehmmm. Kok gerah bangat ya Ma. Kita mandi yuk.." Ajak Tania.
Tania dan Ratih pergi meninggalkan Andre dan Nathalia.
"Mana tadi yang sakit..." Tanya Andre.
"Ini..." Ucap Nathalia manja sambil menunjuk kening nya yang terluka.
Andre meniup kening Nathalia, dan sesekali menciumi keningnya yang tidak luka. " Maafin kakak ya..." Pinta Andre.
"Gak apa-apa Kaansa.." Ucap Nathalia.
__ADS_1
Tak peduli Nathalia menerima atau menolak, Andre segera ******* bibir Nathalia. Karena tidak mendapat penolakan, Andre memperdalam lumatannya.