Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Kabar Baik


__ADS_3

"Kaansa..." panggil Nathalia manja pada Andre yang sedang duduk di teras menikmati kopi hitam yang tersedia di hadapannya.


"Hmmm.." Andre menjawab.


"Kok gitu bangat sih Kaansa? Gak suka ya aku datang kesini." Kata Nathalia.


"Enggak.." Jawab Andre membuat Nathalia kesal.


"Ya udah, aku pergi.." Kata Nathalia.


Andre tetap menikmati kopinya, tidak menghiraukan perkataan Nathalia.


"Kaansa.. Aku pergi loh.." Kata Nathalia melangkah .


"Kaansa.... serius nih.." Kata Nathalia lagi karena tidak mendapat perhatian dari Andre.


"Kaansa nyebelin bangat sih..." Kata Nathalia kembali menuju tempat Andre.


"Apa sih Lisa...?" Tanya Andre.


"Kok Kaansa gak hentiin aku sih pas mau pergi. " Rengek Nathalia.


"Karena kakak tahu, Lisa pasti bakalan datang lagi. " Jawab Andre.


"Ihhh, Kaansa nyebelin." Ucap Nathalia menghentakkan kakinya.


"Tapi ngangenin kan?" Tanya Andre.


"Iya sih..." Nyinyir Nathalia.


Beberapa saat kemudian sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Andre. Mobil itu sepertinya dikenali oleh Nathalia, membuat dia berdiri dan memastikan siapa yang datang.


Akhirnya dari dalam mobil, keluarlah Martin dan Yuna. " Kakak..." Seru Nathalia.


"Lia..." Seru Martin membuka tangannya menyambut adik kesayangannya.


Mereka berpelukan melepas rindu dalam hati mereka.


"Hai Ndre.." Sapa Martin.


"Hai.. Tumben datang kesini. Ayo masuk ke dalam!" Ajak Andre.


"Ayo, kebetulan saya sudah capek. Jalan menuju kesini hancur bangat.." Ucap Martin.

__ADS_1


"Tapi nyampe disini, jiwa dan ragamu segar kan?" Tanya Andre.


"Nah, itu dia kelebihannya." Kata Martin.


"Kita masih tetap ngobrol nih?" Tanya Nathalia.


"Ayo, kita ngobrolnya di dalam." Ajak Andre.


"Mari kak Yuna.." Nathalia mempersilahkan.


Mereka memasuki rumah Andre, dan duduk di ruang tengah. Melihat ada tamu yang datang, Ratih menghampiri mereka.


" Ada tamu?" Sapa Ratih.


" Iya tante, kenalkan ini kakak saya, dan yang di sampingnya calon kakak ipar saya." Nathalia memperkenalkan.


"Martin Tante. " Ucap Martin memberi salam.


"Yuna Tante.." Kata Yuna ikut memperkenalkan diri.


"Panggil saya Tante Ratih. " Jawab Ratih.


"Adek kamu mana Ndre? Bukannya kamu punya adek perempuan ya?" Tanya Martin.


"Itu, lagi ganti bola lampu sama nak Do..."


"Sudah selesai Ma..." Tania datang hingga perkataan Ratih terpotong. Ia datang bersama Doni yang membantu memasang bola lampu yang telah rusak. Saat mata Doni dan Martin bertemu, mereka saling bertatap tidak percaya.


" Heh, Doni brengsek! Ngapain lo disini?" Tanya Martin langsung memberi pukulan keras ke wajah Doni.


Mereka yang tidak tahu tentang permasalahan Doni dan Martin menjadi kebingungan.


" Ini ada apa kak?" Tanya Nathalia.


"Lelaki brengsek ini, sudah pernah berusaha melecehkan Yuna." Ucap Martin penuh emosi.


Pernyataan yang terlontar dari mulut Martin membuat mereka terlonjak kaget. Terutama Tania, yang telah menaruh hati pada Doni sejak pertemuan pertama mereka. Yuna juga amat sangat sedih harus kembali teringat pada kisah kelamnya itu.


“Benarkah?” Ratih ragu.


“Benar tante, saya tidak mungkin berbohong. “ Ucap Martin sembari bersiap untuk memukul.


“ Sudah Martin! Sebaiknya kita bicara baik-baik.” Kata Andre.

__ADS_1


Yuna juga datang menghampiri Martin dan menuntunnya untuk duduk kembali.


“ Saya minta maaf pak Martin, Yun..” Ucap Doni setelah suasana tenang.


“ Nak Martin, sebaiknya lupakanlah masalah yang telah berlalu itu. Meski sangat menyakitkan, kamu memukul dia sampai babak belur juga tidak akan mengulang kembali masa itu kan?” Ratih memberi saran.


“ Iya Tin, disini dia baik kok. Mungkin dia benar-benar sudah bertobat, dan akan memulai kehidupan barunya disini.” Tambah Andre.


“ Pak Martin, saya menyesal. Dan saya berjanji tidak akan mengganggu keluarga bapak. Saya akan memulai semuanya disini” Janji Doni.


“Baiklah, saya pegang janjimu” Kata Martin.


“ Sudah kelarkan masalahnya?” Tanya Nathalia.


“Belum.” Jawab Martin.


“ Apa lagi kak?” Tanya Nathalia.


“Sebenarnya kami datang kesini untuk memberitahukan tentang rencana pernikahan kami. “ Ucap Martin.


“Itu mah bukan masalah kak, tapi kabar baik” Ucap Nathalia.


“ Kami berharap kalian semua bisa datang” Kata Martin lagi.


“Pasti dong kak...” Kata Nathalia bahagia.


“Tante datang juga ya.. Mama juga sudah ingin sekali bertemu dengan tante.” Ucap Martin.


“ Tante usahakan ya” Jawab Ratih.


“ Kalau gitu kami pamit pulang dulu” Pamit Martin.


“Kok pulang sih kak, nginap aja dulu , besok baru pulang” Pinta Nathalia.


“Iya Nak. Kalian menginap saja dulu, kalian pasti sudah capek kan? Lagian minum saja belum sempat loh” Ucap Ratih.


Martin menoleh pada Yuna seolah meminta persetujuan. Yuna membalasnya dengan anggukan kecil.


“Baiklah, kami akan pulang besok.” Martin memutuskan.


“Tania, sekarang buatkan minuman ya.” Suruh Ratih.


“Baik Ma..” Jawab Tania.

__ADS_1


“Ayo kakak bantu” Kata Nathalia lalu pergi mengikuti Tania ke dapur.


__ADS_2