
Sesuai saran dari Tania, Nathalia berencana untuk meminta maaf secara langsung pada Andre. Selesai makan siang Nathalia dan Tania membersihkan piring kotor.
Melihat Andre beranjak dari tempat duduknya, Nathalia pamit pada Tania.
"Kakak mau menjalankan saranmu dulu yah..." Nathalia berkata sambil mengawasi Andre.
"Oke kak... Semoga sukses..!" Tania memberi semangat.
"Doain ya dek.."
"Siap kak..." Tania menyetujui.
Nathalia perlahan mengikuti Andre yang akan pergi ke kamarnya, dia mengikuti langkah Andre dengan menunduk takut.
Andre tiba-tiba berhenti mendadak membuat Nathalia mengaduh karena menabrak punggung Andre.
"Aww..." Nathalia mengelus jidat nya.
"Lebay bangat sih, seperti baru menabrak tembok saja." Andre mengomel.
"Emang..." Nathalia berucap spontan.
"Bilang apa barusan??" Andre bertanya walau ia mendengarnya.
"Tidak ada pak, maaf." Nathalia meminta maaf masih dengan panggilan yang membuat Andre jengkel.
"Aku kan sudah bilang jangan..." Ucapan Andre terpotong karena langsung di sahut oleh Nathalia.
"Maaf kak." Nathalia berucap cepat takut Andre tambah marah.
"Memangnya kamu mau kemana sih? Kamu ngikutin aku yah?"
"Aku cuman mau ke atas kak.." Nathalia berbohong.
"Baiklah, kamu duluan..!" Andre mempersilakan.
"Kakak saja.." Nathalia menolak tawaran Andre.
Andre tidak membalas perkataan Nathalia, dia berjalan menaiki tangga. Langkah mereka kompak berjalan searah, dan sama. Mirip seperti sedang paskibra. Sebab Nathalia mengikuti jejak langkah Andre walaupun tak terlihat.
__ADS_1
"Kiri, kanan, kiri,kanan..." Begitulah Nathalia berucap dalam hati seiring dengan langkahnya, dia fokus pada langkah orang di depannya.
Mengetahui apa yang Nathalia lakukan, Andre mempercepat langkahnya. Nathalia berusaha mengimbangi langkah Andre yang semakin cepat. Hingga tanpa sadar ia menabrak sesuatu.
Bughhh....
"Awww..." Lagi-lagi ia menjerit.
Nathalia melihat ke arah tempat jidat nya terbentur. Dilihatnya tangan Andre sedang menempel pada dinding untuk melindungi kepalanya agar tidak mengenai dinding secara langsung.
Wajah Nathalia memerah, ia merasa begitu senang dan hatinya berdebar sangat kencang. Ia menatap Andre dengan senyuman.
"Trimakasih kak, kalau saja kakak tidak melakukannya mungkin kepalaku sudah benjol dan sakit." Nathalia berucap dengan malu-malu.
" Jangan kepedean, aku bukan menolong mu!" Ucapan Andre membuat Nathalia merasa geram.
"Trus, ngapain kakak melakukan itu?" Nathalia bertanya dengan kesal.
"Aku melindungi tembok dari hantaman batu besar. Aku takut dindingnya roboh..." Andre bicara asal.
"Iiiihhhhhh....." Nathalia mengepal tangannya menahan emosinya.
Andre hanya tersenyum kecil dan pergi masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan Nathalia yang marah.
Nathalia memasuki kamar Andre , dia melihat ruangan Andre yang bercat biru muda, dengan tatanan yang begitu rapi. Lemari pakaian dan rak buku yang menampung begitu banyak sekali buku tersusun rapi.
"Wahhhh" Nathalia bergumam mengagumi betapa indah dan rapinya kamar milik Andre.
Andre menatap bingung, mengapa Nathalia sampai mengikutinya sampai masuk ke kamar.
"Kenapa? Belum pernah melihat kamar serapi dan seindah ini ya?" Andre bertanya membuat Nathalia berhenti mengagumi kamar nya, dan beralih menatap Andre.
"Siapa bilang? Aku sering lihat kamar seperti ini..!"
"Oh ya? Dimana?" Andre bertanya tidak percaya.
"Kamar ku" Ucap Nathalia asal.
"Aku gak yakin." Andre berkata lagi.
__ADS_1
"Emang iya sih, mana ada kamar serapi ini. Kamarku rapi juga berkat bantuan pembantu." Batin Nathalia.
"Kenapa bengong? Kamu kenapa sih ngikutin aku sampai kesini?" Andre bertanya.
"Aku... aku.." Nathalia gugup dan mendekatkan dirinya agar bisa bicara lebih dekat lagi dengan Andre.
Karena begitu gugup, entah kenapa kaki Nathalia bergerak tidak beraturan, membuat dia terjatuh ke depan. Segera Nathalia berpegang pada Andre, membuat Andre yang mendapat serangan secara tiba-tiba ikut terjatuh.
Nathalia terjatuh pada tubuh Andre, sedangkan Andre meringis kesakitan karena pantatnya yang terjatuh keras ke lantai.
"Maaf, maaf kak..." Nathalia secepat kilat berdiri.
"Maaf, maaf... Sakit tahu. Sebenarnya kamu mau apa sih?" Andre bertanya dengan kesal.
"Aku datang mau minta maaf kak" Jawab Nathalia dengan menundukkan kepalanya.
"Atas dasar apa kamu minta maaf?" Andre pura-pura tidak tahu.
"Mulai dari awal ketemu, aku sudah tidak sopan sama kakak." Nathalia memberi penjelasan.
"Baiklah, tapi dengan satu syarat. " Andre memberi pilihan.
"Baik kak, apa syaratnya."
"Kamu harus menuruti semua perintahku" Andre memberi syarat.
"Baiklah kak." Nathalia menyetujui tanpa pikir panjang.
"Baiklah, kamu aku maafkan." Ucap Andre.
"Serius kak..?"
"Iya, tapi ingat persyaratannya."
"Iya kak." Ucap Nathalia.
"Kamu boleh pergi sekarang..!" perintah Andre.
"Baik kak. Trimakasih.."
__ADS_1
Nathalia melangkah dengan bergumam sendiri.
" Semoga saja perintahnya tidak aneh-aneh. Ah... Ya sudahlah, itu urusan belakang, yang penting aku sudah dapat maaf." Nathalia berkata dalam hati sambil berjalan menuju kamar Tania.