Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
KSKGM Season 2 Bab 2


__ADS_3

2 Bulan telah berlalu setelah pernikahan Martin dan Yuna. Mereka sangat menantikan seorang bayi dalam kehidupan mereka. Namun Tuhan mungkin belum memberi kepercayan itu pada mereka .


Pagi hari saat baru selesai sarapan, Martin dan Yuna duduk bersantai sambil menunggu berangkat kerja. Roy dan Tiara datang menghampiri mereka yang tengah asik mengobrol.


" Kamu mau kerja Tin? Tanya Roy.


" Iya Pa, banyak klien yang harus saya temui hari ini." Ucap Martin menyatakan kesibukannya.


"Kamu ini, baru nikah langsung sibuk kerja, kamu harus perhatian juga dong sama istri kamu." Suruh Roy mengingat kesibukan Martin bahkan saat baru menikah.


" Sekarang kami kan sudah satu kantor Pa, kami juga ada di ruangan yang sama kan?" Martin memperjelas . Semenjak mereka menikah Yuna memang kembali menjadi sekretaris Martin.


" Urusan kerjaan sama rumah tangga beda jauh Tin.." Ucap Tiara.


" Tapi tetap sama-sama kan Ma.." Tanya Martin.


" Mama tahu kalian sama-sama, tapi itu kan urusan pekerjaan. Sampai di rumah sudah lelah, kapan kalian akan punya waktu berdua?" Tanya Ratih.


" Kami masih sempat mengobrol kok Ma kalau pulang kerja, iya kan?" Martin masih terus memberi alasan.


" Iya Ma, Pa. Kami sering meluangkan waktu berdua kok.." Ucap Nathalia pada mertuanya yang kini telah ia panggil Papa dan Mama.


" Gak usah bela suami kamu sayang.." Kata Tiara.


" Mama dan Papa suka bangat nyalahin aku. Minum susunya sayang, biar kita berangkat.!" Kata Martin menyudahi pembicaraan itu.


Yuna menurut , ia mengambil susu di hadapannya dan mulai menempelkan bibirnya pada pinggir gelas tersebut.


" Kamu ini Martin, fokusnya kerja terus.. Harusnya saat ini kamu itu fokusnya bikin kami cucu dulu." Ucap Roy blak-blakan membuat Yuna yang sedang minum susu tersedak.


Uhuk uhuk uhuk...


Yuna terbatuk sambil memegangi dadanya.

__ADS_1


" Papa... Lihat tuh, menantu kita jadi tersedak kan? Papa ini ada-ada saja.." Ucap Tiara sambil mengelus punggung Yuna.


" Kan emang benar Ma.. Kita sudah lama menantikan seorang cucu. Umur mereka juga sudah cukup tua saat mereka menikah. Ini adalah kesempatan yang baik buat mereka berusaha." Roy menyatakan keinginannya untuk memiliki seorang cucu.


" Sudahlah Pa... Sekarang kalian berangkat gih, nanti Papa kalian tambah ngelantur. " Ucap Tiara.


"Ma, Pa kami pamit ya..." Kata Yuna sambil mencium punggung telapak tangan mertuanya.


Martin dan Yuna segera pergi dari sana, mereka memasuki mobil . Perlahan mobil melaju, suasana hening. Mereka seperti memiliki pemikiran masing-masing.


" Apa benar yah kata Papa, kita terlalu sibuk untuk bekerja. Bahkan, kita jarang untuk mengobrol tentang kita. Aku memang suami yang tidak pengertian. Maafin aku sayang..." Ucap Martin membenarkan perkataan Roy saat di rumah.


" Tidak apa-apa kok sayang.. Pekerjaan juga kan penting" Yuna menghibur suaminya yang kini telah ia panggil sayang.


" Kamu gak usah sok menghibur. Aku tahu kamu juga pasti kesal kan karena aku sibuk terus.." Tanya Martin.


" Kesal sih, tapi ini kan demi kita.." Ucap Yuna.


" Sayang... Seharusnya kalau kamu pengen punya waktu berdua sama aku, kamu bilang saja . Aku pasti akan meluangkan waktu untukmu." Kata Martin.


Bukannya fokus, Martin malah mengambil ponselnya. Ia menghubungi asisten Yuna yang biasa membantu pekerjaan mereka.


" Halo Diana, sepertinya hari ini kami tidak bisa masuk , tolong gantikan kami untuk menemui klien. Jika klien meminta bertemu langsung, bilang saja untuk bertemu besok." Perintah Martin membuat Yuna mengernyitkan dahinya heran.


Setelah Martin mematikan teleponnya ia baru kembali fokus menyetir, tapi bukan ke arah Kantor.


" Sayang .. Kita mau kemana? Kenapa tadi bilang kita tidak masuk kerja, kita kan sekarang sedang perjalanan menuju kesana." Tanya Yuna penasaran.


" Nanti kamu juga tahu..." Ucap Martin.


Keheningan kembali tercipta, hal itu membuat Yuna menjadi mengantuk dan tertidur.


" Maaf ya sayang, aku tidak punya banyak waktu untukmu. Tapi aku janji, hari ini waktuku hanya untukmu." Ucap Martin sambil mengelus pucuk kepala istrinya.

__ADS_1


Mobil yang mereka tumpangi telah sampai ke sebuah vila kecil di lokasi yang lumayan terpencil. Pepohonan masih berdiri dengan kokoh membuat suasana asri dan sejuk.


Seorang lelaki menghampiri mobil mereka yang telah berhenti dan membukakan pintu. Ia adalah orang yang ditugaskan untuk merawat vila tersebut.


" Ada yang bisa saya bantu Den? Tanya lelaki tersebut.


" Tutup pintu mobil dan buka pintu vila ini.!" Suruh Martin seraya membopong tubuh Yuna yang terlelap.


Pria tersebut melaksanakan perintah dari Martin. Segera Martin membawa Yuna, Yuna yang merasa seperti melayang menjadi terbangun. " Kita dimana?" Tanya Yuna yang masih berada di gendongan Martin.


"Kamu tenang saja sayang, hari ini kita akan menghabiskan waktu berdua" Ucap Martin sembari tersenyum.


Yuna hanya diam menikmati momen ini, Martin membawa Yuna ke dalam kamar. Ia merebahkan tubuh Yuna di ranjang, " Kamu lanjutkan tidurnya, aku keluar sebentar." Ucap Martin.


Martin keluar dan menemui Pria tadi, " Mang , hari ini bisa pulang lebih awal." Ucap Martin.


" Trimakasih den" Ucap Pria itu.


" Oh iya . Ini belikan makanan untuk keluarga..!" Ucap Martin sembari memberi uang seratusan dua lembar.


" Trimakasih banyak Den" Ucap Pria itu sambil berlalu dengan penuh bahagia.


Martin kembali ke dalam kamar, ia melihat Istrinya yang kembali terlelap. Ia tersenyum dan menghampiri istrinya, ia mencium pucuk kepala Yuna, lalu pipinya, dan bibirnya.


" Sayang... Kamu nyuruh aku tidur atau kerja sih?" Tanya Yuna yang mendapat perlakuan itu.


" Kerja sambil tidur.." Ucap Martin menurunkan ciumannya menuju leher Yuna.


Mmmhhhhh...


Yuna mulai terbawa suasana, ia memang jarang mendapat perlakuan ini. Bahkan ia menyadari bahwa dirinya sendiri pun juga sibuk sehingga tidak melayani Martin dengan baik.


Martin mulai menjelajahi setiap.sisi tubuh istrinya. " Hari ini, kita akan menikmati hal yang tidak pernah kita rasakan sebelumnya. Tidak akan ada yang mengganggu kita, disini kita hanya berdua saja. Kamu boleh mengeluarkan suara indahmu saat menikmati penyatuan ini." Bisik Martin sambil menyatukan dirinya pada Yuna.

__ADS_1


Perlahan namun pasti, mereka akan menikmati momen langka ini. Semogs dengan ini impian mereka untuk memiliki seorang bayi terwujud.


__ADS_2