Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Tidak Memandang Fisik


__ADS_3

Acara belanja-belanja telah usai, kini mereka sedang membongkar belanjaan yang mereka bawa.


"Kak, makanannya banyak bangat..." Ucap Tania setelah melihat makanan yang dibawa oleh Nathalia.


"Ya habisnya kakak penasaran gimana rasanya." Ucap Nathalia.


"Loh.. Memangnya kakak belum pernah makan yang kayak gini." Tania bertanya.


"Belum dek." Nathalia jujur.


"Jangan ngobrol saja, lebih baik kalian makan saja, Mama istirahat dulu." Perintah Ratih.


"Loh, memangnya tante gak ikut makan?" Tanya Nathalia.


"Tidak usah nak, kalian saja. Tante masih kenyang." Ucap Ratih.


"Baiklah kalau gitu , bentar ya kak aku ambil piring dulu." Tania pergi menyiapkan piring.


"Kak Andre.....!!" Tania memanggil Andre yang langsung masuk ke kamar setelah pulang dari pasar. Tapi tidak ada sahutan dari dalam sana.


"Kak Andre.....!" Tania mengeraskan suaranya, hingga Andre muncul di hadapan mereka.


"Apa sih dek.. Jangan teriak-teriak dong. Berisik tahu..!" Ucap Andre ketus.


"Habisnya kakak sih.. Tania panggil-panggil gak nyahut-nyahut." Gerutu Tania.


"Duduk kak, kita habiskan makanannya." Ajak Tania.


Kini beberapa jenis makanan telah tersedia di meja makan. Mie ayam, bakso, sate, soto,pecal,lontong sayur, dan beberapa jenis gorengan seperti, tahu isi, sosis bakar, bakso bakar, bakwan lengkap dengan kecap serta saosnya.


"Waaahhhh, menatapnya saja aku sudah kenyang." Andre memegangi perutnya.


"Ya sudah kalau kakak tidak mau, yuk kak, kita aja yang makan." Ajak Tania pada Nathalia.


Nathalia mengangguk dan mulai mencicipi satu persatu makanan yang tersaji. Terlihat raut wajah nya merasa senang.


"Wah, rasanya benar-benar enak." Nathalia memberi penilaian.


"Makanya kak, sesekali jajanan kayak gini harus dicoba, pasti bikin ketagihan." Ucap Tania .


"Iya... Besok kita beli lagi ya.." Pinta Nathalia.


"Sayang sekali kak, ini dijual kan cuma sekali seminggu doang." Ucap Tania.

__ADS_1


Terlihat raut wajah kecewa menghiasi Nathalia, sedangkan Andre hanya merasa lucu saat Nathalia begitu bersemangatnya mencicipi makanan tersebut.


"Kakak gak takut gemuk?" Tania bertanya seolah-olah ingin menghentikan Nathalia untuk makan lebih banyak lagi.


"Tidak apa-apa kalau gemukan dikit.." Nathalia menyengir.


"Nanti kakak gak laku lagi." Ucap Tania lagi.


"Uhuk, Uhuk..." Nathalia terbatuk.


Segera Andre menyodorkan minuman pada Nathalia, dan beralih menatap Tania.


"Kamu ini dek. Yang namanya cinta itu tidak pandang fisik. Yang paling utama itu hati. Apalah arti seorang yang cantik bak model, tapi hatinya buruk. Jika seseorang mencintaimu karena kamu cantik, itu artinya saat kamu tidak lagi secantik saat pertama bertemu dengan dia, maka perasaannya akan pudar." Andre memberi penjelasan.


Nathalia hanya melongo mendengar penjelasan Andre. Sedangkan Tania dengan segera bertepuk tangan.


"Wahh, kakak luar biasa" Tania memberi pujian.


"Dari dulu kali." Andre memuji dirinya.


"Ya sudah kak. Habiskan saja semua nya. Kak Martin kan tidak memandang fisik." Tania mulai menggoda Nathalia.


"Hubungannya dengan kak Andre apa?" Nathalia berlagak tidak tahu.


****


Nathalia kini sedang duduk di teras rumah Andre, ia mengambil Handphone miliknya, dan mencari kontak seseorang.


Tut.. tut... tut..


Suara sambungan telepon terdengar hingga seseorang mengangkat teleponnya.


"Halo putri kesayangan Mama.." Sapa Tiara dari seberang telepon.


Nathalia


"Halo Ma, gimana kabarnya Ma?"


Tiara


Baik sayang. Kamu disana gimana, betah tidak..?


Nathalia

__ADS_1


Betah kok Ma. Aku disini kan sama keluarga yang sangat baik.


Tiara


Syukurlah Nak. Jangan lupa, kamu harus ikut bantu-bantu mereka.


Nathalia


Iya Mama. Ma, aku mau curhat dong..!


Tiara


Tentang apa nih?


Nathalia


Tentang cowok Ma.


Tiara


Tumben kamu bicarakan soal cowok, biasanya kamu gak suka.


Nathalia


Kayaknya yang ini , aku suka deh sama dia Ma.


Tiara


Coba kamu kenali lebih dalam lagi. Jika memang kamu merasa cocok , kamu lanjutkan saja.


Nathalia


Baik Ma.


Tiara


Baiklah sayang, nanti kita lanjut lagi ya, Mama ada pekerjaan.


Nathalia


Baik Ma. Bye Ma...


Nathalia menutup teleponnya dan kembali masuk ke dalam rumah. Tanpa ia sadari Andre sedang tersenyum senang di balik pintu mendengar obrolan Nathalia dan Tiara.

__ADS_1


__ADS_2