
Nathalia yang terbangun dari tidurnya, langsung melihat layar HP nya. Ia melihat ada notifikasi pesan. Ia membuka pesan tersebut, dan tersenyum bahagia. " Selamat hari valentine . ❤❤" Demikian isi pesan tersebut. Meski hanya sebuah ucapan , Nathalia sangat bahagia karena yang mengirimnya adalah Andre.
" Selamat hari valentine juga kak.. 😊😊 " Nathalia membalas.
Andre
Kadonya mana?
Nathalia
Loh, seharusnya kan Lia yang minta sama kak Andre.
Andre
Baiklah, kakak punya hadiah untukmu.
Nathalia
Oh ya? Apa kak?
Andre
Buka pintunya..!
Nathalia
Baik kak.
Nathalia berjalan ke arah pintu dan mendapati sebuah coklat yang dihiasi pita merah. Nathalia mengambilnya dan tersenyum. Segera ia kembali ke dalam kamar.
Nathalia
Trimakasih kak.
Andre
Jangan hanya bertrimakasih dong.. Buat kakak mana?
__ADS_1
Nathalia
Mmmmm. Gimana kalau coklat ini kita bagi dua aja kak ?
Andre
Mana bisa, kan kakak beli sendiri. Kamu juga harus gitu dong..
Nathalia
Jadi kakak tidak mau nih makan coklat berdua dengan Lia?
Andre
Iya deh... Oh iya, kamu turun ya, biar kita masak bareng.!
Nathalia
Siap kak.
Nathalia turun dan menemui Andre untuk memasak bersama. Setelah selesai mereka makan bersama Ratih dan Tania. Setelah menyelesaikan sarapan, Tania mengajak Nathalia untuk membuat kue.
" Boleh, tapi kakak tidak bisa bikin kue." Ucap Nathalia.
" Tenang aja kak, kan ada kak Andre. Dia jago loh bikin kue." Kata Tania.
"Oh ya? " Nathalia melirik ke arah Andre.
"Beneran kak. Tiap aku sama Mama ulang tahun, Kak Andre loh yang buatin kue nya." Tania menjelaskan dengan semangat.
"Gitu ya."Ucap Nathalia kagum.
"Iya kak. Makanya kakak pasti beruntung bisa jadi istri nya kak Andre. " Ucap Tania.
"Ehmm " Andre yang sedari tadi hanya sebagai pendengar, tiba-tiba membuka suara.
" Ayo kak! Keburu kak Andre marah." Ajak Tania.
__ADS_1
Nathalia hanya tersenyum dan mengikuti Tania ke dapur. Mereka bertiga menyiapkan bahan kue. Dan benar seperti yang dikatakan oleh Tania, Andre memang jago membuat kue.
"Kak Andre bisa segalanya, seandainya aku bisa jadi pacarnya." Nathalia bergumam dalam lamunannya.
"Kenapa melamun kak?" Tania mengagetkan.
"Kak Andre perfect." Tiba-tiba saja Nathalia mengeluarkan kalimat itu, membuat Tania dan Andre tersenyum.
"Wahhhh. Ada yang terpesona nih.." Ucap Tania.
"Kakak salah ngomong.." Nathalia berusaha untuk mengelak.
"Sudahlah kak, aku dengar sendiri kok. Lagian orang nya sendiri juga tadi dengar kok." Ucap Tania.
Nathalia menjadi malu karena keceplosan akibat di kagetkan oleh Tania.
"Sudah.. Sudah.. Sebaiknya kalian hias kuenya, dan bawa ke meja makan. Kakak tunggu disana sekalian kakak panggil Mama." Andre berusaha menghentikan Tania agar tidak menggoda Nathalia lagi.
"Baik kak." Ucap Tania sambil memulai menghias kue di hadapannya.
****
Kini mereka sedang menikmati kue yang tersedia, tapi anehnya mereka tidak bersuara. Karena heran dengan situasi ini, Tania membuka suara.
"Ini hari valentine atau hari silent?" Tanya Tania.
"Kenapa emangnya?" Tanya Andre sambil kembali menyantap kue di hadapannya.
"Kenapa diam-diaman gini sih?" Tania bertanya lagi.
"Kalau lagi makan, enaknya memang harus diam, biar tidak tersedak." Ratih memberi nasehat.
"Hmmm. Baiklah Ma. Oh iya Ma , aku ke kamar ya, mau nonton drakor." Pamit Tania.
"Kenapa gak disini aja?" Tanya Ratih.
"Mama gak peka bangat sih..! Ini kan hari kasih sayang, jadi kita harus memberi kesempatan mereka berdua untuk menjalin kasih sayang." Ucap Tania lalu berlari ke kamarnya takut diomeli Andre.
__ADS_1
Ratih tersenyum dan menatap Nathalia dan Andre. " Baiklah, mama ke kamar dulu ya..!" Ratih juga pergi.
Kini mereka berdua yang tinggal di meja makan dalam diam.