
Ruangan Martin kini tengah hening, tidak ada di antara Yuna maupun Doni yang mau membuka suara. Sampai akhirnya Martin mencoba untuk mencairkan suasana.
" Ehmm. Saya tahu kalian punya masa lalu yang buruk. Tapi saya berharap kalian bisa bicara baik-baik agar bisa menjalin kerjasama." Ucap Martin.
Tapi keheningan tetap memenuhi ruangan. Yuna dan Doni tetap memilih bungkam.
" Baiklah. Mungkin saya harus keluar dan membiarkan kalian bicara berdua." Martin mengambil keputusan.
Saat Martin hendak berdiri , Yuna menahan tangannya. Yuna menggelengkan kepalanya tanda ia tidak setuju dengan keputusan yang dibuat oleh Martin.
Martin menarik napasnya dalam, ia tidak mengerti harus berbuat apa. Ia kembali duduk dan berharap salah satu di antara keduanya akan membuka suara dan menyelesaikan masalah ini.
" Saya minta maaf Yun..." Akhirnya Doni yang membuka suara terlebih dahulu.
Martin menoleh ke arah Yuna ,ia mendengarkan dengan antusias menantikan jawaban apa yang akan Yuna berikan. Tapi sepertinya Yuna tidak setegar itu untuk menjawab permohonan maaf dari Doni.
Martin memegang tangan Yuna, berharap hal itu bisa meyakinkan dan menenangkan Yuna. Yuna menarik napasnya pelan.
" Sudahlah, kita tidak perlu membahas tentang masa lalu yang menyakitkan itu. Lagian sekarang aku bisa merasakan, betapa indahnya rencana Tuhan di balik perpisahan kita yang menyakitkan." Yuna mencoba tegar, hal itu membuat Martin tersenyum.
" Kamu pasti bahagia ya?" Tanya Doni.
" Setelah aku melalui masa sulit, sekarang aku sangat bahagia akhirnya dipertemukan dengan orang yang sangat mencintaiku." Ucap Yuna yakin.
__ADS_1
" Kamu sangat beruntung..." Ucap Doni.
" Yah.. bahkan bisa dibilang sangat beruntung. " Ucap Yuna jujur.
"Kamu memang pantas mendapatkannya Yun.. Kamu gadis yang baik, dan aku telah mendapatkan hal yang pantas juga buatku." Kata Doni terlihat sangat sedih.
"Trimakasih Don.. Oh iya? Gimana dengan kalian, anak kalian pasti sudah besar ya ? Kapan aku dan kak Martin bisa bertemu dengan istri dan anakmu? Kamu pasti punya anak yang lucu sekali. Oh iya, anak kamu laki-laki atau perempuan?" Yuna melontarkan pertanyaan bertubi-tubi.
"Aduh Yun... Kasih pertanyaan satu-satu dong.. Lihat tuh, Doni jadi bingung harus jawab apa.." Ucap Martin yang mendengar pertanyaan Yuna.
"Hehehe ... Maaf kak.." Nyinyir Yuna.
"Aku tidak seberuntung kamu Yun..." Ucap Doni sedih.
"Maksud kamu?? Bukannya kamu seharusnya sangat beruntung ya , bisa menikah dengan orang yang kamu cintai dan juga mencintaimu..? " Tanya Yuna penasaran.
( Lagi curhat sama mantan ni ceritanya... 😆😆😆😆)
"Kenapa bisa? Dan bukankah dia sedang mengandung anakmu? Bagaimana dia mau melakukannya denganmu tanpa cinta?" Lagi-lagi pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut Yuna.
"Ternyata itu bukanlah anak ku, dia sekongkol dengan pacarnya untuk menjebakku. Mereka ingin menguasai harta keluargaku. Makanya, setelah ia mengetahui bahwa aku meninggalkan orangtuaku dan tidak mendapat harta sepeserpun dari mereka, disanalah ia meninggalkanku dan disana juga aku mengetahui segalanya tentang kebusukannya. Dan bahkan , ia menikah hari itu juga di hadapanku.." Doni menceritakan kisah pilunya.
Yuna tidak tahu harus ikut sedih atau justru bahagia mendengar kehancuran Doni. Yang pasti, ia hanya diam tanpa memberi tanggapan apapun.
__ADS_1
" Aku turut prihatin dengan kisahmu.." Ucap Martin.
"Trimakasih pak." Jawab Doni.
"Tapi.... Sekarang kamu tidak punya perasaan apa-apa lagi pada Yuna kan?" Tanya Martin serius.
"Tidak pak.." Ucap Doni.
"Baguslah, itu yang saya harapkan. Semoga kalian bisamenjalin kerjasama tanpa gangguan dari perasaan masa lalu." Ucap Martin.
"Baik pak. Saya akan bekerja dengan profesional " Ucap Doni.
"Baiklah... Kalau begitu masalah sudah kelar, saya dan Yuna akan pergi jalan-jalan hari ini. Jadi , biarkan dia libur hari ini." Ucap Martin.
"Baik pak. Trimakasih sudah menerima saya bekerja disini." Ucap Doni.
"Baik. Kalau begitu kami permisi." Ucap Martin menggandeng tangan Yuna dan membawanya pergi.
****
*Belajarlah untuk melihat hati seseorang, apakah ia seorang yang tulus atau hanya modus.
Dia benar-benar cinta atau hanya ingin harta.
__ADS_1
Dia benar-benar sayang atau hanya bikin melayang dan menghilang seperti bayang*.
Dia setia, atau hanya membuat derita