Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Ulang Tahun Martin


__ADS_3

Suasana di rumah Martin kini sudah ramai. Para tamu secara undangan bergantian memberi ucapan selamat dan juga kado ulang tahun pada Martin. Tapi dari sekian banyak orang yang datang, tidak membuat Martin terlihat bahagia.


Ia menunggu sosok Yuna datang dan memberinya walau hanya sebuah ucapan selamat ulang tahun. Namun belum ada juga tanda-tanda ia akan datang.


Martin terus menunggu dan mencari, hingga matanya tertuju pada orang yang mungkin akan membuatnya merasa senang. Ia melihat kedatangan Anita dan Adrian, tapi lama mereka berjalan tidak ada sosok Yuna di belakang mereka.


"Selamat ulang tahun ya Nak Martin, ini kado dari om dan tante. " Ucap Anita.


"Trimakasih banyak tante.." Ucap Martin.


"Selamat ulang tahun ya Nak.." Adrian juga menyalami Martin.


"Trimakasih Om."


"Kami kesana ya Nak.." Ucap Anita menunjuk ke arah Roy dan Tiara berada.


"Tunggu dulu tante, ada yang mau saya tanyakan.." Ucap Martin.


"Kalau gitu Papa duluan ya Ma.." Kata Adrian pada Anita.


"Baik Pa, nanti Mama nyusul." kata Anita.


"Ada apa Nak?" Tanya Anita lagi.


" Keadaan Yuna gimana tante?" Tanya Martin.


"Yuna sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.. Ia juga sudah tidak mengurung dirinya si dalam kamar." Anita menjelaskan.


" Trus , Yuna nya mana tante?" Tanya Martin.


"Katanya sih dia mau ketemu teman-temannya.. Tante tadi udah ajak kesini, tapi dia lebih memilih sama temannya." Kata Anita.


"Ohhh, gitu ya tante.." Ucap Martin sedih.


"Iya Nak. Sepertinya ia merasa sangat tidak pantas untukmu.." Jawab Anita.

__ADS_1


"Tapi aku tulus mencintainya tante, dan aku trima dia apa adanya." Ucap Martin.


"Tante tahu Nak, tante juga sudah pernah mengatakannya. Tapi Yuna tidak mau mendengarkan tante.." Ucap Anita sedih.


"Baiklah tante, mungkin itu yang terbaik buat Yuna saat ini." Martin mencoba tegar.


" Trimakasih atas pengertiannya Nak. Yakinlah, kalau jodoh gak bakal kemana." Anita menghibur Martin.


"Tante kesana ya.. Oh iya, hampir aja tante lupa, ini kado dari Yuna." Ucap Anita memberikan sebuah kotak kecil.


"Baik tante. Trimakasih ya tante.." Jawab Martin dan menerima kado tersebut.


Anita meninggalkan Martin, dan pergi menyusul suaminya.


Martin memandangi kotak tersebut, " Seberharga apapun kado yang kamu berikan, kehadiranmu adalah hadiah teristimewa dalam hidupku Yun.." Ucap Martin lirih sambil menyimpan kado tersebut ke dalam sakunya.


Acara memotong kue telah tiba, Roy memanggil Martin untuk datang memotong kue.


Martin memotong kue tersebut, ia mengambil potongan kecil, " Seharusnya ini akan kuberikan untukmu Yun.." Gumam Martin sedih.


"Ada apa Nak? Kenapa kelihatannya kamu kurang bahagia?" Tanya Roy yang melihat anaknya terlihat murung di hari ulang tahunnya.


"Tidak ada apa-apa Pah.." jawab Martin.


" Baiklah, saat ini saya ingin mengucapkan trimakasih pada kalian yang sudah datang menghadiri pesta ulang tahun anak sayang. Semoga Martin bisa menjadi pemimpin yang baik di Alexander Group. Dan semoga juga dia cepat mendapatkan pendamping hidup." Roy berbicara di hadapan para tamu.


" Bikin malu aja nih Papa.." Bisik Martin.


"Baiklah, sekarang waktunya kami memberikan hadiah istimewa dari kami.." Ucap Roy lagi.


Lalu tiba-tiba ada empat orang membawa sebuah kotak kayu yang lumayan besar, dan meletakkannya di hadapan seluruh tamu undangan.


"Ini apa pa?" Tanya Martin penasaran.


"Di buka dong... Pasti kamu akan sangat senang" Jawab Roy.

__ADS_1


"Sebesar apapun ini, tetap Yuna yang akan menjadi hadiah teristimewa.." Gumam Martin.


Ia perlahan berjalan menuju kotak tersebut, semua orang juga penasaran dengan isinya. Martin mulai membuka gembok yang terpasang dan membuka pintu kotak tersebut. Dan betapa terkejutnya ia melihat Yuna yang tengah duduk di kursi di dalam kotak tersebut.


Martin sangat bahagia dan dia mengulurkan tangannya untuk menuntun Yuna keluar. Yuna meraih tangan Martin dan keluar dari dalam kotak tersebut.


Semua orang menjadi semakin penasaran siapa wanita di dalam kotak tersebut. Setelah Yuna berdiri di samping Martin, Martin memperkenalkannya " Perkenalkan, Yuna pacar saya.." Ucap Martin membuat semua orang heboh.


" Sejak kapan? " Tanya Yuna membuat orang menjadi bingung.


" Kan perjanjiannya gitu.." Jawab Martin.


"Masa nembak cewek pake perjanjian sih.." Ucap Yuna.


"I Love You Yuna..." Martin menyatakan perasaannya.


"Jawabanku ada dalam kotak hadiah. " Kata Yuna.


SegeraMartin mengambil kotak hadiah dari sakunya dan membukanya. Di dalam kotak hanya ada secarik kertas yang bertuliskan I Love you too..


"Martin tersenyum bahagia, " Tapi sekarang masa aktif kertas tersebut sudah kadaluarsa. Kelamaan bukanya.." Ucap Yuna.


"Baiklah, kalau itu mau kamu. Aku juga gak akan memaksa lagi, dan gak berharap jadi pacar kamu" Jawab Martin dingin dan hendak pergi.


"Kak Martin kok kayak gitu sih.." Yuna menangis dengan perbuatan Martin, padahal Yuna tadi hanya ingin bercanda.


Martin berhenti dan membalikkan badannya serta berlutut di hadapan Yuna. " Aku gak mau menjadi pacar kamu, maunya jadi suami kamu aja.. Apa kamu bersedia menjadi istriku?" Martin menyodorkan sebuah cincin berlian.


Yuna memberikan tangannya pertanda ia menerima lamaran tersebut. " Makasih Yun..." Ucap Martin lalu berdiri dan memeluk Yuna.


"I love you kak..." Ucap Yuna menitikkan air mata bahagia .


Semua orang yang sedari tadi jadi penonton, bertepuk tangan . Mereka juga ikut merasakan betapa indahnya momen ini.


" Kita bakalan jadi besan nih..." Ucap Roy pada Adrian, membuat semua orang tertawa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2