
Hai reader tersayang. Trimakasih sudah setia membaca novel Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja sampai selesai.
Terutama untuk @adiah diah, thanks sudah kasih support lewat komentar positif yang diberikan. Maaf tidak pernah sempat untuk membalas.
Sekarang aku lagi fokus menulis novel baru yang rencananya akan saya kasih judul " Mama Pilihan Felicia" tapi masih 4 episode makanya belum di update takut nantinya kelamaan nunggu.
Soalnya Author harus bagi waktu, author bisa nulis kalau dede bayinya author yang masih berumur 5 bulan tertidur.
Kadang, bahkan malah saya yang tertidur duluan πππ
Curhat dikit...
Ditunggu ya karya baru author... π₯°π₯°π₯°
Nih aku kasih bocoran 1 bab. ππ
πΆbalonku ada lima ππππ π
πΆRupa-rupa warnanya
πΆ Hijau , kuning , kelabu, merah muda dan biru.
πΆ Meletus balon hijau , duarrrr
πΆ Hatiku sangat kacau
πΆ Balonku tinggal empat
πΆ Kupegang erat-erat.
Lagu dengan nyanyian anak-anak terdengar di sebuah ruangan. Hari ini adalah hari pertama sekolah di TK Kasih Bunda.
Dengan diantar orang tua masing-masing, anak-anak yang masih berumur lima tahun dengan ceria membawa tas di punggung mereka. Kini mereka sedang bernyanyi bersama di sebuah ruangan, dipandu seorang guru yang baik hati dan lembut
" Untuk hari ini kita perkenalan dulu ya sayang..." Ajak sang guru.
" Iya kak."
" Iya tante."
" Iya bu"
" Iya Bunda."
Mereka menyahut dengan panggilan masing-masing.
Sang guru hanya tersenyum dengan tingkah anak-anak.
" Perkenalkan, nama saya Stefanny Elizabeth, kalian boleh memanggil dengan bunda Fanny atau ibu Fanny. Dan ibu yang akan mengajari kalian disini, kita kerja sama ya sayang..." Ucap sang guru yang akrab dipanggil Fanny.
__ADS_1
" Ibu kan sudah memperkenalkan diri, sekarang giliran kalian ya..." Kata Fanny dengan nada ceria hingga membuat anak-anak merasa senang.
Kini anak-anak secara bergantian memperkenalkan diri masing-masing. Ada yang malu-malu, tapi ada juga yang punya keberanian yang cukup.
" Ada yang berani tampil untuk bernyanyi, tidak?" Tanya Fanny memberi tantangan sambil mengedarkan pandangan ke arah anak-anak. Terlihat seorang anak ragu untuk mengangkat tangannya.
Dengan senyuman yang lembut, Fanny datang menghampiri anak tersebut. " Siapa namanya tadi sayang?" Tanya Fanny dengan senyuman manis dan lembut.
" Felicia, Bunda baik " Ucap sang anak malu-malu.
" Felicia ingin bernyanyi, sayang?" Tanya Fanny lagi.
" Iya bunda baik ." Ucap Felicia.
Fanny tersenyum dengan panggilan yang dilontarkan oleh Felicia. Felicia memanggilnya dengan sebutan bunda baik. " Memangnya aku sebaik apa sih? Ini kan baru hari pertama masuk sekolah, dasar anak-anak." Gumam Fanny sambil menggelengkan kepalanya.
" Ayo ibu temani ke depan sayang..!" Ajak Fanny lembut dan disambut anggukan dari Felicia .
" Fanny menggandeng tangan Felicia ke depan dan menyuruh yang lainnya untuk diam.
" Yang lain diam dulu ya! Teman kita mau nyanyi.." Suruh Fanny lembut.
" Baik bu ..." Jawab anak-anak serentak.
" Felicia biasa dipanggil siapa sayang?" Fanny beralih ke Felicia.
" Feli bunda baik.." Ucap Felicia dengan nada imutnya.
Felicia tampak malu-malu untuk menyebutkan judul lagu. Melihat hal itu Fanny memberi saran pada Felicia. " Lagu Kasih Ibu, Feli tahu sayang?" Tanya Fanny yang dibalas anggukan kepala oleh Felicia .
" Ya sudah, Feli nyanyikan lagu itu saja ya, sayang! " Suruh Fanny lembut.
Kini semua telah diam, menunggu Felicia untuk membuka suaranya.
πΆ Kasih ibu kepada beta π€±
πΆ Tak terhingga sepanjang masa
πΆ Hanya memberi tak harap kembali
πΆ Bagai sang surya βοΈ Menyinari dunia.. π
Fanny ikut bernyanyi sambil bertepuk tangan, tapi Feli hanya bernyanyi sampai di tengah lagu saja . Sedangkan Fanny melanjutkan sampai lagu tersebut selesai. Setelah menyelesaikan lagu tersebut, Fanny menatap Feli yang sudah diam dan menunduk.
Fanny pun berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Feli. " Ada apa sayang? Kok berhenti nyanyi nya, padahal suara Feli bagus loh.." Fanny bertanya dengan penuh kasih sayang.
" Feli tidak tahu sebenarnya kasih ibu itu seperti apa, karena Feli tidak punya ibu." Feli akhirnya mengeluarkan kata-kata dan air matanya membuat Fanny tersentuh.
" Ha.. ha.. ha... Feli tidak punya ibu..." Beberapa temannya menjadi mengejek Feli yang menangis .
__ADS_1
Belum sempat Fanny untuk memberi arahan pada anak-anak, seorang anak perempuan yang terlihat tomboi malah maju tanpa diundang. " Hey... Kalian jangan mengejek dia dong. Aku juga tidak punya ibu, tapi kami kan tetap punya ayah yang sayang sama kami. Kalau kalian ejek lagi awas ya.." Ucap anak tersebut dengan mengarahkan tangannya yang sudah terkepal ke arah temannya dengan matanya yang melotot.
"Jangan nangis lagi ya, aku akan melindungimu dari mereka yang jahat padamu." Ucap anak tersebut sambil menghapus air mata yang menetes di pipi Feli.
" Trimakasih ya.. Oh ya, kenalkan aku Felicia, panggil saja Feli." Felicia tersenyum dan mengulurkan tangannya.
" Namaku Jesika, panggil aku Cika ya .." Jesika menyambut uluran tangan Felicia.
Pemandangan itu membuat Fanny terharu. " Anak-anak, kita tidak boleh mengejek teman-teman kita yang lain ya.. Ibu tidak punya ayah dan tidak punya ibu, apa kalian juga akan mengejek ibu?" Fanny membuat wajah super sedih.
" Tidak, bu...." Jawab anak-anak serentak.
" Tenang bunda baik, kan ada Feli yang bersama bunda." Ucap Felicia yang lebih nyaman memanggil bunda.
" Ada Cika juga bunda cantik, kalau ada yang mengganggu bunda akan aku tendang sampai jatuh.." Ucap Jesika yang menendang ke arah depan. Sama seperti Felicia, Jesika juga memanggil Fanny dengan panggilan Bunda .
Fanny tersenyum melihat dua anak kecil yang berusaha melindunginya. Bahkan seharusnya Fanny yang mengatakan demikian.
" Sekarang kalian duduk ya sayang.." Suruh Fanny dengan lembut.
" Baik bunda.." Ucap mereka kompak.
" Bunda, bunda .." Jesika memanggil Fanny yang bahkan belum sempat duduk.
" Ada apa sayang? "
" Cika duduk di samping Feli yah .. Biar bisa melindungi dia setiap saat." Pinta Jesika.
" Silahkan sayang.." Ucap Fanny mempersilahkan. Ia menjadi gemas sendiri melihat tingkah kedua bocah ini.
" Apa ada lagi yang mau nyanyi ke depan?" Tanya Fanny.
Tidak ada jawaban yang ia dapatkan, hanya Felicia yang berani meski ia sempat diejek namun dapat pembelaan dari pahlawan cilik * Jesika*.
" Gimana kalau kita nyanyi sama-sama saja bunda baik.." Usul Feli.
" Ide bagus sayang, lagu apa yang akan kita nyanyikan?" Fanny bertanya pada anak-anak.
" Abang tukang bakso "
" Pelangi-pelangi"
" Topi saya bundar"
" Burung kakak tua"
Dan masih banyak lagi usul yang mereka berikan. Fanny menjadi sangat senang melihat anak-anak yang antusias memberi pendapat masing-masing. Akhirnya hari pertama sekolah mereka lalui dengan bernyanyi dan bermain.
Stefanny Elizabeth, gadis yang hanya berukuran 150 cm dan berat 45 kg, gadis kecil yang tinggal di panti asuhan sejak kecil. Rambutnya yang sebahu, serta poni yang menutup keningnya menjadi gaya rambut yang ia sukai, membuat dia semakin terlihat menggemaskan di usianya yang sudah 23 tahun.
__ADS_1
Setelah tamat SMA, ia diminta oleh pemilik yayasan TK Kasih Bunda untuk menjadi tenaga pengajar disana.Hal itu tentu membuat Stefanny sangat senang, selain ia sangat dekat dengan anak-anak ia juga bisa membantu panti asuhan yang ia tempati dengan gaji yang akan ia dapatkan nantinya. Ia disukai anak-anak yang bersekolah disana membuat ibu ketua yayasan mempertahankannya meski ia hanya lulusan SMA.