
Di kediaman Keluarga Alexander, kini Martin sedang memohon kepada Tiara agar ia diajari cara untuk memasak.
Tiara amat sangat heran dengan permintaan anaknya. Martin yang tidak pernah menginjakkan kaki ke dapur, kini malah meminta untuk belajar memasak.
Untuk menggoda anaknya, Tiara berpura-pura tidak mau, sampai akhirnya Martin sampai berlutut di hadapan Tiara.
" Please Ma, ajarin Martin ya.." Pinta Martin memohon.
"Berdiri sayang. Kamu ini apa-apaan sih? Memangnya kenapa kamu ingin sekali bisa memasak?" Tanya Tiara penasaran.
"Yah, siapa tahu nanti gak ada yang masak, aku kan bisa masak sendiri." Ucap Martin.
Melihat anaknya menyembunyikan sesuatu darinya Tiara kembali berkata. " Kan biasanya anak Mama pesan makanan online "
"Aku maunya makanan rumah mama. Please bangat Ma." Martin terus menerus memohon.
"Baiklah. Ayo kita mulai." Tiara akhirnya menyetujui.
Kini Martin sedang memperhatikan Tiara dengan sangat antusias. Martin tidak ingin sedetikpun terlewatkan cara memasak yang Tiara Ajarkan.
Setelah selesai mengajari Martin, Tiara kembali ke kamarnya dan menghubungi Nathalia. Ia ingin menceritakan pada Nathalia perubahan yang ada pada Martin saat ini.
Nathalia
"Halo Mama.."
Tiara
Halo sayang... Mama mu cerita nih..!
Nathalia
Kayaknya semangat bangat Ma.
Tiara
Gimana tidak semangat. Kamu tahu gak sekarang kakak kamu banyak berubah tahu..!
Nathalia
Maksud Mama?
Tiara
Masa tadi dia minta diajarin masak sama Mama.
Nathalia
Hahaha.. Serius Ma?
Tiara
Serius sayang..
Dia juga sudah pernah loh bawa perempuan kesini. Kamu tahu kan gimana dinginnya kakak kamu selama ini?
__ADS_1
Nathalia
Apakah namanya kak Yuna?
Tiara
Kok kamu tahu sih Sayang?
Nathalia
Ya tahu lah Mama. Kan aku yang nyuruh.
Tiara
Oohhhh. Pantasan...
Dari arah belakang Roy datang menghampiri Tiara yang sedang asik bercerita .
"Siapa Ma, kayaknya asik bangat ceritanya." Roy yang baru datang langsung bertanya.
Tiara menatap ke arah Roy dan menjawab " Ini Nathalia Pa.
"Sini, Papa juga mau ngomong.." Roy meminta agar ia juga ikut mengobrol.
"Ini Pa. Loudspeaker aja Pa, biar sama-sama dengar." Pinta Tiara.
"Ok Ma." Roy menekan speaker.
Nathalia
Papa disana ya Ma?
Roy
Nathalia
Ya enggak lah Pa. Aku kangen juga sama papa.
Roy
Buktinya, yang kamu telpon cuman Martin dan Mama. Papa gak pernah tuh...
Nathalia
Maaf de Pa, Lia salah..
Tiara
Hayoooo Papa marah kan..
Nathalia
Masa papa mau marah sih sama putri kesayangannya?
Roy
__ADS_1
Kamu bisa aja..
Nathalia
Oh iya Pa. Sudah dulu ya, aku mau bersih-bersih.
Roy
Wahhh, jadi putri papa sudah mau bersih-bersih nih..
Nathalia
Sudah dong pa..
Roy
Baiklah Nak. Kamu baik-baik ya. Buat Papa dan Mama bangga.
Nathalia
Siap Pa. Aku tutup ya Pa. I Love you Pa, Ma.
Roy
We love you too sayang...
Telepon pun di tutup, kini di belakang Nathalia Andre sedang berdiri. Saat Nathalia berbalik ia terlonjak kaget sebab tidak mengetahui kehadiran Andre.
"Astaga..." Nathalia memekik kaget dan memegang dadanya.
"Kayak habis lihat setan aja." Andre berkata.
"Habisnya kakak sih, datang gak bilang-bilang." Nathalia menyalahkan Andre.
"Kalau aku menyapa kamu pas telponan nanti malah kamu bilang mengganggu. Jadi serba salah." Andre berkata dengan judes.
"Oh iya, kakak tadi ada keperluan apa?" Tanya Nathalia.
"Mau minta baju yang kemarin, kan satu buat aku." Ucap Andre.
"Mau diapain kak." Nathalia malah bertanya.
"Ya mau dipake lah. Masa di bakar." Ucap Andre ketus.
"Memangnya kakak gak malu.?" Nathalia bertanya lagi.
"Kalau aku malu, aku tidak akan membelinya." Ucap Andre.
"Baiklah Kak, bentar aku ambilin dulu." Nathalia melangkah menuju kamar dan mengambil baju untuk Andre.
****
Makasih buat kalian yang sudah jadikan ceritaku ini Favorit 😊😊
selalu dukung aku ya.
__ADS_1
Yang mampir ke ceritaku, tinggalkan jejak ya. Aku ingin tahu siapa aja yang ngikutin ceritaku.
Trimakasih...