
Nathalia yang membawa baju di tangannya , berjalan menghampiri Andre yang tengah menunggunya sedari tadi.
"Ini kak. " Nathalia menyerahkan baju tersebut.
"Baiklah, kita pakai nanti malam." Ucap Andre membuat Nathalia membulatkan matanya dan menganga.
"Gak takut mulutnya kemasukan lalat." Andte menyadarkan Nathalia yang bengong.
"Kita pakai sama-sama kak?" Nathalia bertanya.
"Ya iya lah... Ini kan baju couple." Andre berkata lagi.
"Baik kak." Nathalia mengangguk setuju.
"Oh iya, sekarang ganti baju mu..!" Perintah Andre.
"Buat apa kak?" Nathalia yang bingung maksud Andre bertanya.
"Kita ke sawah sekarang." Andre berkata singkat.
"Kita mau main lumpur lagi kak?" Tanya Nathalia.
"Memangnya kamu masih mau?" Andre balik bertanya.
"Kakak ditanya malah balik nanya.." Gerutu Nathalia.
"Kita mau menangkap ikan di kolam. Mau?" Andre bertanya.
"Mau kak. Kayaknya seru deh.." Nathalia berkata sambil membayangkannya.
"Ekhmmn. Jadi pengen nangkap ikan tanpa kami nih.." Ujar Tania yang tiba-tiba datang.
"Baru aja kakak mau panggil.." Ucap Andre.
"Hmmm. Alasan aja kak. Aku yakin kalau aku gak datang pasti gak di ajak kan?" Rengek Tania.
"Terserah kamu deh.. Sana panggil Mama juga." Suruh Andre.
"Baik kak. Tunggu disini ya." Ucap Tania lalu pergi.
__ADS_1
"Ya sudah kak, aku juga mau ganti baju dulu." Nathalia pamit.
"Hmmm. Pake celana panjang dan baju lengan panjang, agar kulit mu tidak gosong. " Suruh Andre.
"Baik kak." Nathalia mengiyakan dan pergi berlalu.
Setelah selesai berganti pakaian, mereka bersama-sama berjalan menuju sawah. Disana mereka berdiri di tepi sebuah kolam yang masih terisi air penuh.
"Kolam nya masih penuh, berarti masih lama dong kak." Ucap Tania.
"Tidak akan lama kok dek. Kan pipa pembuangan airnya besar. Bentar ya, kakak buka dulu penutupnya." Kata Andre lalu pergi untuk membuka penutup kolam.
Sesaat kemudian terdengar suara air mengalir dengan deras mengalir di pipa. Tidak lupa Andre menutupi pipa dengan sebuah saringan yang terbuat dari kawat. Agar ikan di dalam kolam tidak ikut terbawa air yang mengalir.
Lima belas menit berlalu, mereka duduk di pinggir kolam sambil memantau air di dalam kolam. Sebab, jika volume air terlalu surut bisa-bisa ikan di dalam kolam akan mati.
Kini air sudah semakin surut, punggung ikan telah terlihat, air menjadi keruh karena ikan yang berenang di air yang kini telah dangkal.
Nathalia bersorak senang melihat ikan yang berenang kesana-kemari.
"Waahh... Yang disana besar sekali.." Teriak Nathalia setelah melihat ikan yang cukup besar.
"Apakah belim bisa diambil sekarang..?" Tanya Nathalia yang tidak sabar ingin menangkapnya.
"Tunggu sebentar lagi, air nya masih terlalu banyak. Ikannya pasti masih terlalu lincah untuk ditangkap." Jawab Andre.
Ratih yang melihat ekspresi dan rasa semangat Nathalia merasa sangat senang.
Air sudah semakin surut, ikan di kolam terlihat sudah sudah untuk berenang dan akan mudah untuk ditangkap.
"Ayo, ditangkap sekarang..!" Andre memberi perintah, membuat Nathalia segera beranjak dan turun ke sawah.
"Yeeaaa..." Nathalia berteriak dan dengan susah payah mengejar ikan yang ia katakan besar.
"Hati-hati kak.." Seru Tania.
"Iya dek.. Tangkap dari sana..!" Lagi-lagi Nathalia berteriak.
"Ayo kak.. Hadang disana." Tania juga berteriak.
__ADS_1
"Hahahaha.."
Suara tawa terdengar memenuhi waktu mereka. Menangkap ikan tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang saat telah tertangkap, ikan akan menggelepar sampai terlepas dari tangan.
Andre tidak mau ketinggalan, ia mulai menangkap seekor ikan.
"Hahaha. Aku dapat ...!" Seru Andre membuat Nathalia dan Tania menoleh.
"Kak... Kasih sama aku..!" Pinta Nathalia lalu pergi ke arah Andre.
Nathalia merebutnya dari tangan Andre. Baru sebentar ia memegang nya, ikan kembali lepas.
"Yahhh. Kok lepas kak..!" Nathalia kecewa.
"Tidak apa-apa, kita tangkap lagi." Ucap Andre.
"Kak, aku dapat." Tania berteriak.
"Masukin kesini dek..!" Nathalia membawakan ember berisi air jernih yang terisi setengah. Tania segera memasukkannya.
"Ambil yang besar-besarnya saja." Ratih yang sedari tadi hanya melihat dari pinggir kolam bersuara.
Tidak mau kalah dari Tania, segera Nathalia bersiap-siap menangkap ikan di hadapannya.
"Kyaaaa" Nathalia berteriak. Bukan ikan yang ia dapat, tapi ia malah terjerambab dan tubuhnya penuh dengan lumpur.
"Hahahahaha..." Andre tertawa keras.
"Ihhh, kakak... Jangan ketawa dong.."Rengek Nathalia.
"Sini kakak bantu. " Andre mengulurkan tangannya.
"Kak, disana ..." Tania berteriak menunjuk ikan yang diam dengan tenang.
"Awas yahhh.." Ucap Nathalia lalu bersiap untu menangkap.
"Happ..." Nathalia berhasil menangkapnya.
"Yeeaaaa, aku dapat..." Teriak Nathalia.
__ADS_1
Perlahan mereka mengumpulkan ikan yang besar . Setelah dirasa cukup, mereka membersihkan ikan dan tubuh mereka di anak sungai yang mengalir di pinggiran sawah.