
Hubungan Andre dan Nathalia kian hari makin romantis saja. Saat di rumah mereka sering melewati waktu bersama. Tidak lupa mereka melalui adegan romantis di sela-sela kebersamaan mereka.
Terkadang mereka memasak bersama, bersih-bersih dan hal lain yang membuat mereka semakin hari semakin menempel.
Saat di sekolah, ketika tiba jam istirahat, mereka menghabiskan waktu dengan saling membalas pesan. Sesekali mereka tersenyum, bahkan terkadang guru lain yang melihat tingkah mereka menjadi penasaran dengan apa yang mereka lihat disana.
Saat di sekolah, mereka tidak menunjukkan bahwa mereka berpacaran. Sebab itu bukanlah hal yang baik, mereka tidak ingin menjadi contoh yang buruk bagi siswa/siswi mereka. Oleh karena itu mereka mengandalkan HP mereka.
*****
Saat ini, Nathalia seperti biasa duduk di teras sambil menikmati cemilan di hadapannya. Sebab hari ini tidak ada tukang bakso atau mie ayam yang lewat.
Ia menatap layar HP nya, menarik ulur beranda media sosial miliknya. Dan ketika melihat sebuah postingan tiba-tiba ia tertawa lepas. " Hahahaha..."
Andre yang sedari tadi memperhatikan Nathalia menjadi heran." Lagi lihat apa sih? " Tanya Andre.
"Astaga.." Nathalia terperanjat kaget.
"Kayak lihat hantu aja..." Ucap Andre.
"Kaansa datang kok gak bilang-bilang sih?" Ucap Nathalia sambil mengecup bibir Andre sekilas.
Itu sudah menjadi rutinitas bagi mereka berdua, setiap bertemu dan saat situasi sedang mendukung, mereka akan memberikan kecupan.
"Lisa tuh yang keasikan, makanya gak sadar kalau kakak datang." Ucap Andre kesal.
"Maaf kak..." Ucap Nathalia dan melihat sekeliling. Dirasa keadaan aman, cup... Ia kembali memberi kecupan permintaan maaf.
__ADS_1
" Kamu tuh, pandai bangat bikin hati luluh.." Ucap Andre .
"Iya dong Kaansa..." Nathalia bertingkah imut.
"Memangnya lagi lihatin apa sih Lisa?" Tanya Andre.
"Ini loh Kaansa.. Tadi ada yang bikin status gini * Mantan adalah seseorang yang merencanakan masa depan bersama kita , namun melanjutkannya bersama orang lain.* Gitu Kaansa, makanya aku tertawa." Nathalia menyebutkan hal yang membuat dia tertawa.
"Ohh, gitu.."
"Kalau Kaansa gimana? Mantan itu seperti apa menurut Kaansa?" Tanya Nathalia penasaran.
"Menurutku sih, mantan itu adalah isi dari sebagian cerita hidup." Andre mengutarakan pendapatnya.
"Oh... Jadi gitu..." Ucap Nathalia kesal.
"Hahahaha... Kan Lisa yang nanya.. Kenapa malah kesal gitu?" Tanya Andre.
"Itu, tadi terdengar nada penuh kesal.." Ucap Andre.
"Oh iya. Seandainya mantan Kaansa datang, apa yang akan Kaansa lakukan?" Tanya Nathalia.
"Bertrimakasih. " Ucap Andre.
"Kenapa? Karena sudah pernah jadi pengisi hidup Kaansa gitu? Atau karena sudah pernah saling mencintai?" Nathalia menjadi kesal sendiri.
"Kalau akhirnya Lisa cemburu kayak gini, ngapain bahas mantan sih?" Tanya Andre.
__ADS_1
"Aku mau tahu aja, kenapa kakak bertrimakasih. Pasti alasannya seperti yang aku bilang tadi kan?" Nathalia memastikan.
"Enggak.." Jawab Andre .
"Trus..?" Nathalia penasaran.
"Aku bertrimakasih karena ia sudah memutuskan aku." Jawab Andre.
"Diputusin kok bilang makasih? Bangga gitu diputusin sama orang?" Tanya Nathalia.
"Tentu saja aku harus bilang Trimakasih. Sebab , kalau kami tidak putus aku tidak akan pernah bertemu dengan seseorang yang istimewa sepertimu. Dan bahkan sekarang aku sudah memilikinya. " Jelas Andre.
Nathalia tersenyum senang mendengar penuturan Andre.
"Kalau aku adalah orang yang mampu membuat Kaansa luluh, maka Kaansa adalah orang yang mampu membuatku meleleh." Nathalia merangkai kata.
"Bisa aja.." Ucap Andre.
"Aku serius Kaansa.." Ucap Nathalia.
"Daripada bahas mantan, mending kita nyari durian yuk." Ajak Andre.
"Kemana Kaansa?" Tanya Nathalia.
"Ke kebun lah.. Kita tunggu duriannya jatuh." Kata Andre.
"Boleh juga tuh .." Nathalia setuju.
__ADS_1
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil durian. Satu jam mereka menunggu, mereka mendapat tiga buah durian yang sudah matang.
Mereka pulang membawa ketiganya, dan memakannya bersama Ratih dan Tania. Sensasi rasa agak pahit, daging yang lembut menambah nikmatnya durian yang mereka nikmati bersama.