
Karena begitu asik mengobrol bersama para warga, tidak terasa jam sudah menunjukkan 23.17. Warga mulai berpamitan satu persatu, meninggalkan keluarga Andre.
" Ibu istirahat saja, biar Kami yang beresin ini semua." Ucap Nathalia.
" Besok aja diberesin, memangnya kamu belum ngantuk?" Tanya Ratih.
" Ini hanya sebentar bu. Ibu istirahat saja lebih dulu." Nathalia tetap bersikeras.
" Ya sudah kalau begitu, ibu duluan ya. Oh ya Ndre, jangan lupa kunci pintu ya.." Suruh Ratih.
" Baik, bu." Ucap Andre.
Akhirnya Nathalia dan Andre mulai membersihkan sisa makanan dan sampah yang berserakan disana. Lima belas menit berlalu, barulah mereka selesai .
" Kamu duluan saja sayang, aku mau kunci pintu dulu." Ucap Andre.
" Ya sudah, aku duluan yah.." Kata Nathalia sambil melangkah menuju kamar dengan menahan kantuk.
Sampai di kamar, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Kelelahan hari ini membuat dia cepat hanyut dalam mimpi, apalagi sekarang sudah larut malam.
Dengan perasaan senang, Andre melangkah menuju kamar, bayangan Nathalia sedari tadi sudah mengganggu pikirannya. Bahkan saat sedang mengobrol bersama warga tadi ia terbilang kurang fokus. Andre hanya senyum atau mengangguk jika ada yang berbicara padahal dia kurang tahu dengan jelas apa yang dibicarakan .
Ceklek.. Andre membuka pintu perlahan dan masuk ke dalam, tidak lupa ia mengunci kamar tersebut.
Dia melihat ke arah tempat tidur, dilihatnya sang istri sudah memejamkan mata . " Pasti Lia pura-pura tidur." Gumam Andre.
"Sayang.." Panggil Andre, namun tidak ada sahutan.
Andre mencoba mendekat, ia menepiskan rambut yang teruntai menutupi wajah cantik sang istri yang sedang tidur dengan posisi miring.
Andre memeluk Nathalia dari belakang , bibirnya ia dekatkan ke tengkuk Nathalia, mencoba untuk membangkitkan gairah sang istri.
" Mhhhh.... sayang aku ngantuk.." Ucap Nathalia dengan mata masih terpejam.
Andre tidak menghentikan aksinya, ia justru memegang gunung sang istri dan meremasnya pelan. Nathalia berbalik dan memposisikan dirinya menghadap sang suami.
" Sayang.. Aku benaran sudah ngantuk, capek seharian, mana ini sudah larut lagi. Kita lanjutin besok ya sayang.." Pinta Nathalia memelas karena tidak bisa menahan kantuknya.
" Benar-benar udah ngantuk bangat ya sayang?" Tanya Andre.
Nathalia hanya mengangguk dan mulai memejamkan matanya.
" Ya sudah kalau istriku sudah capek. Selamat malam ya sayang.. " Kata Andre sambil mencium kedua pipi Nathalia lalu kening dan terakhir bibir sang istri.
Mendapat perlakuan seperti itu, Nathalia kembali membuka matanya dan melakukan hal serupa kepada sang suami.
Dan akhirnya mereka pun terlelap, Andre memeluk Nathalia dengan erat. Malam ini tidak menjadi malam pertama untuk mereka berdua.
*****
Mentari telah menyapa tetapi pasangan pengantin ini masih enggan untuk bangun. Entah karena kelelahan dengan acara kemarin, atau karena tidur terlalu larut, atau bahkan karena kehangatan yang baru mereka rasakan untuk pertama kalinya tidur berdua sebagai pasangan suami istri.
Nathalia mulai memperlihatkan tanda-tanda akan bangun dari tidurnya. Ia menggeliat perlahan, namun perut dan kakinya serasa di tindih. Ia menoleh, dan benar saja, suaminya masih setia memeluknya. Dia memang tidak ingat betul apa posisi mereka selalu seperti ini semalaman, tapi yang ia tahu saat ingin tidur Andre memeluknya dan begitupun saat bangun tidur.
Nathalia memiringkan tubuhnya hingga ia menatap wajah sang suami yang masih tertidur. Ia membelai rambut , mengecup kening dan terkahir mengusap lembut pipi sang suami dengan ibu jarinya. Seakan ia sedang bersyukur, karena pagi ini ia terbangun di pelukan sang suami. Ia bersyukur bahwa kisahnya akan berakhir sangat manis seperti ini.
Masih asik mengusap pipi sang suami , tiba-tiba tangannya terhenti melakukan aktivitasnya. Kini tangannya sedang dipegang oleh sang suami, dan Andre pun mengecup tangan Nathalia.
" Selamat pagi istriku.." Sapa Andre yang terbangun karena ulah sang istri.
__ADS_1
" Selamat pagi sayang.." Balas Nathalia sembari mengecup bibir sang suami.
" Ini sudah jam berapa ya?" Tanya Nathalia sambil meraih ponsel miliknya.
" Astaga... Ini sudah lewat jam tujuh sayang.." Nathalia kaget.
" Trus?" Tanya Andre.
" Aku kan masih harus memasak." Ucap Nathalia.
" Emang udah bisa masak?" Goda Andre.
" Bisalah dikit-dikit, kan bisa dibantu Tania juga." Kata Nathalia sambil bergerak ingin beranjak pergi.
" Percuma, pasti ibu udah selesai masaknya." Ucap Andre mengeratkan pelukannya.
" Kan setidaknya aku bisa beres-beres atau nyuci piring ." Kata Nathalia.
" Pasti udah dikerjakan oleh Tania." Andre tetap menolak Nathalia pergi.
" Sayang, aku gak mau ya jadi menantu yang tidak baik dimata ibu." Tegas Nathalia.
" Iya deh... " Andre menyerah dan melepas pelukannya.
" Gitu dong.." Ucap Nathalia sambil mengecup pipi Andre dan pergi sambil mengikat rambutnya asal.
Nathalia hendak melangkah menuju dapur, tapi makanan sudah tersedia di meja makan . Ingin beres-beres, namun semuanya sudah beres dan piring pun sudah di cuci.
" Menantu macam apa aku ini.." Gumam Nathalia.
" Kita makan yuk nak." Ajak Ratih . Ia baru saja dari halaman menyiram tanaman disana.
" Iya nak, tidak apa-apa. Ibu maklum kok, kalian kan pasti capek." Ratih memaklumi.
" Trimakasih ya bu ." Ucap Nathalia.
" Iya, Nak. Ya sudah, kamu panggilin Andre gih, biar ibu siapin meja makan ." Suruh Ratih.
" Baik ,bu." Ucap Nathalia sembari melangkah menuju kamar.
Ia memanggil Andre untuk sarapan, mereka bersama-sama mendatangi meja makan yang dimana telah tersedia makanan. Mereka menikmati makanan tanpa banyak bicara. Biasanya Tania lah yang akan banyak bicara, namun karena Andre dan Nathalia terlambat bangun pagi ini, Tania makan terlebih dahulu karena takut terlambat.
Selesai makan, Nathalia mengumpulkan piring kotor dan mencucinya di kamar mandi. Setelah selesai, ia kembali ke ruang makan,dan melihat Ratih hendak pergi.
" Ibu mau kemana?" Tanya Nathalia.
" Ibu mau ke pasar membeli kebutuhan dapur nak." Jawab Ratih.
"Oh, gitu ya Bu. Lia temanin ya bu.." Pinta Nathalia karena segan membuat mertuanya mengerjakan segalanya.
" Tidak usah nak, kamu pasti masih capek. Kamu istirahat saja ya.." Ucap Ratih lembut.
" Ya sudah kalau memang ibu tidak mengizinkan, tapi ibu belanja pake uang Nathalia saja ya bu." Ucap Nathalia sembari memberi uang senilai Rp.500.000.
" Ibu masih punya simpanan,nak. Andre juga selalu kasih uang belanjaan buat ibu. Jadi uangnya kamu simpan saja ya, pakai buat keperluan kamu ." Kata Ratih.
" Baiklah , bu." Nathalia hanya mampu mengiyakan karena tidak tahu lagi harus berkata apa.
Setelah Ratih pergi, Nathalia berencana untuk mandi terlebih dahulu. Ia pergi ke kamar dan mengambil peralatan mandinya lalu membawanya ke kamar mandi.
__ADS_1
" Mau ngapain?" Tanya Andre tiba-tiba datang.
" Ya mau mandilah sayang, masa mau ke sawah bawa peralatan mandi." Canda Nathalia.
" Hehehe.. Aku ikut ya.." Pinta Andre ragu-ragu.
" Enak saja, ganti-gantian dong." Tolak Nathalia.
" Kita kan sudah..."
" Kalau untuk urusan mandi, aku gak mau ya.." Nathalia memotong ucapan Andre langsung menutup pintu kamar mandi.
" Sayang, ayo lah.." Andre membujuk sambil mengetuk pintu.
" Malu sayang..." Balas Nathalia dari kamar mandi.
" Ngapain malu sih? Nanti juga aku pasti lihat semuanya.." Rengek Andre.
" Iya, tapi gak sekarang." Ucap Nathalia.
Andre akhirnya menyerah, ia memilih untuk duduk sambil bersandar di ranjang dan memainkan ponselnya. Ia memosting beberapa foto pernikahannya di media sosial miliknya. Dan kini ia tengah sibuk membalas beberapa komentar teman atau rekannya yang memberi ucapan selamat.
Nathalia akhirnya keluar dari kamar mandi, ia melihat suaminya yang sedang asik dengan ponsel miliknya.
" Lagi ngapain sih? Serius amat." Ucap Nathalia.
" Ini, aku lagi baca dan balas komentar dari teman." Ucap Andre.
"Oh..." Jawab Nathalia singkat.
Andre meletakkan ponselnya dan pergi menuju kamar mandi. Setelah ia selesai mandi dan berpakaian , ia duduk di samping Nathalia yang tengah asik sendiri dengan ponsel miliknya.
" Sayang.." Panggil Andre manja.
" Hmmm..." Jawab Nathalia dengan mata tetap tertuju pada layar ponsel.
" Mumpung lagi sepi, kita lanjutin yang semalam yuk ! " Ajak Andre.
" Ish.. Apaan sih..? " Nathalia memberi cubitan kecil di pinggang Andre. Kini wajah Nathalia sudah merah akibat ulah Andre.
Melihat Nathalia yang malu-malu mau, Andre mengambil kesempatan itu untuk mengecup bibir Nathalia yang semakin lama, berubah menjadi ******* yang menggairahkan. Dan akhirnya pagi hari yang sepi itu mereka menyatukan tubuh mereka.
Selesai dengan penyatuan tubuh itu, Andre mengecup kening Nathalia.
" Pasti sakit bangat ya ..?" Tanya Andre.
Nathalia hanya mengangguk sambil memberikan senyuman.
" Maafin aku ya sayang..." Andre merasa bersalah.
" Kok minta maaf sih sayang. Ini adalah kewajiban seorang wanita. Kan bukan hanya aku yang merasakan sakit saat pertama, semuanya juga sama sayang." Nathalia membelai wajah sang suami.
" Semoga kita segera diberi anugerah oleh Tuhan ya sayang." Ucap Andre sambil mengelus perut rata istrinya.
" Amin..." Ucap Nathalia sambil memeluk Andre.
Akhirnya mereka tertidur lelap setelah pertempuran di pagi hari ini.
Thanks buat kalian yang setia membaca novelku, doakan ya semoga makin banyak yang baca biar makin semangat nulis nya ...
__ADS_1
😊😊