Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Nathalia Pulang


__ADS_3

"Kita sebaiknya pesan makanan terlebih dahulu , lalu kita lanjutkan mengobrol di tempat lain.." Usul Martin.


"Baiklah, kita pesan apa nihh?" Tanya Nathalia.


"Mmmm.. Apa yah..? Menu terbaik di restoran ini aja, hari ini kan hari spesial.." Kata Yuna.


"Setuju..." Sambung Andre.


Mereka memesan makanan, dan makan bersama tanpa banyak mengobrol. Karena akan ada waktu lain bagi mereka untuk saling bercerita tentang kebetulan yang aneh ini.


Mereka beranjak dari restoran tersebut menuju sebuah tempat yang memang cocok untuk mengobrol bersama.


"Ah.. Disini nyaman sekali.." Ucap Martin.


"Jarang kita duduk di bawah pohon rindang seperti ini, rasanya sangat sejuk." Tambah Yuna lagi.


"Makanya kak.. Sesekali datang ke desa Kemuning, tiap hari ke hutan pun bisa.." Ucap Nathalia.


"Itu kamu lagi memuji atau ngeledek?" Tanya Andre.


"Menurut kakak?" Tanya Nathalia.


"Kalau aku tahu aku gak akan nanya.." Ucap Andre.


"Kok bisa sih kalian jadian?" Tanya Martin penasaran.


"Ya bisa lah kak. Namanya juga cinta.." Kata Nathalia.


"Lo juga bro.., Adek gue kan jauh dibawah lo umurnya.." Kata Martin pada Andre.


"Eh bro.. Cinta gak mandang usia kali.." Ucap Andre.

__ADS_1


"Betul tuh, kayak punya pacar yang seumuran aja, padahalkan enggak." Kata Nathalia lagi.


"Kak Yun? Kalian nikahnya kapan?" Tanya Nathalia.


"Tanya kakakmu aja Lia, kakak mah nunggu kesiapannya dia." Kata Yuna.


"Dengar kan kak, Kak Yuna nya aja udah siap." Ucap Nathalia.


"Pernikahan itu harus dipersiapkan baik-baik Lia, bukan sembarangan langsung jadi aja." Kata Martin.


"Tahu nih anak.." Ucap Andre memberi sentilan pada dahi Nathalia.


" Ya.. Lebih cepat kan lebih baik kak. Nanti malah batal lagi.." Ucap Nathalia.


"Jangan di doakan dong.. Iya kan?" Kata Martin merangkul pundak Yuna.


"Kak, jangan kasih tahu Papa soal hubungan kami dulu ya. Nanti kalau waktunya udah tepat, biar kami sendiri yang kasih tahu." Pinta Nathalia.


"Iya.. iya.. Oh ya, ngomong-omong kalian pulangnya kapan?" Tanya Martin.


"Gimana kalau kalian pulangnya besok aja. Kita nginap di rumah saja, biar lebih lama waktu ngobrolnya." Usul Martin.


"Boleh juga, lagian ini sudah sore. " Kata Andre.


"Baiklah, kebetulan besok aku tidak ada kelas." Ucap Nathalia.


"Tapi, aku izin sama Mama Papa dulu ya.." Pinta Yuna.


Yuna mengambil ponselnya dan menghubungi Orangtuanya. Setelah tersambung ia segera menekan Loudspeaker.


" Halo Ma.. Aku nginap di rumah kak Martin ya..!" Pinta Yuna.

__ADS_1


"Nginap gimana maksudnya Yun..? Apa kata orang nantinya? " Tanya Anita khawatir.


"Tenang aja Ma, ada adiknya Kak Martin kok. Dia baru datang dari tempat ia mengajar, jadi bukan cuman aku sendiri kok." Ucap Yuna.


" Halo tante, aku Nathalia adik kak Martin. Tante tenang aja, kak Yuna nya pasti Lia jagain tante. " Kata Nathalia.


"Baiklah, tante lega mendengarnya." Ucap Anita.


"Aku tutup teleponnya ya Ma.." Kata Yuna.


"Baik sayang... " Jawab Anita dan sambungan telepon pun terputus.


Mereka mengakhiri obrolan dan akan melanjutkannya di rumah Martin.


"Mamaaaa... Papaaaaa..... " Panggil Nathalia layaknya anak kecil.


" Kayak suara Lia deh Pa.." Kata Tiara.


"Iya ya Ma... Tapi apa benar dia datang? Kan belum libur.." Kata Roy lagi.


"Maaaa.... Paaaaa...." Panggil Nathalia lebih keras lagi.


"Benar Lia deh kayaknya Pa.." Kata Tiara.


"Ayo, Ma kita lihat..! " Ajak Roy.


Mereka berjalan ke arah pintu, dan benar saja putri yang mereka rindukan telah membuka lebar tangannya ingin mendapat pelukan dari Roy dan Tiara.


"Lia..." Tiara langsung memeluk putri kesayangannya.


Roy yang tidak kalah rindu , juga segera memeluknya.

__ADS_1


"Lia kangen Ma.. Pa.." Ucap Nathalia.


"Kami juga merindukanmu sayang..." Ucap Tiara.


__ADS_2