Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Tidak Direstui


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga telah selesai menyantap sarapan. Mereka berkumpul sebab Andre dan Nathalia akan kembali ke desa. Sesuai niat Nathalia, ia kini sedang mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan tentang hubungannya dengan Andre pada orangtuanya.


“ Huufffff...” Nathalia menarik napas panjang, tangannya tidak berhenti memilin baju yang ia kenakan. Ia terlihat begitu sangat grogi.


“Ma, Pa..” Panggil Nathalia.


Roy dan Tiara menoleh dan menantikan apa yang akan Nathalia katakan. Namun setelah beberapa saat , satu katapun tidak keluar dari mulut Nathalia.


“Ada apa nak?” Tanya Tiara lembut.


“Mmm.. Ma , Pa sebenarnya aku dan kak Andre saling jatuh cinta dan saat ini kami telah menjalin hubungan. “ Akhirnya kalimat itu keluar dari mulut Nathalia.


“Apa??? “ Roy kaget dengan pernyataan Nathalia.


“Papa setuju kan Nathalia sama kak Andre?” Tanya Nathalia takut melihat ekspresi Roy.


“Tidak!!” Jawab Roy membuat semua orang bingung.


“ Kenapa Pa? Kak Andre kan baik..” Nathalia merasa sedih.


“Benar, dia memang baik dan sudah papa anggap sebagai anak sendiri.” Ucap Roy santai.

__ADS_1


"Lalu apa yang membuat papa tidak setuju?" Tanya Nathalia antusias.


Sama halnya dengan Nathalia, semua orang disana menanti jawaban dari Roy.


"Seperti yang Papa katakan, papa sudah anggap Andre sebagai anak papa sendiri. Berarti, seharusnya kalian anggap dia sebagai saudara bukan malah pacaran." Ucap Roy tegas.


"Tapi kami saling cinta Pa. Papa bisa kan tinggal anggap Kak Andre sebagai menantu, apa salahnya sih Pa? " Nathalia mulai kesal.


"Kalau Papa bilang tidak, ya tidak." Tegas Roy.


"Enggak Pa, aku dan kak Andre tetap akan mempertahankan hubungan ini. Iya kan kak?" Nathalia memastikan.


"Benar Om. Aku sayang sama putri Om, tolong restui kami." Andre memohon.


"Maaf Om. Saya berjanji akan selalu menjaga Nathalia" Janji Andre.


"Iya, tapi sebagai adik bukan pacar." Ucap Roy.


Andre tidak mampu lagi untuk berkata, Nathalia juga sudah mulai meneteskan air matanya. " Ayo kak, kita kembali ke desa" Ajak Nathalia.


"Mau kemana kamu bilang? Papa tidak mengizinkan kamu kembali kesana. Biarkan Andre pergi sendiri, kamu tetap disini. Papa akan mencarikan sekolah baru untukmu." Ucap Roy.

__ADS_1


"Papa kenapa sih? Bukannya papa ya yang nyuruh aku buat bertahan disana. Papa juga pernah bilang kan, kalau papa itu CEO Alexander Group bukan Mentri Pendidikan?" Nathalia kembali mengingatkan perkataan Roy saat ia memohon agar Roy membantu dia tidak ditempatkan di desa.


"Andre, kalau kamu menghormati Om, kamu pulang sekarang!" Suruh Roy.


"Baik Om. Lia kakak pergi ya.." Kata Andre merasa sangat terpukul.


" Kak Andre, jangan tinggalin Lia...!" Pinta Lia sambil menangis dan hendak mengejar Andre. Namun ia dihalangi oleh Roy, " Martin, bawa adik kamu ke kamar." Suruh Roy.


" Baik pa" Martin menyetujui meski ia sebenarnya kasihan melihat adiknya bersedih.


Nathalia menghentakkan tangan Martin yang memeganginya, " Aku benci sama Papa.." Ucap Nathalia menangis dan pergi ke dalam kamar.


Disana ia terus menangis, menurutnya alasan Roy itu tidak masuk akal. Bukankah baik jika Andre yang sudah dianggap sebagai anak sendiri menjadi pendamping hidup putrinya.


Ia lalu mengambil ponselnya, ia menekan nama Kaansa yang tertera dalam kontaknya. Belum sempat ia menekan tombol panggil, Roy yang tiba-tiba datang langsung mengambil ponselnya.


" Papa melarang kamu untuk menghubunginya, ponsel kamu papa tahan. Akan papa kembalikan kalau kamu sudah melupakannya." Ucap Roy.


"Aku tidak akan pernah bisa lupakan dia Pa.." Lagi-lagi Nathalia menangis.


" Kalau begitu, jangan harap kamu bisa memegang ponsel ini lagi." Ucap Roy lalu pergi keluar dari kamar Nathalia.

__ADS_1


Nathalia hanya bisa pasrah, dan menangis dengan apa yang terjadi disini. Ia berharap ini hanyalah mimpi buruk, dan akan segera bangun dari tidurnya. Tapi hal itu cukup mustahil, setiap kejadian yang terjadi hari ini adalah kenyataan.


" Aku gak mau pisah sama Kaansa.." Ucap Nathalia lirih di sela-sela tangisannya.


__ADS_2