Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Rencana Marsya


__ADS_3

Marsya seperti sedang memikirkan sesuatu, " Gimana caranya misahin mereka ya?" Gumam Marsya.


Beberapa saat kemudian ia seperti terlihat senang, mungkin dia mendapatkan sebuah ide. Ia melangkah dan mencari sosok Ratih.


" Tante, rumah Kepala Desa dimana?" Tanya Marsya.


"Kenapa memangnya?" Tanya Ratih heran sekaligus penasaran.


"Ya, mau kasih tahu aja kalau Marsya akan nginap disini selama seminggu." Ucap Marsya.


"Ohhh... Nanti tante tunjukin ya .." Kata Ratih.


"Baik tante.." Jawab Marsya.


****


Malam hari saat telah selesai makan malam, tiba-tiba Kepala Desa dan para tetua desa mendatangi rumah Andre. Membuat seisi rumah menjadi kaget atas kedatangan mereka.


" Ada apa ya rame-rame di luar?" Tanya Ratih penasaran.


"Enggak tahu Ma, kita lihat aja yuk" Ajak Tania, membuat mereka semua pergi ke luar.


" Ada apa ya Pak?" Tanya Ratih penasaran.


" Maaf bu, mengganggu malam-malam begini. Kami mendapat laporan, kalu Andre dan Nathalia itu pacaran dan tinggal serumah." Jelas Kepala Desa tersebut.


"Siapa yang laporin pak?" Tanya Ratih.


"Nak Marsya Bu.."

__ADS_1


Mata mereka kini tertuju pada Marsya, tapi Marsya bertingkah seolah-olah tidak tahu apa-apa.


"Begini Pak, mereka berdua memang berpacaran, tapi saya bisa menjamin mereka tidak akan berbuat macam-macam pak." Ratih meyakinkan.


"Maaf bu, ini tidak bisa dibiarkan, mana mungkin ibu bisa mengawasi mereka 24 jam nonstop." Tolak salah satu tetua desa.


"Betul tuh Bu.." Yang lain ikut menyahut.


"Begini saja Bu, sebaiknya Nak Nathalia tinggal di samping rumah Ibu." Usul Kepala Desa.


"Tapi, disana sudah ada Doni yang menempati pak." Andre ikut mengangkat suara.


"Doni kan bisa tinggal di gudang, toh gudang kalian kan besar. " Sahut Marsya agar rencananya berjalan lancar.


"Gudang itu belum dibersihin kak, bahkan masih berantakan." Tania ikut bicara.


"Nak Marsya benar, jadi bagaimana Bu?" Tanya Kepala Desa.


"Tapi kasihan nak Lia pak, masa dia harus tinggal sendirian disana?" Kata Ratih khawatir.


"Ini demi kebaikan bersama Bu.." Jawab Kepala Desa.


"Baiklah jika memang itu yang terbaik pak." Jawab Ratih sedih. Nathalia juga sangat kaget dengan hal ini, sedangkan Marsya kini tersenyum dengan kemenangannya.


"Silakan ambil barang-barang nya.." Suruh Kepala Desa.


"Sekarang pak?" Tanya Tania.


"Iya, kami harus memastikan malam ini juga dia pindah." Jawab Kepala Desa.

__ADS_1


Hati Nathalia dan Andre begitu terpukul mendengar hal itu, segera ia berlari masuk ke dalam. Ditahannya bulir air mata yang sedang berusaha keluar untuk membasahi pipinya.


Andre dan Tania segera menyusulnya, kepo dengan apa yang akan terjadi, Marsya juga ingin ikut menyusul tapi dihalangi oleh Ratih.


" Biar mereka saja, temani tante untuk memberitahu Doni ya" Kata Ratih.


"Ehh.. Iya tante.." Ucap Marsya tidak punya pilihan.


Tania memang ikut masuk ke dalam, tapi itu hanya agar orang yang di luar tidak curiga. Sampai di atas ia memberikan waktu untuk Andre dan Nathalia . Ia tahu sekarang Nathalia sangat sedih, dan pastinya butuh dukungan dari Andre.


"Lisa..." Panggil Andre pada Nathalia yang mulai mengemasi barang-barangnya.


Nathalia semakin tidak bisa membendung air matanya membuat dia sesegukan. Ia tetap melakukan aktivitasnya mengemasi barangnya.


"Lisa..." Panggil Andre lagi seraya memeluk Nathalia dari belakang.


"Kaansa.... Kenapa Marsya jahat sama Lia..?" Akhirnya tangis Nathalia pecah, ia membalikkan badannya dan memeluk Andre.


"Maafin kakak ya, kakak tidak bisa berbuat apa-apa " Pinta Andre.


"Kaansa..." Tangis Nathalia.


"Sudah ya Lisa, dimanapun kita berada,kamu tetap dalam hati ini." Andre meyakinkan.


"Jangan nangis lagi ya.." Kata Andre lalu mengecup pucuk kepala Nathalia.


Tangis Nathalia mulai mereda, akhirnya Nathalia dan Tania mengemasi barang Nathalia. Mereka mengantarkan Nathalia ke samping rumah.


Jarak dan waktu tidak akan memusnahkan cinta sejati.

__ADS_1


__ADS_2