Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Gerah (18+)


__ADS_3

Buat reader yang masih di bawah umur 17 tahun,episode harap di skip ya..!!


Di episode ini , ada sedikit cerita yang tidak cocok untuk kalian baca. Jadi mohon pengertiannya. 😊😊😊


Doni dan Yuna kini sudah semakin akrab saja. Tidak ada lagi rasa canggung dalam hati mereka. Tapi bukan berarti mereka akan kembali, karena sampai kapanpun Yuna sudah menetapkan hatinya pada Martin.


Saat ini Doni sedang mengajak Yuna untuk makan malam bersama. Meski Yuna dan Martin belum punya hubungan yang pasti, Yuna memilih untuk meminta izin terlebih dahulu pada Martin.


" Halo kak.." Sapa Yuna dari seberang telepon.


"Halo Yun.. Ada apa? Apa ada masalah? Apa Doni macam-macam sama kamu?" Pertanyaan beruntun terdengar dari Martin.


"Enggak kak. Justru aku mau minta izin pada kakak. " Ucap Yuna.


"Izin apa maksudmu?" Tanya Martin penasaran.


"Gini kak, tadi Doni ajak aku makan malam, makanya aku mau izin sama kakak?" Jelas Yuna.


"Baiklah. Tapi ada syaratnya.." Ucap Martin.


"Apa kak?"


"Dimanapun posisi kalian, kasih tahu sama kakak. Saat kamu tiba di tempat tujuan kalian, jangan lupa shareloc. " Pinta Martin.


"Siap kak..." Ucap Yuna setuju.


****


Kini Yuna dan Doni sedang menikmati makan malam di sebuah restoran hotel. Seperti pesan yang diberikan oleh Martin, Yuna langsung shareloc.

__ADS_1


Makanan telah habis, kini hanya tinggal minuman penutup saja. Yuna meneguk minuman itu, ia ingin cepat pulang agar bisa VC an dengan Martin.


Tapi tiba-tiba saja ia merasakan pusing, ruangan seolah berputar.


" Apa yang terjadi ?" Gumam Yuna sambil berusaha mengambil HP nya.


" Kak, setelah minum entah kenapa aku merasa sangat pusing." Yuna mengirim pesan pada Martin.


Ia ingat dengan perkataan Martin tadi siang, yang mengatakan bahwa apapun yang terjadi, Yuna harus melaporkannya pada Martin.


Menerima pesan tersebut , Martin sangat geram. Ia segera mengambil kunci mobil dan melajukan mobilnya ke lokasi Yuna berada.


"Brengsek lo Doni... Berani-beraninya memanfaatkan keadaan. Aku tidak akan membiarkanmu lolos." Ucap Martin mengepalkan tangannya.


"Pantas saja kamu memilih di restoran hotel. Dasar bajingan...." Martin terus saja mengumpat.


" Kita mau kemana..? Antar aku pulang sekarang.. Aku mau mandi, rasanya sangat gerah sekarang.." Yuna meracau.


"Baiklah sayang, akan aku antarkan kamu ke tempat yang bisa mengobati rasa gerah kamu." Ucap Doni dengan senyum mesum yang begitu menjijikkan.


Doni membaringkan tubuh Yuna di ranjang kamar hotel. Kini Yuna sedang tidak karuan, rasa gerah mulai menjalar di seluruh tubuhnya. Bahkan perasaan yang lain juga ia rasakan, entah kenapa rasanya ia ingin sekali bercumbu.


" Malam ini aku tidak akan melepaskanmu, aku tidak akan mengulangi kesalahanku yang dulu. Betapa bodohnya aku meninggalkanmu dulu.. Malam ini kamu akan jadi milikku seutuhnya." Ucap Doni dengan perasaan penuh kemenangan.


"Ahhh... Kenapa begitu gerah disini.. Tolong nyalakan AC nya, aku kepanasan" Ucap Yuna.


Tiba-tiba ia menarik tangan Doni, tapi bukan wajah Doni yang ia lihat. Ia melihat orang yang di depannya adalah Martin.


"Kak Martin..." Panggil Yuna.

__ADS_1


Doni hanya menurut saja, ia tidak mempermasalahkan Yuna menganggapnya siapa. Yang terpenting ia harus memiliki Yuna malam ini.


Yuna mendekatkan wajahnya, dan ******* bibir doni. Ia terus mendesah, dan berharap melakukan yang lebih dari itu.


Doni tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia segera membalas ******* bibir Yuna, ia memasukkan lidahnya, membiarkannya beradu dengan lidah Yuna. Yuna yang mulai merasakan kenikmatan, terutama saat Doni menjelajahi leher nya.


Ahhhh..


Hanya desahan itu yang terdengar dari mulut Yuna. Satu kancing perlahan mulai terlepas, kini sebagian buah dada Yuna yang tidak tertutup oleh branya mulai terlihat. Hal itu membuat Doni semakin bersemangat.


Ia meletakkan tangannya di kancing kedua, dan brakk.....


Pintu kamar didobrak , Doni yang sedang melancarkan aksinya di tarik oleh seseorang dan pukulan keras mengenai wajahnya.


Martin begitu marah, ia terus memukuli Doni tanpa ampun. Ia melihat keadaan Yuna yang telah acak-acakan. Martin tak kuasa menahan air matanya, ia menangis melihat orang yang ia cintai hampir saja menjadi korban pelecehan seksual.


Martin kembali mengepalkan tangannya ia melayangkan pukulannya kembali. Tapi tangan Martin di tahan oleh seseorang.


"Sudah nak Martin, sebaiknya bawa Yuna peegi dari sini. Biar Om yang mengurus anak sialan ini." Ucap Adrian.


Saat diperjalanan Martin sempat mengabari tentang Yuna pada orangtuanya. Hingga akhirnya Anita dan Adrian datang ke lokasi.


" Yuna...." Anita datang menangisi keadan Yuna. Ia begitu sangat terpukul dengan apa yang terjadi.


"Sekarang, bawa Yuna pergi bersama tante. " Perintah Adrian.


Martin menahan pukulannya, dan melampiaskannya pada dinding kamar . Ia segera menutupi tubuh Yuna dan mengangkatnya , ia bersama Anita membawa Yuna untuk pulang . Disana mereka membuat Yuna kembali tenang hingga akhirnya tertidur tanpa mengetahui apa yang telah terjadi.


Sedangkan Doni, dia dibawa oleh Adrian untuk menemui orangtuanya dan berencana untuk melaporkannya pada polisi.

__ADS_1


__ADS_2