
Tania membawa pria itu masuk, dan mempertemukannya dengan Andre. " Siapa Tania?" Tanya Andre.
"Ini loh kak.. Orang yang batal jual sawah.." Jawab Tania sambil tersenyum.
"Loh katanya kalau orang itu mau datang kamu bakal... " Belum sempat Nathalia melanjutkan kata-kata nya, Tania segera menutup mulut Nathalia.
" Aduh dek... Jangan gitu dong...! " Pinta Nathalia .
"Kakak sih.." Ucap Tania.
"Silakan duduk.." Andre mempersilakan.
Pria itu duduk di depan Andre , ia mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya.
" Doni..." Nama pria itu pun terucapkan.
"Saya Andre.." Ucap Andre.
"Saya mohon maaf pak, karena proses jual belinya di tunda.." Doni memohon maaf.
"Jangan panggil pak dong! Kayak sudah tua bangat aja.." Ucap Andre
"Jadi panggil apa dong?" Tanya Doni.
"Sesuai umur aja. Umurku sekarang jalan 31." Ucap Andre.
"Saya sekarang umur 27 tahun. Saya panggil kakak aja ya.." Ucap Doni.
"Begitu juga boleh. " Ucap Andre.
Setelah menyesali perbuatannya pada Yuna, Doni disuruh oleh Mamanya , Sinta ke desa Kemuning. Untuk mengelola sawah peninggalan keluarga mereka. Alasan lain juga adalah, agar Doni menjauh dari Yuna.
"Tania.. Buatin minuman dong.!" Suruh Andre pada Tania yang sibuk memperhatikan Doni.
__ADS_1
"Dengan senang hati kak.." Ucap Tania sambil melontarkan senyum pada Doni.
"Aku sekalian ikut deh.." Ucap Nathalia.
"Dia keren bangat ya kak..." Kata Tania sambil membayangkan wajah Doni.
"Kamu tadi disuruh bikin minuman, bukan menghayal kayak gitu." Kata Nathalia.
"Oh iya... Aku bikin jus yang segar kali ya? Soalnya kak Doni kan pastinya sudah capek." Kata Tania.
"Terserah kamu. Bukannya tadi kamu bilang sama kami kalau kamu mau langsung ngusir orangnya ya? Kenapa sekarang kelihatannya kamu malah mau bikin dia betah disini? " Tanya Nathalia.
"Habis, orang nya keren kak, manis lagi.." Lagi-lagi Tania membayangkan wajah Doni.
"Aduhhh... Sudah, sudah. Entar kelamaan loh minumannya. " Nathalia mengingatkan.
"Iya kak..." Ucap Tania sambil mempercepat aktivitas nya. " Selesai.." Ucap Tania lagi.
Mereka kembali ke ruang tengah menemui Andre dan Doni yang tengah mengobrol. " Silakan minumannya.." Ucap Tania seraya meletakkan empat buah gelas berisi jus segar. Ia membuatkan untuknya juga dan Nathalia.
"Hai kak.. Kenalin aku Tania.." Tania memperkenalkan diri.
"Namaku Doni.."
"Saya Nathalia.." Nathalia juga ikut memperkenalkan diri.
"Tapi kak Doni jaga jarak ya dari kak Lia, soalnya dia sudah ada yang punya.." Ucap Tania langsung.
"Takut bangat ya kak Doni nya aku embat..?" Ledek Nathalia.
"Siapa tahu kan? Secara kak Doni kelihatannya jauh lebih baik dari kak Andre.." Kata Tania.
"Jangan banding-bandingin dong.." Seru Andre.
__ADS_1
"Oppss.. Ada yang takut ditinggal pas sayang-sayang nya nih..." Goda Tania.
Jitakan kecil berhasil mendarat di kepala Tania, hal itu membuat Doni tersenyum. Karena senyuman dari Doni, jitakan yang diberikan oleh Andre pada Tania, seolah tidak lagi ia rasakan.
"Kak Doni udah makan?" Tanya Tania.
"Sudah dek." Jawab Doni.
"Ada tamu rupanya?" Ucap Ratih yang baru datang.
"Iya Ma... Ini loh , pemilik sawah di samping milik kita." Jelas Tania.
"Ohhh.."
"Perkenalkan tante, saya Doni." Doni memperkenalkan diri.
"Nama saya Ratih.." Jawab Ratih.
"Nak Doni, sudah makan?" Tanya Ratih.
"Sudah kok tante." Jawab Doni.
"Baiklah kalau begitu, ini Mama bawa bakso, kalian makan bersama ya.." Ratih memberi bungkusan bakso pada Tania.
"Mama gak ikut makan?" Tanya Tania.
"Tadi mama sudah makan disana. Itu buat kalian aja, mama tinggal ya.." Ucap Ratih.
"Oh iya satu lagi, selesai makan itu, Nathalia sama Tania bantu nak Doni bersihin rumahnya ya.." Ratih mengingatkan.
"Baik Ma. Masalah itu, biar aku sama kak Doni aja Ma. Kak Lia banyak urusan soalnya, iya kan kak..?" Tania mengedipkan matanya pada Nathalia.
Nathalia hanya menggeleng melihat tingkah Tania. Mereka akhirnya memakan bakso itu bersama-sama.
__ADS_1