
Martin dan Yuna memilih untuk mandi terlebih dahulu sebelum mereka pulang ke rumah. Mereka takut nanti terlalu malam jika harus mandi di rumah.
Sekarang sudah jam menunjukkan 18:49. Yuna telah selesai mandi, kini ia sedang berdiri di dekat jendela apartemen milik Martin. Ia menikmati suasana di luar sana.
Martin datang menghampirinya, entah karena aromanya yang baru mandi atau bukan, Martin mendekati Yuna. Wajah mereka malah semakin dekat saja. Yuna sudah menerima hal yang akan terjadi, ia memejamkan matanya. " Aku mau mandi dulu.." Ucap Martin bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Wajah Yuna seketika terlihat kesal, " Kak Martin apa-apaan sih. Padahal aku kan sudah siap-siap." Gerutu Yuna yang kecewa.
" Kenapa jadi aku yang kepingin yah... Sadar Yuna, sadar..." Yuna bermonolog.
Suara dering telepon Martin berbunyi, Yuna mengambilnya dan memberitahu Martin.
"Kak Martin, ada yang nelpon nih..." Ucap Yuna.
"Siapa??" Seru Martin dari dalam kamar mandi.
"Adik kesayangan ku, kak." Yuna membaca nama yang tertera di layar HP .
"Kamu angkat aja, itu Nathalia. Sekalian biar kalian kenalan dan mengobrol." Suruh Martin.
"Tapi kak..." Yuna ragu.
"Tidak apa-apa , adik aku baik kok." Ucap Martin.
"Baiklah kak." Yuna akhirnya mengangkat telepon yang sedari tadi berdering.
Setelah selesai chat an dengan Andre, Nathalia langsung menghubungi Martin, meski ia tadi mengatakan kepada Andre bahwa ia mau menonton.
"Halo kak.." Sapa Nathalia.
"Halo.." Jawab Yuna pelan.
Nathalia melihat layar HP nya, takut ia salah sambung, sebab yang mengangkat adalah seorang wanita bukan kakaknya.
" Nomornya benar kok, tapi kenapa suaranya cewek ya. Gak mungkin kan suara kakak berubah jadi gini.." Gumam Nathalia.
"Halo... Ini siapa ya? Ini nomornya kak Martin kan?" Tanya Nathalia .
"Iya benar. Saya sekretaris pak Martin Mbak. " Ucap Yuna sopan takut ada kesalahan.
"Ohhh kak Yuna yah?? Jangan panggil mbak dong kak.. Aku merasa kayak udah tua aja nih, meski sebenarnya memang sudah tua sih.." Canda Nathalia.
__ADS_1
"Jadi aku harus panggil apa?" Tanya Yuna.
"Panggil adik aja kak, sama kayak kak Martin." Jawab Nathalia.
"Baik dek. Oh iya , kamu kok tahu namaku sih ?" Tanya Yuna.
"Aku orang pertama yang tahu siapa aja yang dekat sama kak Martin kak. Ya jelas lah aku tahu.." Ucap Nathalia.
"Oh gitu ya." Ucap Yuna .
"Gimana kalau kita kenalan dulu kak secara langsung. Ya biar lebih akrab kak.." Pinta Nathalia.
"Boleh dek. Nama kakak Yuna, sekretaris pak Martin. " Yuna memperkenalkan diri.
"Hmmmm. Gak usah bohong kak , sama Lia. " Goda Nathalia.
"Maksudnya?" Tanya Yuna.
"Kalian bukan sekedar sekretaris dan direktur kan? Buktinya sekarang kakak yang pegang HP kak Martin. " Tebak Nathalia.
"Benar kok dek. Kebetulan aja Pak Martin nya lagi mandi, makanya kakak yang angkat." Kata Yuna, tapi beberapa saat kemudian ia menyesali perkataannya.
"Ii..tuu.. Kami.. Aku.. " Yuna bingung harus bicara apa.
"Aduh kak.. Jangan gugup juga kali, jawab jujur aja, gak apa-apa kok." Nathalia meyakinkan Yuna.
"Kami lagi di apartemen Pak Martin dek." Yuna akhirnya jujur.
"Ohhh gitu ya kak. Santai aja kak, gak usah gugup gitu. Aku sangat setuju kok kalau kalian pacaran." Ucap Nathalia.
"Kenapa?"
"Ya aku merasa kalau kakak cocok buat kak Martin. Lagian aku kasihan lihat kak Martin, umur udah matang masih aja jomblo." Jelas Nathalia.
"Trimakasih dek, sudah setuju sama kakak." Ucap Yuna.
"Kalian sudah jadian belum kak?" Tanya Nathalia.
" Belum dek. " Jawab Yuna terdengar kecewa.
"Ya ampun, serius kak..?" Tanya Nathalia tidak percaya.
__ADS_1
" Iya dek. "
"Kak Martin nunggu apa lagi sih?" Tanya Nathalia kesal.
" Entahlah dek."
"Oh iya, ngomong-ngomong.. Kakak cinta gak sama kak Martin?" Tanya Nathalia penasaran.
"Iya dek." Yuna malu.
"Kenapa gak kakak aja yang nembak duluan..?" Tanya Nathalia spontan.
"Kakak malu lah dek nyatain duluan. " Ucap Yuna.
"Baiklah kak kalau gitu, semoga kak Martin cepat nyatakan cinta ya kak."
"Amin" Yuna berharap demikian juga.
"Kakak kamu udah datang nih.." Ucap Yuna.
"Baik kak."
"Halo dek.." Sapa Martin.
"Hmmm. Sudah lupa ni yah sama adeknya." Ucap Nathalia.
"Mana mungkin kakak lupa sama kamu Lia.." Kata Martin.
"Kalian ngapain disana berduaan kak?" Goda Nathalia.
"Anak kecil tahu apa?" Ejek Martin.
( Martin gak tau aja kalau Nathalia sudah lebih berpengalaman darinya 😆😆).
"Hmmm. Iya deh kak. Buruan tembak dong kak, ntar diambil orang loh." Ucap Nathalia.
"Iya bawel.."
"Udah ya kak, Lia mau istirahat dulu. Bye kak." Ucap Nathalia.
"Ok dek." Ucap Martin dan telepon pun terputus.
__ADS_1