Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Bom


__ADS_3

"Tante...." Panggil seseorang sambil mengetuk rumah Andre.


"Siapa ya?" Tanya Ratih yang sedang mengobrol bersama Andre, Nathalia dan juga Tania setelah kepulangan mereka dari Jakarta.


"Biar Tania yang bukain Ma.." Kata Tania pergi menuju pintu.


Ceklek.. Pintu terbuka, Tania terperangah melihat sosok perempuan yang ia kenali.


"Kak Marsya..." Sapa Tania kaget.


"Hai Tania.. Apa kabar?" Tanya Marsya.


"Ba.. ba.. baik kak..." Jawab Tania cemas.


"Andre sama Tante Ratih ada?" Tanya Marsya.


"Ada di dalam kak..." Ucap Tania.


"Boleh aku temui kan?" Tanya Marsya lagi.


"Silahkan kak.." Ucap Tania ragu.


Tania segera melangkah menuju tempat mereka tadi berada.


"Ma, ada kak Mar..."


"Hai tante... Apa kabar...?" Marsya memotong ucapan Tania dan langsung memberi salam pada Ratih.


"Ehh.. Nak Marsya.. " Jawab Ratih bingung.


Andre mulai terlihat tidak tenang, sedangkan Nathalia mulai bingung , siapa orang ini sebenarnya.

__ADS_1


"Hai Andre..." Marsya beralih ke Andre. Marsya memeluk Andre dan mengambil posisi di antara Andre dan Nathalia.


Nathalia menjadi risih dan kesal, entah siapa perempuan di sampingnya ini. " Berani bangat sih dia meluk Kaansa di depan kami, padahal aku aja gak berani. Siapa sih dia?" Batin Nathalia kesal.


"Marsya, kamu ngapain kesini..?" Tanya Andre .


"Ya kangen lah sama kamu..." Jawab Marsya spontan, membuat semua memandang ke arah dia.


"Hehehe.. Sama Tania dan tante Ratih kangen juga kok.." Nyinyir Marsya setelah mendapat tatapan dari semua orang.


"Kamu bisa kan cari tempat duduk lain, sempit tahu.." Ucap Andre kesal.


"Aku kan kangen.. Jadi harus dekat kamu terus dong, biar dia aja yang pergi ya.." Pinta Marsya.


Nathalia semakin kesal, ia tetap mempertahankan tempat duduknya.


"Btw.. Dia siapa ya, kok aku gak pernah lihat..?" Tanya Marsya lagi.


"Ohh.. Guru baru.. Tapi kenapa disini?" Tanya Marsya jutek.


"Karena aku tinggalnya disini.. Emangnya kenapa?" Balas Nathalia.


Marsya terlihat kesal, " Gak papa kok, lagian aku juga bakalan tinggal disini juga.." Jelas Marsya.


Nathalia menjadi kaget mendengar perkataan Marsya, membuat dia semakin kesal dan penasaran siapa wanita itu.


"Maaf tante, Marsya ini siapa sih?" Tanya Nathalia.


"Dia anak teman tante nak.." Ucap Ratih.


"Tante, aku boleh kan nginap disini satu minggu?" Tanya Marsya.

__ADS_1


"Cari tempat lain aja.." Jawab Andre cuek dan berdiri dari tempat duduknya.


"Kok gitu sih bebs..." Kata Marsya bergelayut manja.


Nathalia tercengang, sedangkan Andre mulai panik.


"Apaan sih Sya..." Ucap Andre kesal dan menjauhi Marsya.


"Jangan kasar gitu dong..." Pinta Marsya meraih tangan Andre dan lagi-lagi bergelayut manja.


"Lepasin Sya..." Andre mulai kesal dan menghentakkan tangannya.


Nathalia mulai merasa gerah, entah apa yang membuat dia merasakan panas.


"Gerah bangat sih, cari udara segar yuk Tania..." Ajak Nathalia.


Mengerti maksud dari Nathalia, Tania mengikuti permainan Nathalia.


"Iya juga ya kak. Kayak ada aura mau perang ketiga deh..." Timpal Tania.


"Kok kakak lupa ya , perang kedua itu terjadi kapan. Kita lihat dulu yuk, siapa tahu kita jadi tahu apa hari ini ada prediksi perang dunia ketiga. " Kata Nathalia asal, membuat percakapan menjadi tidak diketahui arahnya.


"Mereka kok gak jelas gitu sih?" Tanya Marsya masih bersikap manja pada Andre .


"Tit... tit...tiiiiiittttt.... Aku mendeteksi bakalan ada bom yang meledak nih..." Kata Tania.


Praaanggg.... Vas bunga jatuh membuat mereka semua kaget. Nathalia yang pergi dan sengaja menyenggol vas bunga pergi tanpa menghiraukan orang yang ia tinggalkan.


"Tuh kan, bom nya udah meledak.." Kata Tania lagi.


Andre menjadi sangat khawatir dengan sikap Nathalia yang seperti itu. Ia belum pernah melihat Nathalia melakukan hal semacam itu, apalagi di hadapannya dan lebih parah lagi, bahkan Ratih masih ada disana ikut tercengang.

__ADS_1


__ADS_2