Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Hey, Kamu Sedang Menggodaku Ya?


__ADS_3

Selagi menunggu Yuna selesai mandi, Martin duduk di sofa dalam kamar Yuna sambil bermain dengan Hp nya.


" Begitu banyak orang yang jalan-jalan hari ini. Kira-kira aku ajak Yuna kemana yah biar dia nyaman..?" Batin Martin sambil terus menarik ulur berandanya.


Dari arah pintu pembantu Yuna datang dengan membawa sarapan di tangannya. " Permisi den, saya mau mengantar makanan non Yuna. " Izin Bi Ani.


"Oh, silakan Bi. Memangnya Yuna belum sarapan.?" Tanya Martin.


"Belum den. Kata Nyonya sih non Yuna nya lagi malas buat makan, makanya dari tadi pagi belum pernah keluar kamar." Ucap Bi Ani.


"Oh begitu. Taruh di meja saja Bi, nanti aku yang suruh dia makan. " Perintah Martin.


Bi Ani meletakkan nampan berisi sarapan di meja. " Saya permisi ya den." Ucap Bi Ani.


"Baik Bi. Trimakasih ya Bi." Ucap Martin sopan.


"Sama-sama den." Jawab Bi Ani dan pergi meninggalkan kamar Yuna.


Lima belas menit telah berlalu, tapi Yuna masih belim keluar dari kamar mandi, membuat Martin menjadi resah.


"Yuna mandi atau ngapain sih di dalam, lama bener." Gumam Martin dan melangkah menuju kamar mandi untuk memastikan.


Gemericik air masih terdengar dari ruangan tersebut. Tok.. tok.. tok..

__ADS_1


Martin mengetuk pintu kamar mandi.


" Yun, kamu di dalam lagi ngapain sih, kok lama bangat..?" Tanya Martin.


"Tunggu sebentar lagi ya kak.." Teriak Yuna dari dalam kamar mandi.


"Gak usah lama-lama Yun, kan kakak tadi sudah bilang, kamu itu meski baru bangun tidur sudah cantik." Martin masih sempat untuk menggombal.


"Kakak.. Gombalannya dikurangin dikit ya.. Nanti takutnya aku melayang ketinggian. " Ucap Yuna.


"Aku serius juga.." Ucap Martin.


"Terserah kakak deh... Sekarang kakak kembali ke sofa boar aku lanjutin mandinya." Pinta Yuna.


"Aduhh.. Tubuhku sudah wangi tidak yah?? " Gumam Yuna sambil memcium aroma tubuhnya sendiri.


"Kayaknya sudah wangi deh.. " Ucap Yuna lagi.


Ia mengguyur tubuhnya dengan air yang mengalir dari shower. Kini seluruh busa yang sedari tadi menempel di tubuhnya terbilas bersih. Ia mengambil handuk dan mengeringkan badannya. Tapi ia terlihat mulai gelisah, entah apa yang telah tetjadi.


"Aduh... Aku tadi lupa lagi bawa baju kesini.." Gumam Yuna menyalahkan diri sendiri.


( Mau menyalahkan siapa lagi ya kan? Yuna yang teledor kok.. 😁😁)

__ADS_1


Ia lalu mengenakan handuk yang hanya selutut dan menutupi dadanya dengan baju yang ia pakai tadi sebelum mandi. Ia melangkah perlahan agar Martin tidak tahu dia sedang menuju ruang ganti. Beruntung saat ini posisi Martin sedang membelakangi ruang ganti .


Tapi ternyata suasana sedang tidak mendukung Yuna, tiba-tiba saja Martin menoleh ke belakang. Ia menoleh bukan karena mendengar langkah Yuna, tapi ingin memanggil Yuna lagi karena sudah terlalu lama .


Kini tatapan mereka saling bertemu, keduanya sama-sama terkejut. " Hey.. kamu sedang menggoda ku ya.. Ingat ya aku ini lelaki normal.." Martin memperingatkan.


Karena merasa sangat malu, Yuna ingin berlari ke arah ruang ganti. Tapi karena baru keluar dari kamar mandi, lantai tempat ia berdiri menjadi basah. Dan akhirnya bugh... Yuna terpeleset dan jatuh, spontan Martin datang menolong. Tapi tiba-tiba Yuna teriak, " Jangan datang kak..." Suruh Yuna, karena handuk yang ia kenakan terlepas.


Martin berhenti dan terdiam tidak tahu apa yang terjadi. " Kakak jangan hadap kesini.." Suruh Yuna masih dengan posisi tengkurap, karena ingin menyembunyikan tubuhnya.


Martin membalikkan tubuh nya " Sudah..." Martin memberitahukan.


Yuna segera memasang handuknya dan pergi ke ruang ganti.


Setelah selesai merias wajahnya dan mengganti bajunya ia keluar dari ruang ganti.


Kini ia terlihat cantik memakai dress berwarna baby pink, membuat Martin menjadi kagum. Yuna tidak berani melihat Martin karena kejadian tadi. Martin yang mengetahui hal itu, mencoba untuk membuat Yuna tidak merasa canggung.


" Jangan malu-malu gitu. Lagian tadi kakak bercanda kok. Dan saat jatuh, kakak tidak lihat apa-apa. " Martin menjelaskan.


Martin menarik tangan Yuna dan membawanya untuk duduk di sampingnya. " Sekarang kamu makan dulu, baru kita pergi untuk jalan-jalan." Ucap Martin.


Yuna hanya mengangguk dan sarapan bersama Martin.

__ADS_1


__ADS_2