Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Martin dan Yuna


__ADS_3

Sampai di kamar, Nathalia duduk dan membayangkan kejadian tadi.


"Aku yakin , kak Andre tadi niatnya pasti mau menolong aku. Tapi kenapa dia pake malu buat mengakuinya yah? Kak Andre sweet deh..." Nathalia berbicara sendiri.


"Kadang sifat kak Andre melebihi kamu tahu.." Nathalia berkata pada poster Jungkook.


"Tapi kadang nyebelin nya minta ampun." Nathalia beropini sendiri.


Setelah berbicara sendiri ia kembali tersenyum sambil menghayal, tapi seketika khayalannya pudar saat HP miliknya berdering, menandakan ada panggilan masuk.


"Halo dek..." Sapa orang yang di telepon.


"Halo kakak sayang, apa kabar?" Nathalia menjawab dengan nada senang.


"Udah lupa kalau ada kakak?" Martin berkata sebal.


"Ya enggak lah kak. Malah aku kangen sama kakak. ..." Nathalia berkata dengan nada manjanya.


"Kalau kamu emang kangen, di hari kamu sampe pasti kamu nelpon kakak.." Martin sepertinya kecewa.


"Maaf kak." Nathalia memelas.


"Kakak khawatir tahu dek. Untung mama kasih tahu sama kakak kalau kamu disana baik-baik saja." Martin mulai meluapkan isi hatinya.


"Kak... Jangan marah dong..." Suara Nathalia mulai terdengar ingin menangis.


"Kakak tidak marah dek, kakak cuma ingin kamu selalu memberi kabar, agar kakak tidak khawatir. Kamu tahu kan kalau kakak sayang sama kamu." Martin mulai melunak.


"Iya kakak, maafin Lia yah.." Pinta Nathalia.


"Iya adik ku sayang..." Martin gemas mendengar suara adiknya.


"Kakak lagi ngapain?"


"Kakak lagi istirahat, makanya kakak nelpon kamu?"


"Kakak sudah makan?"


"Belum dek, kalau kamu?" Martin balik bertanya.


"Sudah kak. Memangnya sekertaris kakak gak ngantarin makanan?" Nathalia bertanya.

__ADS_1


"Memangnya tugas sekertaris apa? Kasih makanan?" Martin kembali bertanya.


"Hehe.. Enggak sih kak..."


"Trus kenapa tadi bilang begitu?" Tanya Martin.


"Kakak itu kan calon pacar kakak..." Nathalia menggoda Martin.


"Kata siapa?"


"Kata Lia lah.." Nathalia bicara asal.


"Enak saja... "


"Oh iya kak, aku lupa namanya.Siapa namanya kak?"


"Yuna.." Martin menjawab singkat.


"Memangnya kak Yuna kurang apalagi sih kak?" Nathalia penasaran akan jawaban Martin.


"Dia sudah perfect " Martin berkata jujur.


"Masalah hubungan kakak gak mau salah pilih dek. Kakak harus tahu dulu dia cinta sama aku atau tidak, dan aku bisa gak mencintai dia dengan tulus . Semua butuh pertimbangan kan?" Martin menjelaskan.


"Iya deh kak. Ya sudah, kakak coba jalanin saja dulu. Ajak kak Yuna jalan-jalan dong.!" Nathalia memberi saran.


"Kamu sudah lebih tahu ya daripada kakak."


"Issss kakak... Bukan lebih tahu sih kak, aku kan cuman kasih pendapat." Ucap Nathalia.


"Iya.. iya... Demi adikku tersayang..." Martin menyetujui pendapat Nathalia.


"Hmmm... Emang maunya kakak kali..." Lagi-Lagi Nathalia menggoda kakaknya.


"Ya sudah, gak jadi..." Martin mencoba memberi ancaman kecil pada adiknya.


"Kakak mah gitu, iya iya, kakak lakuin itu demi aku." Nathalia mengalah.


"Nah gitu dong...!" Martin tersenyum puas.


Masih asik bicara dengan adik kesayangannya , seseorang mengetuk pintu ruangan nya.

__ADS_1


"Masuk" Suruh Martin.


Yuna masuk dengan membawa berkas di tangannya. Melihat sang Direktur sedang bicara lewat telepon Yuna memilih berdiri dan diam tanpa suara sampai mereka selesai bicara nantinya.


"Siapa kak?" Tanya Nathalia yang mengetahui bahwa seseorang telah masuk.


"Sekretaris kakak.." Jawab Martin.


"Panggil namanya aja kak..." Nathalia mulai menggoda kakaknya lagi.


"Lia.... " Martin memanggil dengan nada meninggi.


"Iya.. iya kak, sudah ya kak, jangan lupa dengan apa yang aku bilang." Nathalia mengingatkan.


"Iya dek. Nanti telpon kakak lagi yah.. Jangan lupa sama kakak mentang-mentang sudah nyaman disana." Martin juga mengingatkan adiknya.


"Siap kak. Sukses yah kakak.."


"Iya dek. Bye..." Martin mengakhiri panggilannya.


"Permisi pak, ada berkas yang harus ditandatangani." Yuna memperlihatkan berkas di tangannya.


"Letakkan saja disini. Kamu sudah makan siang?" Martin bertanya pada Yuna.


"Belum pak.." Yuna menjawab jujur.


"Ya sudah, kita makan siang dulu sekarang. Aku tunggu kamu di mobil ..!" Martin mengajak Yuna makan siang sesuai permintaan Nathalia.


"Baik pak." Yuna malu-malu, dan pergi mengambil tasnya untuk menyusul Martin yang telah pergi lebih dahulu ke dalam mobil.


"Ada angin apa pak Martin ngajak aku makan siang bareng hari ini ?" Batin Yuna.


Sejak Yuna bekerja sebagai sekretaris Martin , Yuna memang sudah menyukai Martin. Tapi sikap martin yang dingin dan acuh membuat Yuna berusaha membuang jauh perasaannya walau itu hanya sia-sia. Sebab semakin hari perasaannya pada Martin kian dalam.


Bantu like, vote, komen, dan kasih tips yah...👍❤


Ayo dong dukung author...🙏🙏


I love you all...😗😗


Aku tunggu saran dari kalian yang membaca karyaku. 😊😊

__ADS_1


__ADS_2