
Untuk mengilangkan rasa grogi dalam hatinya, Nathalia mengambil ponsel miliknya. Dia membuat beberapa pose yang membuatnya terlihat sangat cantik lalu... Cekrek .. cekrek.. cekrek ... Beberapa foto telah tersimpan dalam galeri ponsel miliknya.
Ia tersenyum melihat hasil foto yang di dapatkan, ia pun bergumam sendiri " Aku memang cantik atau kamera nya yang kebagusan yahh??" Ia kembali menatap dirinya di cermin, " Sepertinya aku memang luar biasa cantik hari ini" Nathalia memuji dirinya sendiri.
Dengan semangat ia pun membuka sosial media miliknya, " Aku bikin story aja kali ya ..." Pikir Nathalia.
" Tapi kalau aku buat story, pasti Kaansa pasti lihat deh, gak jadi surprise lagi dong nanti.. Padahal kan aku pengennya dia nanti akan sangat terpesona melihat aku .." Nathalia bermonolog.
Ia memutuskan untuk menyimpan kembali niatnya dan beralih menonton video lucu untuk mengalihkan rasa groginya. Saat sedang asik menonton, ada pesan masuk ke ponsel Nathalia. Ia membuka pesan tersebut, " Udah siap dandannya?" Isi dari pesan tersebut yang ternyata dari Andre.
"Sudah Kaansa, kalau Kaansa gimana?" Tanya Nathalia.
" Sudah juga. Berarti boleh dong VC an biar aku lihat bagaimana cantiknya calon istriku saat ini.." Pinta Andre.
" Gak boleh dong Kaansa, kan mau kasih surprise.." Nathalia menolak.
"Kalau gak foto aja gimana?" Tawar Andre lagi.
" Tetap gak boleh Kaansa..." Nathalia bersikukuh.
" Ya udah deh, aku tunggu kedatanganmu my princess" Andre mengalah.
" Oke my Prince." Balas Nathalia.
Selang beberapa saat, Yuna datang menghampiri Nathalia yang kembali asik menonton. Ia memberitahukan bahwa sudah tiba waktunya untuk turun ke bawah.
Dengan perlahan Nathalia keluar dari kamar dengan didampingi oleh Yuna. Tak... Takk. Tak... Suara sepatu yang Nathalia kenakan saat menuruni tangga seakan sangat kuat terdengar karena suasana yang begitu hening menanti sang mempelai wanita.
Kini semua pandangan tertuju pada Nathalia, membuat dia semakin merasa grogi. Mengetahui hal tersebut, Yuna menggenggam tangan Nathalia erat seakan memberi ketenangan .
Berhenti sebentar dan menghirup napas dalam dan menghembuskannya secara perlahan Nathalia kembali berjalan menuruni tangga. " Kenapa tangga ini rasanya semakin panjang aja sih.." Gumam Nathalia.
"Cantik.." Kata itupun keluar dari dalam mulut Andre saat Nathalia telah berdiri di hadapannya.
Nathalia tersipu malu mendengar pujian sang calon suami. " Kamu juga tampan." Balas Nathalia.
"Ehm... Trimakasih kak Yuna, sudah mengantarkan calon istriku." Andre beralih ke Yuna.
"Sama-sama Ndre..." Yuna tersenyum.
__ADS_1
" Apa sekarang aku boleh membawanya?" Tanya Andre lagi.
" Silahkan, aku sudah ditunggu suamiku disana." Ucap Yuna menunjuk Martin.
Segera Andre meraih tangan Nathalia. Dengan bergandengan Nathalia berjalan perlahan menuju altar untuk mengucapkan janji suci dan melakukan pemberkatan.
Terlihat, orang tua mereka beserta keluarga duduk di bangku paling depan.
Kini akan tiba bagi mereka untuk saling mengucapkan janji suci, disaksikan oleh orangtua, keluarga , teman dan banyak tamu undangan .
" Lia, aku berjanji ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir bagiku. Dan aku berjanji apapun masalah yang akan kita hadapi kelak tidak akan pernah merubah rasa cintaku padamu. Tidak akan ada orang ketiga, keempat atau seterusnya yang akan memisahkan kita . Kita hanya akan berpisah saat Tuhan kembali memanggil kita kembali bersamanya. Namun meskipun demikian meski raga kita nantinya menyatu dengan tanah, dihati ini namamu akan tetap ada." Ucap Andre dengan setulus hati sambil memegang tangan Nathalia.
Nathalia yang mendengar janji suci yang diucapkan Andre sangat terharu hingga meneteskan air mata. Ia tidak menyangka momen seperti ini akhirnya kini sedang ia alami. Momen yang selama ini ia impikan dan ia minta di setiap doanya.
Dengan bibir yang gemetar menahan haru dan air mata, Nathalia pun membuka suara untuk membuat janji suci.
" Kak Andre... Aku pun berjanji ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir bagiku. Aku pun berjanji akan selalu bersamamu baik suka maupun duka. Dan kita akan bersama sampai maut yang akan memisahkan kita." Ucap Nathalia singkat karena tak mampu berkata-kata lagi.
Kini mereka berdua sedang bersimpuh dan menerima berkat. Dan saat ini pula mereka telah resmi menjadi suami istri. Andre menutup acara pemberkatan tersebut dengan mencium kening Nathalia. Hal yang sering mereka lakukan bahkan lebih dari itu telah mereka lakukan, namun hari ini ciuman di kening ini terasa sangat menyentuh hati bagi kedua insan tersebut. Sebab bukan hanya ada mereka berdua, tapi disaksikan oleh banyak orang.
Kini tiba acara resepsi, Nathalia dan Andre telah duduk di pelaminan sambil menunggu acara selanjutnya. MC pun membuka suara untuk acara berikutnya, " Sebelum penyampaian kata oleh keluarga kepada pengantin, alangkah baiknya kita mendengarkan cerita tentang bagaimana pertemuan mereka sampai mereka tiba di momen sakral ini. Bagaimana menurut kalian?" Tanya sang MC dan disambut ucapan setuju oleh semua yang hadir.
"Baiklah kepada pengantin kami persilahkan untuk maju.." ucap sang MC.
" Kaansa duluan aja deh..." Pinta Nathalia.
" Tapi aku mau bilang apa?" Andre bingung.
" Apa adanya aja, asal jangan di lebih-lebihkan dan jangan bikin aku malu." Ucap Nathalia.
"Ya... Mudah-mudahan saja.." Andre ragu.
"Kaansa ..." Ucap Nathalia takut akan merasa malu saat Andre bercerita namun Andre tidak menoleh dengan langkah pasti ia pergi menuju vodium.
" Ekhm... Ehm... " Andre berdehem untuk menetralkan perasaannya dan kembali membuka suara untuk bercerita.
" Awal pertemuan kami sangatlah mengesalkan buat saya.." Andre menghentikan ucapannya dan menoleh pada Nathalia. Nathalia membalas dengan menatap Andre tajam, berharap Andre tidak bercerita yang aneh-aneh.
" Boleh kami tahu kenapa anda kesal? Bukankah biasanya pertemuan pertama akan buat kita sangat gugup dan jantung kita berdegub kencang?" Tanya sang MC penasaran.
__ADS_1
" Tapi kisah kami beda, kisah kami sangatlah unik." Ucap Andre.
" Baiklah. Silahkan berbagi cerita kisah unik anda pada kami" Kata sang MC.
" Pertama kali bertemu dengan Lia, dia adalah gadis manja dan juga sombong. Bahkan dia sempat menganggap aku sebagai tukang kebun di rumahku sendiri." Andre tersenyum mengingat kenangan itu.
" Dia juga hanya memandangku dari penampilan luar saja, bahkan dengan sombong ia memaksaku untuk menerima uang yang ia kasih karena aku sudah mengantarnya ke alamat yang ia berikan."
" Aku masih ingat, betapa terkejutnya dia saat ia mengetahui bahwa rumah yang ia harus tempati adalah rumah yang kecil yang awalnya dia berpikir rumah yang akan ia tempati adalah rumah saya." Andre menoleh pada Nathalia yang kini tertunduk malu.
" Tapi justru karena sifat manjanya lah yang membuat kami semakin dekat. Sebab ia tidak mau tinggal di rumah kecil, sehingga ia menjadi tinggal bersama kami dan cinta mulai tumbuh diantara kami."
" Aku tidak tahu penyebabnya apa, tapi lambat laun, ia menjadi wanita yang dewasa. Dia yang jijik melihat orang yang penuh lumpur seperti awal pertemuannya dengan saya, justru malah sangat senang saat aku mengajaknya ikut turun ke sawah."
" Satu hal yang pasti, aku sangat berterimakasih karena kamu mau menerima aku apa adanya dan mau mengikuti gaya hidupku yang sederhana. Trimakasih buat perjuanganmu melawan rasa jijik, dan trimakasih sudah berusaha menyesuaikan kehidupan yang sangat jauh berbeda dari kehidupanmu sebelumnya.." Andre menyudahi perkataannya dan disambut tepuk tangan meriah oleh semua yang hadir disana.
Nathalia yang awalnya merasa malu karena cerita Andre kini sedang tersenyum menanti sang suami datang kembali.
" Sekarang giliran kamu.." Suruh Andre.
Dengan langkah yang tampak ragu-ragu, Nathalia melangkah perlahan menuju vodium. Dia menatap seluruh orang yang hadir lalu menarik nafas untuk menghilangkan rasa groginya.
" Tidak bisa dipungkiri, apa yang dikatakan oleh kak Andre itu benar adanya.." Nathalia menjeda kalimatnya.
" Waktu pertama kali aku tahu kalau aku ditugaskan di salah satu sekolah yang berlokasi di pedesaan, aku benar-benar sangat-sangat kaget dan bahkan menyuruh papaku untuk menyogok orang agar aku bisa mengajar di tempat yang elite. Tapi sayangnya papa ku menolak permintaanku, sebab dia memang bukan tipe orang seperti itu. "
" Tapi hari ini, aku sangat berterimakasih pada papaku, berkat dia yang tidak mau memanfaatkan kekayaannya aku bisa bertemu seorang pria sederhana yang kini telah resmi menjadi suamiku."
"Benar apa katanya tadi, pertemuan kami sangat unik. Saat itu aku tidak bisa membawa mobilku masuk ke desa karena jalan yang begitu parah. Dan saat itulah dia datang dengan kaki yang penuh lumpur kebetulan melewati aku yang memang sedang mencari bantuan."
" Awalnya aku mau berpikir dua kali meminta tolong kepadanya, tapi sayangnya, hanya dia yang melintas di jalan itu. Melihat penampilannya saja aku sudah enggan meminta dia untuk masuk ke dalam mobilku. Aku takut mobilku menjadi kotor karenanya. Tapi apa boleh buat, tidak ada pilihan lain bagiku, mendingan aku menerima bantuannya daripada aku harus berada di jalan sampai ada orang yang lewat lagi."
" Dengan terpaksa aku pun memberi alamat tujuanku, dan bodohnya aku malah salah tebak. Aku pikir rumah yang akan aku tempati adalah rumah besar yang ternyata adalah rumahnya. Yah... Aku tidak menyangka saja, dia yang terlihat hanya orang kampung biasa ternyata pemilik rumah itu dan bahkan adalah seorang kepala sekolah tempat aku mengajar. Dia memberi aku satu pelajaran berharga * Jangan menilai buku dari sampulnya* Itu yang dia katakan saat itu. Mulai dari sana aku juga mau belajar menjadi pribadi yang sederhana seperti dia. Karena aku kebetulan juga nyaman kalau bersama dengan dia, hal itu menjadi memudahkan aku untuk berubah. * Cinta mampu mengubah segalanya*. Trimakasih suamiku..." Nathalia mengakhiri kalimatnya dan disambut tepuk tangan meriah.
Hai readers lama tak jumpa ya.. ðŸ¤ðŸ¤
Soalnya author lagi dalam mode malas untuk menulis 🥱🥱
Kasih vote yang banyak biar author semangat lagi ya...🥰
__ADS_1
See you di episode berikutnya... 😃😃😃