
"Aku antar kamu sekarang ya.." Kata Martin pada Yuna setelah ia selesai berbicara dengan Nathalia.
"Baik kak." Yuna setuju.
Mereka kembali melaju dengan mobil, dan sampai di depan rumah Yuna.
"Ayo masuk kak." Ajak Yuna.
Martin hanya mengikut saja, ia berjalan di belakang Yuna yang kini tengah melangkah menuju pintu rumah.
"Ma, Pa... Yuna pulang...." Seru Yuna.
"Ehhh , putri mama sudah pulang. Katanya tadi gak mau jalan-jalan, ini malah sampai pulang malam.." Anita menyambut putrinya.
"Mama nih, jangan ngomong di depan kak Martin juga dong..." Rengek Yuna.
"Eh nak Martin, mari masuk nak, kita minum dulu." Ajak Anita.
"Baik Tante." Ucap Martin dan mereka pergi ke ruang tamu.
"Papa... Ada nak Martin nih..." Seru Anita.
" Gimana jalan-jalan nya?" Tanya Anita.
"Lumayan Ma." Jawab Yuna.
"Wahhh, kayaknya kita sudah tidak penting lagi ni Ma." Sahut Adrian yang datang menemui mereka.
"Kok Papa ngomong gitu sih?" Tanya Yuna.
"Habisnya, tadi kami yang ajak, kamu gak mau. Eh giliran nak Martin yang ngajak malah mau." Tambah Adrian lagi.
"Aduh papa... Kayak gak pernah muda aja nih.." Yuna cemberut.
__ADS_1
"Baiklah, karena Mama dan Papa sudah pernah muda, kami ke atas ya sayang. Kalian ngobrol aja dulu." Anita tersenyum.
"Tidak usah Tante.. Martin mau langsung pulang saja. Lagian ini kan sudah malam." Ucap Martin sopan.
"Kalau begitu, hati-hati ya nak." Ucap Anita.
"Baik Tante. Saya permisi ya Om, Tante." Pamit Martin.
"Saya antar kak Martin ke depan dulu ya Ma." Ucap Yuna dan ikut melangkah menuju pintu.
"Saya pamit pulang ya.." Ucap Martin.
"Baik kak. Hati-hati ya kak." Ucap Yuna .
Mobil Martin melaju dan meninggalkan rumah Yuna.
"Apa aku bisa ya mengubah sikap dingin kak Martin?" Gumam Yuna lalu masuk ke dalam rumahnya.
****
Tok.. Tok.. Tok...
Andre mengetuk pintu, ia berniat untuk mengobrol dengan Nathalia karena belum larut malam.
" Tania... Bukain pintu nya dek.." Pinta Andre.
"Aduh kak... Ganggu aja sih.. Mau ngapain sih malam-malam kesini?" Tanya Tania karena merasa terganggu saat sedang menonton.
"Bukain aja dulu. Pelit bangat sihh..." Kata Andre lagi.
Mengetahui Andre akan masuk segera Nathalia menyisir rambutnya yang sempat acak-acakan.
Melihat hal itu Tania jadi curiga, namun ia tidak mempermasalahkannya. Tania membuka pintu, mempersilakan Andre untuk masuk.
__ADS_1
"Ada apa sih kak?" Tanya Tania.
"Kita makan pop mie yuk.."Ajak Andre, tapi hanya sebagai alasan untuk bertemu Nathalia.
"Ini udah malam kak.." Tania menolak.
"Justru karena sudah malam. Kalau siang-siang baru gak enak. Apalagi kan suasana lagi dingin nih, cocok bangat menyantap kuahnya yang panas." Andre terus berusaha membujuk.
"Aku lagi nonton ni kak.. Jangan ganggu dong...! Sekarang kakak keluar, aku gak tertarik." Tania tetap menolak.
"Pas bangat dong, nonton drakor kesukaan sambil makan pop mie. " Andte mendapat ide cemerlang.
"Aduhh... Iya .. Iya.. Lagian kakak tumben bangat pengen makan pop mie malam-malam gini." Tania memicingkan matanya penasaran.
"Ya kakak lagi kepengen aja. " Ucap Andre.
"Kalau kepengen , buat sendiri kan bisa kak. Ngapain harus ajak kami, iya kan kak Lia." Kata Tania .
Nathalia hanya tersenyum tidak menjawab Tania. Karena sebenarnya ia tahu maksud Andre.
"Ayo lah dek. Masa kamu tega biarin kakak sendirian.." Pinta Andre.
"Oke deh kak. Kami ikut, tunggu bentar, aku mau ngambil laptop dulu." Ucap Tania.
" Gitu dong..." Andre merasa senang.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat pop mie, mereka membuat masing-masing dan membawanya ke ruang tengah.
****
Untuk besok akan ada kisah romantis Andre dan Nathalia saat sedang menikmati pop mie ya.
Ditunggu kelanjutannya...😊😊
__ADS_1
Kenapa lama-lama semakin sepi lagi ya novelku. Apakah novelku membosankan? Jika iya, kasih saran ya..
Trimakasih.. 😁😁