
Mobil perlahan berjalan menuju desa Kemuning, desa yang akan menjadi tempat tinggal Nathalia mulai dari sekarang. Saat melewati jalan, Nathalia kembali teringat akan momen pertama kali ia melaluinya. Momen dimana ia dipertemukan dengan jodohnya, meski dengan cara yang unik.
Nathalia memandang keluar jendela dengan senyumannya membuat Andre menjadi penasaran.
" Wanita yang baru nikah itu apalagi saat diperjalanan menuju rumah suami, biasanya akan menangis mengingat keluarga yang ditinggalkannya, ini kok malah senyum-senyum sendiri? Saking senangnya ya nikah sama aku?" Tanya Andre.
" Ihhh.. Kakak kegeeran bangat sih. Aku itu lagi ingat momen pertama aku melalui jalan ini.." Kata Nathalia.
" Ohhh... Kirain saking senangnya.." Kata Andre lagi.
Tidak terasa, mereka telah sampai di depan rumah, rumah yang memiliki momen indah juga bagi Nathalia dan Andre.
" Pak, tolong pindahkan barang-barang dari pickup ke dalam rumah ya.." pinta Andre pada supir pickup.
" Baik, pak.." Ucap sang supir.
Dibantu satu orang kernek, sang supir pun memindahkan semua barang bawaan Nathalia ke dalam rumah dan mereka pamit untuk kembali pulang ke Jakarta.
Ratih, Tania, Nathalia dan Andre memilih untuk membersihkan diri. Nathalia dan Andre kini sedang berjalan menuju kamar Andre, yang kini akan jadi kamar mereka berdua. Nuansa berbeda mereka rasakan saat memasuki kamar tersebut. Kamar tersebut kini telah berubah, nuansanya semakin lebih romantis dan cahaya lampu yang remang-remang.
Nathalia gugup sekali dengan suasana ini, ia bingung harus ngapain. Begitupun dengan Andre yang mulai kikuk.
"Kak.. "
"Lia.."
Andre dan Nathalia sama-sama membuka suara.
" Kamu bicara duluan, Lia." Andre mempersilahkan.
" Aku ambil baju ganti dulu ya kak, soalnya barang-barang ku masih di kamar Tania. " Ucap Nathalia.
"Ohh.. Ya sudah, kalau gitu kakak mau mandi dulu.." Ucap Andre.
Nathalia memasuki kamar Tania, terlihat Tania sudah selesai mandi.
" Ada apa kak?" Tanya Tania.
" Kakak mau ngambil baju ganti dek, kan masih ada di kamar kamu.." Kata Nathalia.
" Ohhh, gitu ya kak.. Tapi ini sudah jam berapa kak? Masa belum mandi dari tadi. Ngapain aja tadi? " Tanya Tania .
Nathalia memang belum mengganti bajunya sedari tadi. Ia masih mengenakan kebaya pengantin yang melekat seharian ini.
" Kakak grogi dek. Bingung mau ngapain." Ucap Nathalia malu.
" Wajar sih kakak grogi, ini kan malam pertama kakak bakalan tidur sama kak Andre. Aku sendiri deh disini.." Ucap Tania kecewa.
" Ya udah, aku mau ambil baju dulu ya dek. Kakak udah ngerasa gerah bangat nih.." ucap Nathalia.
" Iya kak, buruan, nanti masuk angin loh.." ucap Tania.
" Ya sudah, kakak mandi disini aja deh, soalnya kamar mandi lagi di pake kak Andre ." Ucap Nathalia.
" Sekalian mandi bareng aja kak." Kata Tania, membuat Nathalia sangat merasa malu.
" Dasar.. masih kecil juga.." Ucap Nathalia.
" Aku udah gede loh kak.." Tania tidak terima.
" Iya, iya. Kakak mandi dulu ya.." Ucap Nathalia.
" Oke kak.. " Ucap Tania sembari meninggalkan kamar.
__ADS_1
Saat akan melangkah ke kamar mandi, Nathalia menepuk jidatnya sendiri. Ia lupa kalau kebaya yang ia pakai kancingnya ada di belakang. Dia hendak meminta bantuan Tania, tapi orangnya sudah keburu turun ke bawah menemui Ratih.
Dengan perlahan ia melangkah menuju kamarnya dengan sang suami, dengan membawa baju ganti dan juga beberapa botol perawatan kulit.
Saat ia sampai, Andre telah selesai mandi. Kini Andre sedang mengambil baju ganti di lemari. Dengan penampilan Andre yang hanya berbalutkan handuk dari pinggang ke bawah, membuat Nathalia kembali gugup.
" Kalau baju gantinya sudah diambil, cepat mandi gih, nanti tambah dingin lagi.. " Kata Andre setelah melihat kedatangan Nathalia.
" Iya kak, tapi..." Nathalia menggantung ucapannya.
"Tapi..." Andre ingin tahu lanjutan kalimat dari Nathalia.
" Kancing kebayaku ada di belakang kak, aku gak bisa buka sendiri." Ucap Nathalia malu-malu.
" Trus kenapa gak bilang dari tadi ..? Sini kakak bukain..! " Andre langsung mengambil posisi di belakang Nathalia dan mulai melepas satu persatu kancing kebaya milik Nathalia.
Kini semua kancing telah terlepas, hanya meninggalkan kamisol yang masih melekat di tubuh Nathalia.
" Untung kamisolnya resletingnya ada di depan.." Gumam Nathalia.
" Ya sudah, mandi gih.." Suruh Andre.
" Tapi kak..."
" Apalagi Lia?" Tanya Andre yang mulai tergoda dengan pemandangan di hadapannya .
"Cara buka songketnya juga ribet kak.." ucap Nathalia ragu.
" Sini kakak bukain.." Kata Andre.
Dengan mendengarkan instruksi dari Nathalia, Andre pun berhasil membuka beberapa tali yang mengikat songket tersebut. Nathalia berusaha menahan songket tersebut agar tidak terjatuh. Sebab, bila terjatuh maka akan ada pemandangan indah yang akan Andre lihat.
Setelah semua tali terlepas , segera Nathalia pergi menuju kamar mandi dengan memegang kedua sisi songket agar tidak terjatuh. Andre hanya menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah sang istri.
Nathalia pun sibuk membersihkan tubuhnya yang telah penuh keringat karena acara satu hari ini. Saat hendak mengambil handuk, ia kembali menepuk jidatnya sendiri.
Ia perlahan membuka pintu kamar mandi dan mengintip ke kamar.
" Kak.." panggil Nathalia.
Andre menoleh dengan tatapan heran, entah apalagi yang akan Nathalia lakukan.
" Iya, Lia. Ada apa lagi yang kurang?" Tanya Andre.
"Handuk dan bajuku ketinggalan disana kak.." Ucap Nathalia sambil menunjuk sebuah kursi.
" Astaga... Apa sedari tadi kamu sedang berusaha menggodaku, Lia?" Tanya Andre sambil memicingkan matanya.
" Eh, e..enggak kak, aku cuman grogi sedari tadi, makanya jadi rada oon.." Ucap Nathalia menyalahkan diri sendiri.
Andre berjalan membawa handuk milik Nathalia, sedangkan Nathalia hanya mengeluarkan tangannya untuk meraih.
" Mana kak?" Nathalia mencoba meraba-raba.
" Kan bisa lihat sendiri." Ucap Andre menggoda.
" Ihh, kakak... Lia malu." Ucap Nathalia.
" Kenapa harus malu? Kita kan sudah jadi suami istri." Andre menjelaskan.
" Kak... Please deh.. Lia udah kedinginan nih.." Ucap Nathalia.
" Iya deh.. Nih.. " Andre menyodorkan handuk tersebut.
__ADS_1
" Loh... Bajunya mana kak..?" Tanya Nathalia.
" Kan bisa pakai baju disini, ingat Lia kita kan sudah ..."
" Iya.. iya.. kakak nyebelin banget sih.." Nathalia langsung memotong ucapan Andre .
Nathalia akhirnya keluar hanya mengenakan handuk saja. Tentu saja itu menjadi pemandangan yang sangat menggoda bagi Andre. Andre bahkan menyesal menyuruh Nathalia untuk berpakaian di sana, sebab kini ia menjadi bingung sendiri.
" Kakak keluar dulu , kamu pakai bajunya ya.." Andre menjadi salah tingkah.
Melihat Andre yang salah tingkah, Nathalia punya ide untuk menggoda sang suami. Nathalia meraih tangan Andre dan membuat Andre menghadap dirinya.
" Kenapa keluar kak? Kan kita sudah suami istri.." Ucap Nathalia meski dengan hati yang sedikit gugup.
" Disini gerah, Lia." Ucap Andre.
" Iya juga yah, gerah yah.. " Ucap Nathalia sambil menurunkan handuk yang ia kenakan.
Hal tersebut membuat Andre menelan ludahnya, dan hawa di kamar tersebut rasanya semakin panas menurut Andre. Tentu saja itu akan terjadi pada Andre, ini pertama kalinya ia melihat Nathalia tanpa busana.
Andre segera melangkah menuju pintu, hal tersebut membuat Nathalia tertawa puas. Tapi tiba-tiba tawa Nathalia terhenti, kini dia berubah menjadi gugup. Bagaimana tidak? Ternyata Andre pergi hanya untuk mengunci pintu, dan sekarang sedang berjalan ke arahnya.
Spontan Nathalia langsung meraih handuk yang ia lepas dan kembali ia lilitkan ke tubuhnya.
" Kakak, kenapa pintunya dikunci? " Tanya Nathalia gugup.
" Kita kan sudah suami istri.." Jawab Andre enteng. Andre berjalan ke arah Nathalia membuat Nathalia mundur secara perlahan, sampai kakinya berhenti karena sudah mentok. Ia tidak bisa lagi kemanapun, ingin mundur tapi ranjang sudah menghalangi. Andre tetap mendekat membuat Nathalia duduk di tepi ranjang dengan menundukkan kepalanya karena malu.
Andre meraih dagu Nathalia dan membuat Nathalia mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk.
" Bolehkah aku menikmati pemandangan yang sempat aku lihat tadi?" Tanya Andre.
Nathalia hanya kembali tertunduk, ia bingung harus bagaimana.
" Sayang..." Panggil Andre.
" Sayang?" Nathalia heran dengan panggilan Andre padanya.
" Iya , sayang. Kan kita sudah suami istri masa masih harus manggil kakak/adek sih." Jelas Andre.
Andre semakin mendekat dan membungkukkan badannya. Cup... Andre mencium bibir Nathalia sekilas.
Nathalia menoleh ke arah Andre , kini mata mereka saling menatap satu sama lain. Perlahan Nathalia menutup matanya dan bersiap menerima apapun yang akan dilakukan Andre selanjutnya.
Melihat Nathalia yang memejamkan matanya, Andre segera menempelkan kembali bibir mereka, kini penyatuannya lebih dalam. Suara indah milik Nathalia mulai mengisi ruangan, membuat Andre semakin bersemangat untuk melakukan tugasnya.
Karena Nathalia hanya mengenakan handuk, dengan mudah Andre membuat Nathalia tidak pakai busana sama sekali. Ia mulai menikmati pemandangan indah di hadapannya. Ia mulai menyentuh bagian-bagian sensitif tubuh Nathalia, membuat Nathalia semakin mengerang.
Melihat sang istri sudah terbawa suasana, segera Andre melepas semua pakaiannya, sehingga kini mereka dalam kondisi yang sama. Tanpa membuang waktu, segera Andre melakukan aksinya. Saat hendak memasuki gawang pertahanan lawan, tiba-tiba... Tok.. tok tok..
" Kak Lia, ada warga yang datang tuh, katanya mau kasih ucapan selamat. Kalian buruan turun yah.." Tania datang mengetuk pintu dan menyuruh sepasang insan yang sedang dalam mode bergairah untuk turun.
Segera Nathalia mendorong tubuh suaminya dan segera duduk. " Lanjut nanti aja ya kak, nanti mereka nunggunya kelamaan." Kata Nathalia sambil mengatur nafasnya.
" Panggil sayang dulu, baru aku turutin." Pinta Andre.
" Iya sayangku. Kita lanjut nanti yah.." Ucap Nathalia dengan manja.
" Yah, mau gimana? Terpaksa deh.. Tapi kasih kiss dulu dong." Pinta Andre.
Nathalia dengan senang hati menempelkan kembali bibir mereka.
" Cium itu boleh yah, bentar aja..! " Pinta Andre sambil menunjuk dua gunung kembar milik Nathalia.
__ADS_1
Nathalia hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Segera Andre menyesapnya secara bergantian, Nathalia yang mendapat perlakuan seperti itu hanya mampu menggigit bibir bawahnya menahan gejolak yang ia rasakan.
Sesuai yang dikatakan oleh Andre, ia hanya melakukannya sebentar. Mereka akhirnya kembali berpakaian dan turun ke bawah menemui warga yang datang. Terlihat lebih dari sepuluh orang berkumpul, membawa makanan dan ada juga yang membawa kado untuk pernikahan mereka. Nathalia dan Andre duduk dan bergabung bersama mereka. Mereka menikmati makanan yang dibawa oleh warga yang datang.