
Setelah selesai acara berpelukan telah usai, Roy dan Tiara menyapa Yuna juga. Kini mata mereka tertuju pada Andre, Roy seolah sedang mencoba untuk mengingat-ingat tentang Andre.
"Nak Andre kan?" Sapa Roy.
"Iya Om..." Ucap Andre mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Wahhh... Sudah lama sekali ya Nak.." Sapa Tiara lagi.
"Iya tante.." Jawab Andre.
"Terakhir itu pas wisuda ya Martin?" Roy memastikan.
"Iya Pa.." Jawab Martin.
"Mama sama Papa kenal juga sama kak Andre?" Tanya Nathalia.
"Ya kenal dong.. Pas mereka kuliah , Nak Andre kan sering ketemu sama Papa dan Mama" Jawab Tiara.
"Oh gitu ya, berarti cuman aku ya yang terakhir kenal kak Andre.." Ucap Nathalia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Masih ada aku kok Lia... Aku kenalnya malah hari ini" Sahut Yuna.
"Oh iya ya . Kan masih ada calon kakak ipar.." Ucap Nathalia.
"Kita ngobrol di dalam yuk.. Pegal juga nih berdiri lama-lama." Usul Nathalia.
Mereka masuk ke ruang tengah dan duduk bersama.
"Oh iya, selama lima tahun belakangan ini Nak Andre kemana?" Tanya Roy.
__ADS_1
"Aku ditempatkan mengajar di desa Kemuning Om.." Jawab Andre.
"Ohhh... Jadi kamu sama Nathalia satu sekolah?" Tanya Roy.
"Iya Pa.. Kak Andre itu Kepala Sekolah disana." Sahut Nathalia.
"Oh ya? Nak Andre langsung dijadikan Kepala Sekolah disana?" Tanya Tiara.
"Enggak kok Tante, aku pernah mengajar selama 4 tahun, dan baru satu tahun ini jadi Kepala Sekolah. " Jelas Andre.
"Kebetulan sekali dong ya kalau gitu.." Ucap Roy.
"Hehehe... Iya Om." Ucap Andre.
"Berarti Martin lama dong tahu tentang ini?" Tanya Tiara.
"Aku tahunya juga tadi Ma.. Aku bahkan kaget tadi." Ucap Martin.
"Makanya Lia juga heran sama dua sahabat ini Ma. Masa buat janji selama 5 tahun tidak ketemuan dan tidak berkomunikasi." Ucap Nathalia.
"Betul apa yang Lia bilang?" Tanya Roy.
"Betul Pah..." Kata Martin.
"Kalian ini ada-ada saja..." Ucap Tiara.
"Makanya Lia bisa pulang , soalnya mereka janji ketemuannya hari ini. Sekalian aja Lia ikut." Jelas Nathalia.
"Jadi Nak Andre ini, anak nya Bu Ratih ya?" Tanya Tiara.
__ADS_1
"Betul tante.."
"Mama kenal?" Tanya Roy.
"Gak kenal secara langsung sih Pa.. Kami itu bicara lewat telpon." Jelas Tiara.
"Ohh.. Begitu.. Baiklah sekarang lebih baik kalian mandi gih. Lalu siap-siap untuk makan malam. Kita mengobrol nanti saja." Ucap Roy.
"Oke Pa.. Lia juga sudah kangen sama kamar Lia.." Kata Nathalia senang.
"Dasar gadis manja..." Ucap Andre pelan, namun masih bisa di dengar.
" Hahahaha... Lia memang udah manja dari lahir Ndre.." Sahut Martin.
"Kakak...." Ucap Nathalia malu.
"Sudah.. sudah.. Lia ajak nak Yuna ke kamar mu ya.." Suruh Tiara.
"Siap Ma... Yuk kak.." Ajak Nathalia.
Yuna mengikuti langkah Nathalia. Andre dan juga Martin pergi ke kamar milik Martin.
Mereka menggunakan kesempatan ini untuk saling bercerita. Namun Nathalia belim siap untuk menceritakan tentang hubungannya dengan Andre. Martin juga menepati janjinya untuk tidak memberitahu Roy.
Nathalia menikmati setiap waktu yang ia miliki untuk menghampiri setiap sudut rumahnya. Tingkah Nathalia membuat mereka semua tertawa dan menggelengkan kepala. Nathalia seolah-olah akan meninggalkan rumahnya untuk selamanya.
Saat akan tidur, Nathalia mendapat chat. Dari siapa lagi kalau bukan dari Andre.
" Selamat malam Lisa, mimpi yang indah ya.. Seindah harapan kita untuk bersama.. 😚😚" Isi pesan tersebut.
__ADS_1
Dengan semangat Nathalia menulis balasannya, " Malam juga Kaansa, mimpi indah juga, seindah senyumanku.. 😘😘😘" Balas Nathalia.
Andre tersenyum membaca pesan tersebut, lalu meletakkan ponselnya dan hanyut dalam mimpi.