
Sampai di kamar, Andre menatap Nathalia yang sedang meringkuk sambil terdengar sesekali sedang sesegukan.
" Sayang... Jika kamu seperti ini, justru akan membuat kondisimu semakin buruk." Andre menghampiri sambil mengelus lembut punggung istrinya.
Nathalia perlahan mulai duduk dan memeluk Andre.
" Maafin aku yang tidak bisa menjaga anak kita." Nathalia bicara dengan diiringi tangis.
" Ini bukan salah kamu sayang, jadi berhenti merasa bersalah ya.." Ucap Andre sambil melerai pelukannya lalu menghapus air mata sang istri.
" Sekarang kamu minum obatnya ya." Ucap Andre lembut.
Nathalia hanya mengangguk dan menuruti kata-kata Suaminya.
Setelah selesai minum obat, Nathalia kembali berbaring. Andre pun mencium kening, pipi, dan bibir Nathalia sekilas. Lalu ia menatap perut rata istrinya lalu menunduk, " Bertahan ya ,Nak. Mama dan Papa menyayangi mu Nak." Ucap Andre lalu mencium dan mengelus perut istrinya.
Hal itu membuat Nathalia tersenyum, ia merasa kesedihannya berkurang karena perhatian dari suaminya.
" Sekarang kita tidur ya, ingat pesan bidan, harus istirahat total." Ucap Andre mengingatkan.
Andre menyelimuti istrinya dan berbaring disampingnya, ia memeluk Nathalia yang kini mulai memejamkan matanya.
****
Pagi hari pun menyapa setiap insan yang ada di bumi, suara kokok ayam π terdengar jelas di telinga πmembuat Nathalia menggeliat , dan duduk . Tapi perasaan aneh menyelimuti dirinya, ia merasa daerah kewanitaannya basah. Lalu dia pun berdiri untuk memeriksanya, saat dia berdiri dia merasa sesuatu yang keluar. Lalu dia melihat sejenak, ia terkejut saat melihat cairan merah begitu banyak. Jika beberapa hari ini hanya sedikit, hari ini berbeda, darah yang keluar sampai mengenai celananya.
Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, disana ia sedang buang air kecil. Saat hendak membuka ****** ***** miliknya sesuatu seperti jatuh. Ia melihat apa yang terjatuh tersebut dan didapatinya gumpalan darah yang hanya sebesar dan sepanjang jari telunjuknya.
Ia keluar dengan kecemasan yang luar biasa, lalu menceritakan yang terjadi pada Suaminya. Andre yang mendengar hal tersebut juga ikut khawatir, dan memutuskan untuk membawa Nathalia kembali ke rumah bidan.
" Kalian pagi-pagi begini mau kemana, Nak?" Tanya Ratih yang bingung π
" Kami mau ke rumah bidan , Ma." Jawab Andre.
" Memangnya kenapa Nak? Apa terjadi sesuatu? Apa keadaan Nak Lia semakin parah? " Ratih memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi karena merasa khawatir saat Andre mengatakan akan ke rumah bidan.
" Iya, Ma." Jawab Andre lalu menceritakan apa yang telah terjadi.
" Astaga Nak. Apa kamu tidak merasakan sakit sayang?" Tanya Ratih pada Nathalia yang terlihat baik-baik saja.
" Tidak sakit, Ma. Aku merasa lebih kesakitan saat aku sedang nyeri haid Ma ." Ucap Nathalia yang sebenarnya juga ikut bingung kenapa ia hanya merasa agak sakit bukan sangat sakit.
" Kok bisa yah?"
__ADS_1
" Ya sudah, apa kalian tidak lebih baik sarapan dulu.?" Usul Ratih.
" Benar juga sih apa kata Mama, kita makan dulu saja ya.." Ajak Andre.
Akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu, beruntung Ratih memasak lebih pagi saat mengetahui kalau Nathalia sedang sakit. Akhirnya mereka berdua sarapan. Ratih memilih untuk sarapan bersama Tania yang masih betah di dalam kamar, entah sedang apa dia sekarang. Sebab kebetulan ini memang masih terlalu pagi untuk sarapan .
Selesai sarapan Andre dan Nathalia segera berangkat ke rumah bidan. Sang bidan langsung mempersilahkan mereka masuk.
" Apa terjadi sesuatu? " Tanya bidan langsung saat mereka tiba di ruang periksa .
Nathalia menceritakan secara detail apa yang terjadi, ia tidak ingin ada kesalahan dalam pemeriksaannya nanti.
" Coba kita tes lagi yah.." kata bidan sambil memberikan wadah kecil untuk Nathalia gunakan sebagai penampung urinnya.
Sesaat kemudian Nathalia sudah datang dengan wadah di tangannya. Bidan segera memasukkan testpack dan menunggu hasilnya.
Beberapa saat kemudian, bidan mengambil testpack tersebut dan melihat hasilnya. Terlihatlah ada dua garis merah, namun garis paling bawah sudah kurang jelas.
" Ini masih positif. Apa kamu merasa sakit?" Tanya bidan.
" Sedikt kak." Jawab Nathalia.
"Mungkin karena umur janinnya diperkirakan masih 3 minggu, makanya tidak terlalu sakit." Jelas bidan.
" Kalian sebaiknya pergi ke rumah sakit saja, ceritakan semua yang terjadi secara detail kepada dokter. Disana kalian juga bisa melakukan USG. Sebab, kakak takut masih ada yang tertinggal di dalam dan takutnya malah jadi kanker." Bidan memberi usul.
" Baik kak. Trimakasih ya, kami permisi..! " Pamit Andre.
Nathalia pulang dengan perasaan yang sangat sedih, kini harapan mereka sangatlah tipis mengingat ada gumpalan darah yang keluar tadi pagi.
" Bagaimana hasilnya ,Nak?" Tanya Ratih yang melihat kedatangan Nathalia dan Andre.
" Iya , gimana kak?" Tanya Tania yang juga khawatir dengan keadaan Nathalia.
" Lia harus segera dibawa ke Rumah Sakit , Ma." Jawab Andre dengan lesu.
"Ya sudah, persiapkan segala sesuatu yang diperlukan agar kalian segera berangkat." Suruh Ratih.
Andre segera naik ke atas untuk menyiapkan segalanya sedangkan Nathalia dibawa oleh Ratih untuk duduk.
" Kamu yang sabar ya sayang, jangan terlalu dipikirkan, nanti malah mengganggu kesehatanmu." Ratih mencoba menghibur Nathalia.
" Semangat ya kakak..." Tania juga ikut bersuara.
__ADS_1
Nathalia hanya diam dan menunduk, begitu banyak hal yang ia pikirkan.
" Bertahan ya sayang, Mama dan Papa sayang kamu" Batin Nathalia sambil meraba perutnya.
Setelah selesai bersiap-siap, Andre segera turun dan membawa kunci mobil. Sampai di garasi Andre merasa sangat kesal, dia merasa cobaan bertubi-tubi tengah datang dalam hidupnya hari ini. Saat ia datang ke garasi, mobilnya malah mogok tidak bisa menyala, sedangkan mobil Nathalia pecah ban beberapa hari yang lalu dan belum kepikiran untuk mereka memperbaikinya, karena merasa tidak perlu.
Andre mengacak-acak rambutnya kasar. Ia kembali ke dalam rumah dengan perasaan yang sangat khawatir.
" Sudah selesai Nak?" Tanya Ratih.
" Mobil Andre mogok Ma." Jawab Andre .
" Jadi gimana dong?" Tanya Ratih
" Terpaksa kami harus naik motornya Tania Ma. Mau gimana lagi?"
" Tapi bukannya itu semakin memperparah keadaan ?" Tanya Ratih mengingat jalan menuju kota sangatlah jelek.
" Andre akan pelan-pelan Ma" Jawab Andre.
"Ya sudah, tidak ada jalan lain. Kalian hati-hati ya , Nak." Kata Ratih melepas kepergian Nathalia dan Andre.
Perjalanan menuju kota memakan waktu tiga jam. Perjalanan mereka lalui dengan diam, hanya suara motor yang mereka naikilah yang bersuara. Sesekali Nathalia memeluk Andre begitu erat sambil menangis di punggung Andre. Andre mencoba menenangkan dengan cara mengelus tangan Nathalia yang melingkar di perutnya. Andre pun tidak kuasa menahan air matanya, kenyataan ini begitu kejam menurutnya.
Akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit yang dituju, mereka segera mendaftar dan disuruh duduk di bangku yang telah tersedia. Bersama mereka ada juga beberapa bumil yang lainnya, tapi dari mereka yang ada disana hanya Nathalia yang berwajah sedih. Sedangkan yang lainnya terlihat ceria .
Setengah jam menunggu , akhirnya nama Nathalia pun dipanggil. Nathalia masuk ditemani oleh Andre. Sesuai pesan bidan tadi saat di desa , Nathalia menjelaskan secara detail kepada dokter.
Akhirnya dokter pun kembali menyuruh Nathalia untuk kembali melakukan tes. Ia memberikan wadah berisi urin kepada perawat disana, dan hasilnya telah negatif.
Dia disuruh untuk berbaring di tempat yang tersedia untuk melakukan USG. Sang perawat mengoleskan gel ke perut Nathalia dan dokter pun melakukan USG . Kini sebuah gambaran rahim terpampang jelas di monitor.
" Rahim ibu sudah bersih, bahkan tidak perlu lagi untuk minum obat untuk membersihkan rahim ibu." Kata sang dokter.
Deg ...
Nathalia dan Andre begitu sangat terpukul mendengarnya.
"Kami sarankan, agar bapak dan ibu tidak melakukan program hamil selama tiga bulan kedepan ya ..!" Saran sang dokter.
Akhirnya Nathalia dan Andre pulang dengan rasa kecewa, selama perjalanan Nathalia terus menangis di penggung Andre sambil memeluk Andre dengan erat.
Mereka juga memberikan kabar duka ini pada keluarga Nathalia di Jakarta. Kini semua anggota keluarga sedang bersedih dengan peristiwa ini.
__ADS_1