Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Perkara Kasihan


__ADS_3

"Aku bantu beres-beres barangnya yuk kak.." Ajak Tania semangat.


Marsya hanya mengikuti langkah Tania dengan malas. Ia harus pulang dan mengurungkan rencana yang telah ia rancang dengan baik.


Marsya sebenarnya telah membuat suatu rencana besar. Dengan kondisinya yang sedang hamil, ia tidak ingin menikah dengan Edy. Sebab Edy bukanlah sosok pria yang ia sukai. Meski Edy sangat baik terhadap Marsya, hatinya tidak tergerak sama sekali.


Ia kabur dari rumah dan merencanakan sesuatu. Rencananya adalah, ia akan membuat Andre seolah-olah tidur dengannya. Setelah rencananya berhasil, ia akan mengaku bahwa ia mengandung anak dari Andre. Sehingga ia akan menikah dengan orang yang sampai saat ini masih ia cintai.


Namun rencana yang ia persiapkan secara matang, kini harus ia buang jauh-jauh. Padahal rencana pertamanya mengusir Nathalia yang ia anggap sebagai pengganggu rencananya telah berhasil. Tapi ia harus menerima kegagalan di rencana kedua, karena kedatangan Mamanya.


"Selesai.." Kata Tania setelah membereskan semua barang dari Marsya.


Marsya hanya diam, ia membawa semua barangnya, dan melangkah menuju Yanti.


" Makasih ya Jeng, sudah menjaga Marsya disini. Sekarang kami pamit dulu." Kata Yanti.


"Tidak masalah Jeng... Kalian hati-hati ya.." Jawab Ratih.


Mereka melangkah pergi, " Semoga anak ini cepat lahir" Batin Marsya kesal.


Edy dengan penuh kasih sayang, menuntun Marsya menuju mobil. Namun yang ia dapatkan hanya usikan Marsya yang menepiskan tangannya dari tubuh Marsya.


****


"Akhirnya.... Kalian bebas juga ya kak.." Kata Tania.


"Bebas darimananya? Warga kan udah terlanjur tahu tentang itu." Jawab Andre.

__ADS_1


"Iya juga yah kak.." Kata Tania menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Makanya, buruan di lamar, biar bisa satu kamar." Goda Ratih, membuat pipi Nathalia memerah.


"Betul tuh..." sahut Tania.


"Mah... Lihat tuh, Lia jadi malu loh.." Kata Andre.


Ratih hanya tersenyum, " Ya sudah, kalian ngobrol aja disini. Mama mau ke rumah tetangga dulu, sudah lama tidak berkunjung." Kata Ratih.


" Pasti mau ngerumpi kan Ma" Tebak Tania.


" Enak aja.." Kata Ratih.


"Kan itu kebiasan emak-emak kalau lagi ngumpul. " Timpal Tania lagi.


"Terserah deh., Mama pergi dulu ya.." Pamit Ratih lalu pergi.


"Apaan sih dek..." Kata Nathalia.


" Oh iya, aku ada PR lagi. Aku ke kamar ya kak ngerjain tugas dulu." Pamit Tania memberi alasan agar Nathalia dan Andre bisa punya waktu berdua.


" Pengertian bangat sih dek.. Tahu aja kakak udah kangen" Sahut Andre.


"Aku paham kok perasaan kalian" kata Tania.


"Paham, paham. Paham darimana? PR mu tuh pahami, biar pintar." Suruh Andre.

__ADS_1


"Bawel bangat sih kak. Gak jadi pergi nih...!" ancam Tania.


"Hehehe.. Jangan gitu dong dek.." Kata Andre.


"Untung Tania orangnya baik." Ucap Tania memuji diri lalu pergi ke kamarnya.


Melihat Tania telah pergi, Nathalia langsung memeluk Andre, " Kaansa... Aku kangen...😢😢" Kata Nathalia.


"Kakak juga kangen.." Kata Andre sembari membalas pelukan Nathalia.


"Marsya kasihan ya..." Kata Andre setelah melepas pelukannya.


"Kasihan apa mau balikan?" Tanya Nathalia.


"Emang kakak pernah bilang mau balikan ya? Kata balikan aja kayaknya gak pernah kakak ucapin deh hari ini."kata Andre.


"Trus kenapa kasihan sama dia, dia kan udah jahat sama kita." Ucap Nathalia lagi.


"Kan aku cuma prihatin dengan kondisinya." kata Andre.


"Bilang aja Kaansa masih punya rasa sama dia. Kaansa senang kan saat dia nyuruh aku pergi dari sini. " Nathalia mulai melantur.


"Lisa kenapa sih? Cuman karena perkara kasihan kenapa jadi gini?" Tanya Andre.


"Aku gak suka Kaansa peduli sama dia.." Ucap Nathalia mengerucutkan bibirnya.


Melihat hal itu, Andre segera menempelkan bibirnya pada bibir Nathalia. Kemarahan Nathalia kian reda, ia menikmati setiap perlakuan lembut dari Andre.

__ADS_1


"I love you Lisa, now , tomorrow and forever" Kata Andre setelah melepas pagutannya.


" I love you too Kaansa..." Jawab Nathalia.


__ADS_2