Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Klepek-klepek


__ADS_3

Para author dan reader tersayang, kita ke bercerita tentang Yuna dan Martin dulu yah. Kita biarkan dulu Andre memikirkan apa yang akan ia perintahkan untuk Nathalia.


Happy reading sweety...


Yuna yang sudah berada di sisi mobil Martin berdiri dengan keraguan.


"Kenapa yah, pak Martin tiba-tiba baik, jangan-jangan ini hari terakhir aku kerja disini lagi. Aduh gimana nih?" Yuna bergumam.


Melihat Yuna berdiri di samping mobilnya, Martin membuka kaca mobilnya dan melihat ke arah Yuna.


"Ngapain berdiri? Masuk..!" Martin memberi perintah dengan sikap dinginnya.


Martin adalah sosok yang dingin dan tegas, apalagi terhadap perempuan. Dia hanya bersikap biasa pada Tiara, Mama nya dan pada Adik kesayangannya .


Dengan ragu, Yuna perlahan membuka mobil tersebut, dan duduk di samping Martin. Dia merasa seperti sedang berada di meja hijau.


"Kita makan dimana?" Martin bertanya dengan nada cuek.


"Terserah bapak." Yuna memilih untuk memberi jawaban itu.


"Baiklah.." Martin melajukan mobilnya karena Yuna mengatakan terserah.


"Tumben bapak ngajak saya makan.. Ada apa pak?" Yuna membuka suara dengan ragu-ragu untuk memecahkan keheningan.


"Lagi pengen makan siang sama kamu aja, memangnya gak boleh?" Martin membuka suaranya.


"Boleh sih pak, tapi kan tumben.." Yuna ragu dengan perkataannya.


"Kamu banyak bicara yah... Apa tidak bisa diam dan mengikutiku saja."Martin mulai kesal karena Yuna banyak bicara.


"Baik pak." Yuna memilih untuk tidak berbicara lagi, takut nanti malah berujung dipecat.


"Kalau diluar begini tidak usah panggil saya dengan sebutan bapak" Martin menyarankan.


"Trus saya panggil apa pak?" Yuna bertanya.


"Panggil nama juga boleh." Martin memberi usul.


"Kan bapak lebih tua tiga tahun dari saya, kurang sopan bila harus panggil nama bapak." Yuna menolak.


"Wah, kamu anak yang sopan juga yah" Martin mulai berbicara sedikit santai, dan memuji sikap Yuna yang bersikap sopan padanya.


"Trimakasih pak." Yuna mengucapkan trimakasih atas pujian yang ia dapatkan. Apalagi jarang-jarang dapat pujian dari sang direktur yang dingin itu.


"Aku perlu menulis momen ini dalam bulu harianku, ini adalah momen yang langka." Gumam Yuna.


Sesaat kemudian, terdengar suara notifikasi pesan di Handphone milik Martin. Mendengar itu, Martin membuka ponselnya, Yuna melirik ponsel Martin yang berwalpaper Martin bersama dengan Nathalia.


"Andai aku yang disana" Gumam Yuna berangan-angan.

__ADS_1


Mengetahui Yuna melihat ke arah HP nya, Martin berusaha memalingkan Hp nya agar tidak terlihat.


"Ini privasi" Martin kembali dengan sikap dinginnya.


"Baru saja tadi aku bilang kamu itu sopan, sekarang sudah mau melihat privasi ku." Martin mengomel, membuat Yuna menunduk.


"Maaf pak" Yuna memohon.


"Jangan panggil pak." Martin mengingatkan.


"Baiklah, aku panggil kakak saja." Yuna memberi usul.


"Itu jauh lebih baik.." Martin menyetujui dan kembali menatap layar Handphone nya. Terlihat disana Nathalia lah yang mengirim pesan pada Martin.


Berikut pesan dan balasan dari Martin.


Nathalia


Sukses ya kak. Ingat ! jangan bersikap dingin. Kalau bisa cobalah untuk mencairkan sikap dingin kakak yang sudah membeku. Kalau kakak terus dingin sama cewek, kapan kakak akan punya pacar..?


Martin


Kamu apaan sih dek.. ๐Ÿ˜


Lagian ngapain buru-buru nikah?


Nathalia


Martin


Jangan coba-coba ya..!


Nathalia


Makanya kak, dapatkan hati kak Yuna. Atau aku yang bilang ke kak Yuna gimana?๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


Martin


Biar kakak saja. Ya sudah kalau kita chat an terus kakak kapan ngomongnya sama Yuna?


Nathalia


Baiklah kak, sudah yah kak. Sukses kak!!! ๐Ÿ˜—๐Ÿ˜—


Martin


Oke dek. Bye... ๐Ÿ˜—๐Ÿ˜—


Nathalia.

__ADS_1


Baik kak. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Martin meletakkan HP nya, dan mencoba bersikap baik pada Yuna sesuai permintaan Nathalia.


"Ekhmmm.. Kamu sudah punya pacar?" Martin bertanya dengan ragu.


"Hahhhh?" Yuna kaget dengan pertanyaan Martin.


"Kenapa ? Sudah punya yah?" Martin kembali bertanya.


"Belum kak." Yuna menjawab dengan malu-malu.


"Baguslah." Martin berkata singkat namun membuat Yuna penasaran.


"Kenapa kak?" Yuna memberanikan diri untuk bertanya lagi.


"Nanti malam aku akan datang menjemputmu, kita makan malam berdua" Ucap Martin.


"Baa..iiikkk kak" Yuna merasa senang dan juga gugup.


"Tidak akan ada yang marah kan?" Martin bertanya memastikan.


"Enggak kak." Jawab Yuna.


"Aku jemput jam 19.00 " Martin menyebutkan.


"Baik kak. Aku tunggu kedatangan kakak ." Yuna memberi jawaban dan melemparkan senyuman manis.


Melihat Yuna tersenyum, Martin balas tersenyum, wajah datar dan dingin seketika sirna dengan senyuman itu.


Yuna terperangah dengan apa yang ia lihat.


"Ya ampun... Jadi gini kalau dia tersenyum? Bikin aku tambah klepek-klepek aja nih kayak ikan di darat." Batin Yuna mengagumi lelaki di hadapannya.


Mobil berhenti , tapi Yuna masih tetap memandangi wajah Martin.


"Sudah sampai. Kamu gak turun?" Martin menyadarkan Yuna dari kekagumannya.


"Maaf kak." Yuna dengan cepat mengalihkan pandangannya dan keluar dari mobil.


Di hadapannya sekarang terlihat sebuah restoran yang bernama Purple Bubble, yang menjadi tempat pilihan Martin untuk makan siang bersama Yuna.


****


Lebih suka mana nih, AndreโคNathalia atau MartinโคYuna


Biar author tahu mana yang akan dibuat lebih banyak ceritanya.


Kasih saran, like, vote, rate, dan tips yah....

__ADS_1


__ADS_2