
Ini adalah bulan ketiga paska keguguran yang terjadi, perlahan-lahan kesedihan yang mereka alami mulai sirna. Andre dan Nathalia pun sudah kembali ke aktivitasnya masing.
Sesuai dengan saran dokter, dua bulan terakhir ini, Nathalia dan Andre tidak melakukan program hamil.
****
Malam pun tiba, saat seharian telah lelah dengan aktivitas, kini dua insan masih ingin beraktivitas yang tentunya akan menghasilkan keringat. ๐คญ
Saat telah ingin sampai puncak kenikmatan, Andre menghentikan aktivitasnya.
" Gimana sayang? Kita buang keluar atau di dalam saja?" Tanya Andre.
" Kalau menurut saran dokter sih , harus ada satu bulan lagi kita tidak boleh program hamil. Tapi buang ke dalam ajalah sayang.." Kata Nathalia.
" Nanti terjadi apa-apa gimana?" Tanya Andre masih ragu .
" Jika memang nantinya aku akan hamil, itu semua pasti sudah rencana dari Tuhan. Aku yakin, semua akan baik-baik saja." Nathalia meyakinkan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan aktivitasnya, dan memasukkan benih-benih cinta pada ladangnya. Jika dalam dua bulan terakhir mereka membuang benih, sekarang mereka menanamnya dan menyerahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa, jika benihnya tumbuh , ya syukur jika tidak ya sabar. ๐
๐น
๐น
Dua minggu setelah penanaman benih, harapan mulai muncul. Hari ini seharusnya Nathalia sudah haid menurut tanggal biasa ia haid setiap bulannya.
" Seharusnya , tanggal segini aku sudah haid deh sayang." Kata Nathalia.
" Kan belum lewat waktunya.." Jawab Andre yang tidak mau terburu-buru menebak.
" Kita beli testpack yuk sayang. Kita beli saja testpacknya dua. Nanti kalau negatif, ya kita gunakan yang satu lagi lain waktu." Pinta Nathalia.
" Iya deh .. Nanti gak diturutin kamunya ngambek." Ucap Andre yang dibalas cengiran oleh Nathalia.
Mereka akhirnya membeli testpack malam-malam demi mengobati rasa penasaran.
Sampai di rumah, mereka langsung masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
" Kita coba sekarang ya? Emang sih kata orang lebih pasti kalau ngeceknya pagi-pagi. Tapi aku udah penasaran bangat sayang. Nanti kalau negatif baru deh kita coba lagi besok pagi." Nathalia memberi pendapat.
" Hmm. Terserah kamu lah sayang. Aku larang juga percuma kan?" Ucap Andre .
Nathalia pergi ke kamar mandi untuk menampung urinnya, lalu ia membawanya ke dalam kamar. " kita lihat sama-sama ya..." Ucap Nathalia sambil meletakkan testpack tersebut.
Mereka sama-sama menatap ke arah benda tersebut, dan perlahan-lahan terbentuklah dua garis merah. Nathalia memastikan dengan mengambil testpack tersebut dan mendekatkannya agar melihat lebih jelas, dan hasilnya positif.
Deg....
" Sayang.... Ada dua garis sayang, berarti positif sayang..." Pekik Nathalia girang lalu memeluk Andre.
Andre tersenyum bahagia dan membalas pelukan Nathalia sembari mengelus lembut kepala Nathalia.
" Mulai besok, jangan kerja yang berat-berat. Oke?" Suruh Andre .
" Oke bos." Jawab Nathalia memberi sikap hormat .
" Kita istirahat sekarang." Ucap Andre.
" Jangan macam-macam, aku gak mau terjadi sesuatu pada bayi kita sayang. Kita konsultasi dulu, baru deh kita olahraga malam-malam." Saran Andre yang tidak mau kejadian dua bulan lalu terulang kembali.
๐คฐ
๐คฐ
๐คฐ
Hari-hari berlalu dengan cepat, selama hamil Nathalia tidak mengidam yang aneh-aneh. Bahkan terbilang tidak mengidam sama sekali. Masuk usia tiga bulan, Nathalia selalu mual-mual, setiap selesai makan dan kadang bahkan belum selesai ia sudah mual.
Sebelum hamil ia suka dengan ikan asin sejak bersama Andre tapi setelah hamil, ia selalu mual mencium aroma ikan asin yang di goreng. Bahkan tetangga yang goreng ikan asin, Nathalia yang mengomel karena mau muntah. Terkadang tingkah Nathalia membuat Andre geleng-geleng kepala. Setelah hamil, keinginannya untuk berhubungan intim pun meningkat. Kadang Andre sudah melarang karena takut mempengaruhi janinnya, tapi Nathalia tetap memaksa. ๐๐
๐คฐ๐คฐ
Besok adalah perkiraan Nathalia akan melahirkan, sejak pagi tadi ia sudah merasa nyeri di pinggangnya. Tapi ia masih berjalan-jalan , karena memang belum terasa sakit. Tapi saat malam tiba, ia mulai merasa sakit. Sakit yang ia rasakan tidak terus menerus . Tapi hal itu mampu membuat dia tidak tidur semalaman.
Saat ia tidur, ia merasa sangat mulas, dan ia akan duduk atau berjalan. Setelah reda ia membaringkan tubuhnya, saat ingin memejamkan mata, rasa sakitnya kembali timbul. Hal itulah yang membuat Nathalia tidak bisa tidur semalaman. Andre juga merasa sangat kasihan dengan kondisi sang istri.
__ADS_1
Pagi menjelang, Nathalia menyuruh Andre untuk memanggil bidan karena sudah ada tanda berupa flek. Segera Andre pergi dan datang bersama bidan .Sang bidan pun memeriksa dan mengatakan baru bukaan tiga. Dan memperkirakan akan lahir jam sembilan malam karena ini anak pertama memang agak lama. Bidan pun mengusulkan untuk membawa Nathalia ke puskesmas yang ada di kecamatan.
Andre dan Nathalia memutuskan untuk naik motor ke puskesmas. Sampai di sana, kira-kira jam dua siang bidan disana memeriksa kembali dan baru bukaan empat.
Nathalia masih bisa menahan rasa sakitnya. Kadang ia duduk dan kadang berjalan. Terkadang ia juga memainkan ponselnya untuk mengalihkan perhatian .
Jam sembilan malam berlalu, bahkan ketubanpun belum pecah. Tapi perasaan sakit semakin menguasai tubuh Nathalia, hingga akhirnya jam dua belas malam, cairan ketuban pun keluar . Tapi Nathalia malah muntah-muntah membuat dia menjadi lemas dan akhirnya harus di infus.
Berjuang selama empat jam, belum membuahkan hasil karena sakit yang ia rasakan masih kadang sakit kadang berhenti. Pada akhirnya sang bidan mengusulkan agar dibawa ke Rumah Sakit saja dengan ambulance.
Segala persiapanpun dilakukan, selama diperjalanan Nathalia masih berusaha untuk melahirkan. Nathalia tidur di pangkuan Andre dengan tangannya ia kalungkan ke leher suaminya. Satu jam perjalanan, akhirnya Nathalia berhasil melaluinya. Bayi mungil laki-laki kini sudah berada di pangkuan bidan dan mereka memutuskan untuk putar balik dan langsung pulang ke rumah Andre.
Andre langsung mencium kening Nathalia dengan penuh haru, ia menangis melihat sang buah hati telah lahir meski harus di ambulance.๐๐ ๐คญ๐คญ
Dua keluarga akhirnya berbahagia menyambut sang bayi mungil tersebut. Keluarga Nathalia dari jakarta datang dengan beberapa perlengkapan bayi. Mereka memeluk Nathalia dan menggendong dede bayi secara bergantian.
Setelah melahirkan, rasa sakit yang Nathalia rasakan seketika lenyap dan ia lupakan setelah mendengar suara tangisan bayinya.
" Siapa namanya kak?" Tanya Tania di sela-sela perbincangan dua keluarga tersebut.
" Stephen Gamaliael." Ucap Nathalia dan Andre bersamaan dan disambut senyum bahagia oleh keluarga .
" Aduh... Opa kena pipisin... Dasar cucu nakal ...." Ucap Roy yang sedang menggendong dede bayi membuat semua orang tertawa.
๐คฑ๐คฑ๐คฑ
SELESAI.....
Maaf ya ceritanya lompat-lompat..! Soalnya pengen fokus sama novel baru author๐๐
Thanks buat kalian yang sudah baca novel author pemula ini, dan nantikan novel author yang lain ya...
Trimakasih.... โฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
Sampai jumpa lagi ... ๐๐๐
๐บ๐ธ๐ฎ๐ต๏ธ๐ป๐ผ๐๐๐พ๐ฑ๐ฟ๐โ๏ธ๐
__ADS_1