
Makan malam telah tersaji di meja makan. Nathalia melangkah menuju tempat duduknya disusul Andre yang duduk di samping Nathalia.
" Nak Marsya mana ya, kenapa belum turun juga?" Tanya Ratih.
"Lagi dandan kali Ma.." Jawab Tania.
"Mau makan aja, kenapa harus dandan?"Tanya Ratih.
"Mama kayak belum kenal sama kak Marsya aja." Kata Tania.
"Tante, maaf ya soal vas yang pecah tadi.." Ucap Nathalia menyesal.
Ratih tersenyum, " Tidak apa-apa Nak, tante maklum kok. Nak Marsya tadi memang sudah keterlaluan." Jawab Ratih.
"Trimakasih banyak ya tante." Ucap Nathalia.
"Sama-sama sayang. Maafin tante ya, tante tidak bisa berbuat apa-apa. Marsya adalah anak teman tante, jadi gak enak kalau melarang dia tinggal disini. Nak Lia jadi gak nyaman ya?" Tanya Ratih.
"Sekarang Nathalia sudah gak apa-apa kok tante." Ucap Nathalia.
"Syukurlah kalau gitu, tante senang mendengarnya." Ucap Ratih.
" Malam tante, tania, beib.." Sapa Marsya yang datang menuju meja makan. Ia berpenampilan seperti hendak pergi ke pesta.
" Kak Marsya mau makan malam sama kami atau mau ke pesta sih ?" Tanya Tania yang heran melihat penampilan Marsya.
"Ya mau makan malamlah Tania.. Kita sebagai cewek harus memperhatikan penampilan kita dimanapun kita berada kan.." Kata Marsya.
"Iya.. Tapi gak harus berlebihan kali, norak bangat sih jadi orang." Sahut Nathalia.
"Eh.. Lo ngapain nyahut-nyahut. Gak di ajak ngomong juga.." Kata Marsya kesal karena mendapat kritikan dari Nathalia.
"Mataku sakit lihat penampilan kamu.." Ucap Nathalia.
"Emang gue nyuruh lo buat lihatin gue apa?" Marsya tidak mau kalah.
"Kita mau berdebat dulu atau mau makan?" Tanya Andre.
__ADS_1
"Ya makan dong beib.. Cewek itu tuh yang cari gara-gara." Ucap Marsya.
"Sudah.. sudah.. Sebaiknya kita makan sekarang, jangan ada keributan lagi." Suruh Ratih.
Mereka meletakkan piring di hadapan masing-masing, Nathalia mengambil piring Andre dan hendak mengambil nasi untuk dimasukkan ke dalam. Tapi tiba-tiba Marsya mengambil piring tersebut dari tangan Nathalia. " Biar aku aja yang ambil" Kata Marsya.
"Kamu apa-apaan sih? Jangan main ambil sembarangan dong, kalau tumpah gimana?" Kata Nathalia kesal.
"Sudah dong, jangan ada pertengkaran terus. Apalagi kita sekarang kan lagi makan." Ratih mengingatkan.
"Aku ambil nasi sendiri aja.." Andre menengahi lalu mengambil nasi sendiri.
"Biar aku ambilin lauknya ya.." Tawar Marsya.
"Gak usah.." Jawab Andre membuat Nathalia tersenyum puas.
Akhirnya mereka menyelesaikan makanan tanpa keributan lagi, sebab Andre memilih untuk makan tanpa bantuan dari mereka berdua.
" Mama langsung ke kamar ya.." Kata Ratih.
"Baik tante, selamat malam tante.." Ucap Marsya cari muka.
"Banyak PR, atau banyak drakor yang belum di tonton ?" Tanya Nathalia.
"Dua-duanya kak." Ucap Tania langsung pergi takut mendapat omelan dari Andre.
Kini hanya mereka bertiga yang tinggal disana.
" Waktunya pembalasan.." Gumam Nathalia.
"Akan kubuat Andre kembali padaku" Batin Marsya.
"Kaansa..."
" Beib.."
Nathalia dan Marsya memanggil Andre bersamaan.
__ADS_1
"Bakalan brabe nih.." Batin Andre.
"Kita nonton yuk Beib.." Ajak Marsya.
"Enak aja, Kaansa nontonnya sama aku.." Sahut Nathalia.
"Kaansa.. Kaansa.. Siapa sih Kaansa itu?" Tanya Marsya.
"Kak Andre Sayang. Kenapa? Wek.." Nathalia menjulurkan lidahnya.
"Lebay bangat sih" Kata Marsya.
"Kamu tuh yang lebay." Nathalia tidak mau kalah.
"Stoopppp.." Seru Andre.
"Marsya, berapa kali lagi sih aku harus bilang kalau kita itu sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi." Ucap Andre tegas.
"Tapi aku kan masih sayang sama kamu.." Jelas Marsya.
"Maaf Sya, aku sudah menemukan cinta sejatiku." Ucap Andre.
"Siapa?" Tanya Marsya.
"Nathalia.." Ucap Andre menggandeng tangan Nathalia.
"What??" Marsya kaget.
"Kenapa ? " Tanya Nathalia.
"Kamu pasti bohong kan?" Tanya Marsya.
"Eh.. Gak percayaan bangat sih jadi orang. Apa kamu perlu bukti?" Tanya Nathalia.
"Iya, coba buktikan!" Tantang Marsya.
Cup....
__ADS_1
Bibir Nathalia menempel pada bibir Andre, tidak perduli ada Marsya disana, Nathalia memperdalam ciumannya. Marsya yang menyaksikan hal itu menjadi sangat marah. Tanpa berkata apapun , Marsya pergi meninggalkan Nathalia yang kini merasa menang.
"Akan kurebut kembali cintaku darimu.." Batin Marsya.