
Pagi telah menyambut setiap makhluk hidup di bumi ini. Nada dering panggilan ponsel Nathalia memenuhi ruangan tempat ia dan Tania tidur. Hingga Tania pun ikut terganggu tidurnya.
"Aduhh.. Siapa sih kak yang nelpon kakak pagi-pagi? Rajin amat.." Ucap Tania yang terbangun.
Nathalia segera mengambil ponselnya dan mengangkat telepon tersebut dan menempelkannya pada telinganya.
" Halo Kaansa..." Sapa Nathalia.
" Kaansa? Siapa ya.. Apa iya kak Lia punya cowok lain?" Batin Tania yang tidak tahu panggilan Nathalia untuk Andre.
" Lisa baru bangun ya? Pasti belum masak juga kan?" Tebak Andre.
"Gimana mau masak Kaansa, emang disini ada belanjaan..?" Ucap Nathalia.
"Oh iya.. Sekarang kalian bangun, kakak udah siapin sarapan." Kata Andre.
"Oh ya? Makasih Kaansa, makin sayang deh.." Ucap Nathalia membuat Tania menjadi melongo.
" Tolong kasihkan ke Tania ya ponselmu, biar dia yang ambil sarapannya kesini." Suruh Andre.
"Baik kak." Kata Nathalia lalu memberikannya pada Tania.
Tania bingung, ia disuruh bicara namun ia tidak mengetahui siapa itu Kaansa.
" Halo..." Sapa Tania ragu.
" Halo dek , selesai mandi kamu ambil sarapan kesini ya. Kakak udah masak banyak." Kata Andre.
"Ini siapa?" Tanya Tania.
"Ya , kakak kamu lah Tania..." Kawab Andre.
"Tapi kak Lia tadi manggilnya Kaansa" Kata Tania.
"Itu panggilan sayang kakak sama kak Andre." Sahut Nathalia.
"Ohhh gitu ya kak, kirain kak Lia selingkuh."
"Mana bisa dia berpaling dari kakakmu yang ganteng ini." Ucap Andre percaya diri.
"Nanti ditinggalin baru tahu rasa kak." kata Tania.
__ADS_1
"Gak bakal. " Jawab Andre.
"Terserah deh kak, aku kesana sekarang." Kata Tania.
"Gak mandi dulu?" Tanya Andre.
"Disana aja kak, sekalian ganti baju." kata Tania.
"Iya deh.. Sekarang kasih lagi sama Lia " suruh Andre.
"Siap kak.." Ucap Tania sambil memberikan ponsel Nathalia dan pergi menuju rumahnya.
" Aku mandi disana ya kak, sekalian jemput sarapan." Pamit Tania.
"Iya dek.." Jawab Nathalia.
"Halo Kaansa.." Sapa Nathalia kembali.
"Halo Lisa, nanti kita berangkat bareng ya.." Ajak Andre.
"Oke Kaansa.." Jawab Nathalia.
"Ya udah mandi gih.." Suruh Andre.
"Iya Lisa..." Jawab Andre.
Nathalia segera beranjak dari tempat tidurnya dan merapikannya. Ia lalu mandi sambil bersenandung ria.
"Mama..." Sapa Tania yang baru masuk ke dalam rumah.
"Mama masih di kamar.." Jawab Andre.
"Kak Marsya?" Tanya Tania.
"Kakak gak tahu dan gak mau tahu.." Jawab Andre.
"Iya deh..." Kata Tania lalu pergi ke atas.
Saat Tania masuk ke dalam kamarnya , ia mendapati Marsya masih asik rebahan di tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
"Hai Tania..." Sapa Marsya.
__ADS_1
"Hai kak." Jawab Tania singkat.
"Mau mandi ya?" Tanya Marsya yang melihat Tania mengambil handuk.
"Iya kak." Jawab Tania.
"Kak Andre udah bangun?" Tanya Marsya.
"Udah, lagi masak sarapan di dapur." Jawab Tania.
"Oh ya? Kakak kesana ya kalau gitu.." Ucap Marsya ingin mengambil kesempatan.
Tania hanya diam, ia tidak pedulu tentang apa rencana Marsya. Yang ia yakini adalah, sekuat apapun Marsya berusaha, pasti tidak akan berhasil memisahkan Nathalia dan Andre.
Marsya melangkah menuju dapur, ia menatap Andre yang begitu lihai memasak.
"Andre.. Lagi masak sarapan buat aku ya? Andre so sweet deh. Gak repot-repot masak buat aku Ndre. " Ucap Marsya dengan angkuhnya.
"Maksud kamu?" Tanya Andre.
"Kamu masak karena aku disini kan?" Tanya Marsya memastikan.
"Iya sih, ini semua karena kamu.. Aku jadi siapin makanan deh.." Jawab Andre.
"Tuh kan, aku yakin kok kamu masih sayang sama aku, cuman kamu itu merasa gak enak aja sama cewek itu, ya kan?" Kata Marsya dengan bangganya.
"Aku nyiapin ini memang karena kamu membuat Nathalia di usir dari rumah, sehingga aku harus nyiapin ini untuknya.." Jawab Andre.
Marsya benar-benar merasa sangat malu dan juga marah. Tapi Andre tidak memperdulikannya, ia tetap menata makanan ke dalam sebuah kotak.
Beberapa saat kemudian, Tania turun dengan pakaian yang sudah rapi.
" Makanannya sudah siap kak?" Tanya Tania.
"Sudah nih, tinggal bawa aja."
"Kalau gitu aku pamit ya kak." Izin Tania.
"Iya dek."
Marsya semakin kesal dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
" Kenapa mau kasih laporan lagi, kalau aku kasih dia makanan? Laporin aja gak apa-apa kok. Biar aku juga lebih cepat nikahin dia, biar sekalian kamu gak bisa protes apa-apa." Ancam Andre.
Marsya meninggalkan Andre dengan menghentakkan kakinya kesal.