
Sepulang sekolah Nathalia memandang ke arah siswi yang berhamburan keluar kelas. Nathalia mencari sosok Tania agar kembali pulang bersama.
"Hai kak" sapa Tania yang datang mendekat sambil melambaikan tangannya.
"Hai Tania" Nathalia balas menyapa dengan senyuman manisnya.
"Sudah lama nunggu nya kak?"
"Enggak kok, kakak juga baru tiba."
"Tunggu sebentar ya kak, aku ambil motor dulu " Tania permisi dan mengambil motornya dari parkiran.
Tania yang sudah mengambil motornya, berhenti di dekat Nathalia.
"Ayo naik kak."
Nathalia dan Tania pulang berdua, diperjalanan Nathalia hanya diam. Ia sedang mengumpulkan begitu banyak pertanyaan yang akan ia utarakan pada Tania.
***
"Mama..." Tania memanggil Ratih setelah sampai di rumah.
"Kalian sudah pulang?" Ratih datang dari arah dapur.
"Mama masih aja basa-basi.. Sudah tahu kami pulang masih ditanya" Tania berkata dengan nada bercanda.
Nathalia dan Tania bergantian memberi salam pada Ratih.
"Ya sudah, kalian ganti baju gih! Mama sudah siapin makan siang."
"Baik Ma... Ayo kak" Tania mengajak Nathalia .
Setelah sampai di kamar, Nathalia membuka percakapan dengan pertanyaan yang masih mengganjal.
"Dek, kamu kenapa gak bilang sama kakak sih, kalau Andre itu kepala sekolah?" Nathalia menanyakan hal itu dengan wajah sedih.
"Aku kira kakak sudah tahu. Memangnya ada apa kak?" Tania bertanya karena melihat raut wajah Nathalia.
"Kamu tahu kan aku gak pernah akur sama dia, aku malu bangat tadi di sekolah pas tahu kalau dia itu kepala sekolah " Nathalia kecewa.
__ADS_1
"Maafin Tania ya kak. "
"Bukan salah kamu kok. Ini salahku , terlalu menganggap rendah dia." Nathalia berkata penuh penyesalan.
"Kakak sudah minta maaf?"
"Sudah tadi di sekolah." Jawab Nathalia.
"Nah, coba deh kakak minta maaf lagi, tapi secara pribadi." Tania memberikan saran.
"Maksud Tania?" Nathalia bertanya maksud dari perkataan Tania.
"Maksud aku itu, kakak temui kakak, dan minta maaf secara langsung, bicara dari hati ke hati." Tania menjelaskan maksudnya.
"Baiklah, kakak akan coba. Tapi apa dia lagi di rumah sekarang? Kapan kira-kira waktu yang tepat?" Tanya Nathalia.
"Nanti setelah makan siang aja kak. Sekarang kita lagi ditungguin mama di bawah." jawab Tania.
"Baiklah" Nathalia menjawab dengan perasaan yang agak tenang.
Nathalia dan Tania menuruni tangga bersamaan. Disana Ratih dan Andre telah menunggu mereka datang untuk makan siang.
"Baru saja dek" Andre berkata dengan lembut.
" Sama adik nya lembut bangat, eh giliran sama aku, judesnya minta ampun. " Nathalia menggerutu dalam hati.
Perlahan ia menarik bangkunya dan duduk di sebelah Andre. Melihat Andre yang hendak mengambil nasi, Nathalia menawarkan diri untuk mengambil.
"Biar saya saja pak" Ujar Nathalia.
"Pak, pak... Ini rumah bukan sekolah" Andre tidak terima akan panggilan yang diberikan oleh Nathalia.
"Trus panggil apa dong pak?" Nathalia kembali bertanya dengan panggilan yang sama.
Andre melotot, membuat Nathalia memukul-mukul bibirnya pelan.
"Aku lebih tua lima tahun darimu, jadi kamu tahu kan harus manggil apa?" Andre memberitahukan.
"Baiklah, sama seperti Tania aku juga akan manggil kakak." Nathalia memberi saran.
__ADS_1
"Terserah" Andre berkata cuek.
"Baiklah pak..!" Lagi-Lagi Nathalia menyebut kata pak, membuat Andre kesal.
"Aku kan tadi sudah bilang jangan panggil aku pak" Andre mulai meninggikan suaranya.
"Kan kamu bilang tadi ,terserah aku." Nathalia tidak mau kalah.
"Dasar..." Andre sudah kesal.
Tania hanya senyum-senyum melihat pemandangan di depannya.
"Jangan berantam mulu dong kak, nanti kalau kalian berjodoh gimana jadinya ya..." Tania kembali tersenyum membayangkan kedua insan tersebut berjodoh.
"Amit-amit dek...." Nathalia bergidik.
"Aku juga ogah" Andre menimpali.
"Aku lebih ogah yah" Nathalia tidak terima.
"Benar-benar yah..." Andre kembali geram.
"Sudahlah sayang... Kita makan saja dulu, habis makan baru deh lanjutin berantamnya. Siapa tahu dari benci jadi cinta." Ratih berkata dengan santai.
"Mamaaaa....." Andre memanggil Ratih tanda kurang setuju.
"Baiklah.. Sekarang kita makan dulu.." Ratih mengajak anak-anak .
"Baik ma." Tania melanjutkan makan siangnya.
Sedangkan Nathalia dan Andre hanya diam melirik satu sama lain, seolah-olah dari tatapan mereka, mereka sedang adu mulut tapi melalui hati.
Entah bagaimana caranya, author juga bingung... 😆😆😆.
Jangan lupa like,komen, vote,rate, dan kasih tips yah...!!!
Maaf lama update, soalnya listrik di desa kami kadang 4 hari gak nyala...
Hehe.. Numpang curhat... 😁😁
__ADS_1
Dukung author ya reader sayang.....!